Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label Cuap-cuap. Show all posts
Showing posts with label Cuap-cuap. Show all posts

Wednesday, May 28, 2014

SIAPA PASANGAN HIDUP KITA?

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mengetahui siapa pasangan hidup kita kelak. Meskipun beberapa orang percaya bahwa laki-laki lebih tahu siapa yang akan menjadi jodohnya daripada perempuan yang notabene lebih peka. Ada yang bilang kalau laki-laki sudah mempunyai keyakinan bahwa seseorang adalah jodohnya, maka ia benar-benar akan menjadi pasangan hidupnya. Bagi gue pribadi sih, itu bukan ramalan atau feeling semata, tetapi memang takdir yang berasal dari usaha laki-laki. Usaha seperti apa? Yaa, usaha untuk mendekati, mengenal lebih dalam, lalu melamar perempuan itu. Laki-laki kan pengendali, meski keputusan terbesar ada di tangan perempuan.

Baiklah, gue akan memulai postingan ini dengan sebuah cerita yang barangkali sudah pernah kalian lihat atau baca. Begini isi cerita terebut.

Saturday, May 10, 2014

CALON IMAM YANG BAIK

Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Setiap orang yang sudah memasuki kepala dua, atau bisa jadi saat menginjak 17 tahun, telah membayangkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai target, kapan target mulai bisa dicapai, dan yang paling penting niat untuk mencapai target.

"Jodoh di Tangan Tuhan"
Gue percaya banget, Tuhan sudah mengatur semuanya. Tuhan punya jalan supaya gue ketemu jodoh gue, imam gue. Tapi, kan gue juga kudu berusaha untuk menggapainya kan? Makanya, ada ungkapan "manusia yang bertindak, sedang Tuhan yang menentukan". Nah, usaha dulu, baru ada hasil.


Hey ladies, apa yang kalian pikirkan tentang judul tulisan gue? Seperti apa sih calon imam yang baik buat kalian?

Sunday, December 29, 2013

Teman Baru itu Bernama: KK Reg. Jogja

Hallo Desemberkuuuh
Apa kabar?
Long time no see.
Do you miss me?
He'eh? Yes. ^^
*kenapa bahasanya jadi campuran?

Jadi, ceritanya begindang . . . 
Sekitar semester 3 atau sekitar bulan Maret 2012, gue ikutan komunitas blog bernama Kancut Keblenger. Kenapa gue bisa join? Ceritanya, gue kan sering blog walking di blog Alitt, gue iseng-iseng aja klik tab banner temen-temennya gitu. Nah, rata-rata mereka punya banner yang keren. Akhirnya gue klik salah satu, salah dua, atau salah lima dari semua banner. Kok, sebagian besar di blog mereka ada banner "kancut"nya ya? Yaudah, gue klik aja tu banner, akhirnya linknya masuk ke sebuah group. Group blogger. Close group. Widih, karena melihat blog-blog mereka pada bagus. Mereka kreatif, pinter bikin artwork, gue minder. Ah, siapalah gue. Oke, akhirnya gue putuskan untuk mengubah tampilan blog gue menjadi lebih menarik. Meski pada akhirnya biasa aja. Hmhmhm

Gue masih bertahan di Kancut Keblenger (selanjutnya akan disingkat menjadi KK) sampai sekarang. Awalnya asik, gue sering ikutan diskusi-diskusi gitu. Tapi semenjak ada beberapa peraturan tambahan dan gue mulai sibuk dengan tugas, gue jadi jarang nongol. Ngerasa beda aja, apalagi selalu ada tambahan member, lagi dan lagi. You know what? Sekarang member KK sudah mencapai 3000-an. WOW! BERAPA PIT?? TI-GA RI-BU-AN..
Dapet berapa tuh Pit kalau 3000-an?
Lha, mbok pikir ki lagi kulakan po?

Pada suatu hari di grup KK...

Thursday, December 12, 2013

Hello Desember



Hello, Desember.
Seharusnya saya senang bertemu denganmu lagi. Bulan yang paling saya tunggu selama tahun 2013. Penghujung, dan akan menjadi penentu. Tentu saja akan menjadi bulan refleksi diri. Ah, bukan tentu saja, seharusnya. Ah sudahlah.

Ketika saya ketik kata "Desember" pada mesin pencarian gambar, kenapa semuanya tertuju pada salju, natal, dingin. Ah, mungkin karena Desember dingin, maka saya menjadi pribadi yang dingin? Hanya terkaan belaka. Tak adakah yang lebih menyenangkan dari mentari bulan Desember? Ada. Seharusnya. Lagi-lagi menjadi keharusan, keharusan yang sebenarnya tidak nyata.

Mentari Desember memang menyenangkan, ketika tertutup awan hitam. Saya sedih. Tapi kesedihan saya sekarang bukan karena kehilangan mentari di langit. Tapi kehilangan mentari yang biasa bersinar di waktu siang dan malam. Memang ada? Ada. Kamu yang bersinar di hati saya. Saya juga baru sadar, bahwa mentari itu kini telah tenggelam. Benar-benar tenggelam dan tak pernah muncul kembali.

Haruskah saya menyesalinya? Seharusnya.
Andai saja.
Tapi, yasudahlah.

Selamat datang Desember, selamat menikmati hari-hari yang hambar di depan wajah saya.

Tuesday, November 12, 2013

Nyeseknya Mahasiswa Tingkat Akhir

  
Pernah gak pada suatu pagi, di saat lu bangun tidur. Terasa nyesek banget? Bukan nyesek karena (maaf) suatu penyakit. Tapi lebih karena batin. Iya, temen gue (gue pun meng-amin-kan) merasakan hal yang serupa di kala bangun tidur. Bedanya, temen gue cuma kerasa nyesek setiap hari senin, dan gue hampir setiap hari.

TANYA KENAPA?

Setiap manusia diberikan waktu yang sama oleh Tuhan, 24 jam. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu yang sama tersebut yang akan menjadi pemenang. Waktu terasa terlewatkan begitu saja, sia-sia. 

Jujur, semester ini sebenarnya tidak terlalu banyak beban mata kuliah. Hanya 8 sks, 4 mata kuliah. Itulah enaknya jadi mahasiswa tingkat akhir. Namun, dibalik keringanan itu terdapat beban yang dipikul, terasa berat sekali. Tagihan skripsi.

Sampai tulisan ini diketik pun, belum sejengkal pun gue nemuin dosen pembimbing. Padahal, dosen pembimbing telah ditentukan sejak awal semester ganjil ini. Sudah lama, dan gue masih "diam di tempat". Sungguh alasan yang tidak bijak sekali bukan kalau gue bilang "gak ada waktu"?

Setelah nyesek pas bangun tidur, gue juga jadi nyesek kalau lihat foto orang tua, inget orang tua, dan hal-hal yang berhubungan dengan orang tua. Terasa dikejar-kejar karena utang. Emang bener sih, utang kewajiban. Toh, gue juga udah ambil skripsi dari semester 7 ini sih. Gue jadi super sensitif melebihi merek tespack.

Gue jadi inget kejadian sekitar 2 minggu yang lalu. Hari itu, akhir bulan, gue lupa tanggal berapa. Duit gue di ATM limit, di ambang batas sewajarnyalah, meski bisa dikatakan itu masih cukup. Tapi tetep aja hati gue gak tenang. Jadi, malam itu gue kode ke bapak gue. Gue sms pake salam yang sopan, nanya kabar. Terus laporan keuangan deh. Beberapa hari kemudian, gak ada respon. Ah, kode gue gak kebaca atau bapak gue yang lupa? Sampai akhirnya gue WA si teteh, nyuruh bapak baca kode gue. Sehabis isya, ternyata bapak langsung ngirim. Dasar pikun. Gue selalu lupa untuk sms bapak untuk bilang "terima kasih" atau karena gue anak yang gak tau terima kasih? Oh :( tidaaaaaaaak. 

Sebuah percakapan terselip di sela-sela telponan dengan bapak.
Bapak: "dek, gimana? udah mulai?"
gue: "hah? apa? oh, masih di judul."
Bapak: "masih dijudul aja dari dulu? kapan penelitiannya?"
gue: "eum, ade masih harus nyari referensinya dulu. cari teorinya gitu, pak."

Lihat! Apa yang bisa gue lakukan? Gue cuma bisa ngeles. Ini sungguh beban mental. Bagaimana tidak? Gue tau, secara gak langsung gue sedang dibandingkan dengan si teteh yang bulan Desember udah kelar, Januari sidang, Juli wisuda (gak kebagian kursi yang gelombang sebelumnya). Iya, harusnya gue emang lebih memerhatikan tentang hal ini. 

JADI, SELAMA INI LO NGAPAIN AJA DI WAKTU SENGGANG?

Jawaban absurd akan gue lontarkan. Gue nonton film dan drama korea. Daebak~ 
Waktu gue terbuang percuma selama berjam-jam. Kerjaan gue ya cuma nonton, makan, main, kuliah aja cuma 4 kali doang, pacaran, dan hal-hal yang gak berguna lainnya. Gue tau, gue sedang membangun habbit yang buruk. Maka, ketika mulai disinggung-singgung oleh dosen, gue mulai berpikir. Gue gak bisa kayak gini terus. Mahasiswa tingkat akhir memang banyak cobaannya. Dan yang paling tidak mengenakkan adalah boros. Maka, sekarang gue lagi memprogram hidup gue agar tidak boros. Harus pandai memilah dan menabung. Membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Okesip.

Dan sebenernya alasan kesensitifan gue selama ini, terletak pada itu. Beban skripsi. Susah memang untuk mengawali suatu hal semacam itu. Tapi, gue harus! Gue butuh dukungan. Bukan dukungan untuk tetap menunda, tapi dukungan untuk melangkah. Jangan mentang-mentang dosen pembimbing pernah ngasih nilai C ke gue, dan gue jadi diem di tempat. Ah, hal ini tak boleh dibiarkan. 

SEMANGAAAAAAAAAAT PIT!!!!
uyeeaaaaaaaaaaaaaaaaah~

Sunday, October 6, 2013

Ciyeeeee salah Orang ya? Malu Tuuuh~

Kyaaaaaaaaaaaaa 
yow yow yow, whats up yow?

Sudah lama sekali tidak menggunakan bahasa bebas lagi. Ini postingan selingan diantara jurnal-jurnal refleksi selama gue mengajar kemarin.

Pernah gak sih kalian salah orang? Kapan? Dimana? Siapa korbannya? Kenapa bisa salah orang? Bagimana ceritanya? Ciaelah adiksimba (5W + 1H).

Entah kenapa beberapa hari ini sering banget kejadian salah orang. Memang bukan gue pelakunya. Tetapi temen-temen gue dan gue pernah jadi salah satu orang yang jadi korban. Oke, karena gue menyukai sesuatu yang kronologi. Maka, gue akan menceritakan mulai dari hari yang paling awal dulu.

Friday, June 28, 2013

Aku Cinta Tugas Karena ALLAH

Kyaaaaaaaaaaa.. salam huba-huba upiler~
Long time no see 

Kangeen ish gue sama si blog, tapi sayangnya kangennya gue sekarang mah udah teralihkan sama mas (uhuk) pacar. uhuk~ 

Tugas bulan ini emang naudzubillah bisa menyita waktu gue. Tugas akhir dimana-mana. Iya, itu tugas udah kayak manusia php aja, ada dimana-mana. #eh

Awal bulan ini sih enak. Masih minggu tenang, lalu mulai deh ujian. Garagara semester ini gue ambil full sks, jadi tugasnya banyak dan berbobot semua. Iya, kali ini gue bakalan share masalah tugas gue dan penyelesaiannya.

Tuesday, April 23, 2013

Kopdar KK Regional Jogja: Memorable moment

Jreng jreng jreeeeeeeeeeeeeng 
Selamat malam pemilik upil yang budiman.


Beberapa hari ini gue emang lagi good mood, terlebih weekend-nya. It's very memorable weekend.

Pagi itu gue bangun seperti biasa kesiangan karena malemnya gak bisa tidur (lagi). Beberapa malam ini gue emang sering insom. Sepertinya sejak tugas stilistik yang super duper menyita waktu itu deh. Ppfft! *skip*

Hari minggu, KK (komunitas kantjut ketje regional Djogdja) mengadakan kopdar. Tempatnya di Tamansari, dan menurut jadwal yang telah disepakati itu jam 10.00. Dasarnya gue yang gak bisa hidup tanpa onet. Sebelum berangkat (jam 09.25) gue masih sempet-sempetnya main onet dulu, meski cuma bertahan sampe level 5 doang.

Pas mau ganti baju, gue baru inget kalo kaos KK-nya belom disetrika. Ah, selalu saja lupa akan rutinitas. Kaos KK emang sengaja gak pernah gue londri, karena gue gak mau sesuatu yang dulu terjadi dengan jeans gue terjadi pada si kaos kancut.

Tentu saja gue datang terlambat, entah gue juga lupa telatnya berapa menit. Gimana gak terlambat kalau gue aja baru cuus jam 10, terus beli makanan, terus berhenti dulu buat nanya-nanya lokasi Tamansari plus telponin si Ika yang gak angkat telpon gue yang ternyata pacaran sama Juni Pas di parkiran, gue ketemu sama Mesa yang ternyata anak UNY juga. Tapi doi angkatan 2012. Iya, dia dibawah gue dua tahun, jurusan PLB. Gue bisa nemuin Mesa berkat kaos KK, ah untunglah warna merah lebih bisa memancing perhatian. Pantesan banteng demen. *eh

Gue masuk dengan berbayar Rp3000 perak, murah kan? Kapan lagi lo masuk wisata dengan harga semurah itu? Wisata di Jogja emang murah-murah kok. Makanya kalo pengen kopdar, ke Jogja aja. Cocok banget buat kantong pelajar dan mahasiswa. hehe

Gue dan Mesa muterin Tamansari bagian kolamnya, dan ternyata mereka kumpul di bangunan tinggi setelah lorong. Akhirya kami harus jalan cukup jauh. Tapi setelah ketemu sama anak KK yang lain. Eng ing eng... muka-mukanya emang asing semua. Iyalah. Namanya juga kopdar pertama, pasti sama orang yang gak dikenal.

Sunday, March 31, 2013

Aku Menemukan Versi Kecilmu

“Pit, nanti kumpul di perpustakaan ya. Kita mau rapat dengan OSIS.” Begitu ucap temanku, menyampaikan amanat sang ketua. 

Aku hanya mengangguk santai, perhatianku masih tertuju dengan koran hari ini di lobi sekolah. Dua menit kemudian, temanku menggamit tanganku agar aku bergegas. 

Kami memang memiliki basecamp di aula sekolah, namun untuk sementara kami sering berkeliaran di perpustakaan karena ada banyak sekali buku yang belum dilabel. Ya, kami jadi pustakawan dadakan. 

Setibanya di perpustakaan, aku langsung duduk bersama yang lain, tentu saja dengan para OSIS sekolah itu. Pandanganku masih sibuk menyapu rentetan buku yang belum juga sempat dirapikan. Sampai pada akhirnya sang ketua KKN berdeham tanda rapat akan segera dimulai dan agar semuanya fokus. 

Akupun mengalihkan pandanganku pada sesosok anak laki-laki hitam manis yang ternyata bernama (sebut saja) Ilham, ketua OSIS. Deeeg! Entah kenapa, aku melihatmu disosoknya. Iya, hitam manisnya sama. Hanya aja senyummu lebih manis dari dia. Kalian juga sama-sama memiliki jiwa pemimpin. Aah! Aku menghela nafas sejenak. Mengatur memoriku yang mendadak jadi flashback ke zaman SMP dan SMA. Juga masa dimana aku dan kamu sama dengan kita. Iya, ‘kita’ yang terlalu singkat. 

Lantas kenapa aku harus mengingatmu lagi? Padahal sebelumnya tidak sekalipun aku mengingatmu, karena ada dia. Ah siapa pula dia?

Tuesday, March 12, 2013

Nyoook camping nyoook!

Semangat Siaaaaaaaaaaaang . . .
Siang yang indah dengan nuansa weekend. Weekend? iya, weekend gue berpindah gara-gara kegiatan padat kemarin. ciaelah.

Terakhir kali ngeblog, sepertinya gue menjanjikan bagaimana presentasi Sosiolinguistik gue.  Gue udah lupa rasanya gimana pas sebelum presentasi, karena memang udah seminggu lebih. Pada intinya gue cukup menguasai materi dan berhasil mengantongi nilai A-. Alhamdulillah deh yaa. Cukup!

Gue sekarang mau cerita tentang weekend gue yang tersita. Bulan ini gue mulai menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN gue dibagi dua, ada yg sekolah dan ada yg masyarakat. Kenapa demikian? Karena di sekolahlah tempatnya guru mengajar, sedangkan masyarakat sebagai bakti seorang mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya sekaligus menjalankan tri dharma perguruan tinggi nomer 3, pengabdian masyarakat. Sialnya KKN adalah kita harus melakukan apapun yang diperintahkan oleh tuan rumahnya.

Fine, sebelumnya gue perkenalkan dulu kalau gue KKN di SMP 14 Yogyakarta dengan 9 orang temen gue yang berbeda jurusan. Gue disana sama Isma, sebagai patner satu jurusan. Agenda pertama kami adalah nge-camp. Yeeaaaah! Awalnya sih seneng, tapi ternyata capek. Iyalah yaah! 

Wednesday, February 27, 2013

Aturan DOSEN

Assalamualaikum...
walaikumcalam...
eh masih kecil kok pinter ya? pasti susunya mahal.

Selamat sore untuk seluruh keluarga upil di dunia. uhuk uhuk
*bersihin sarang laba-laba di langit-langit blog*

Sepertinya gue emang bukan blogger yang baik, karena gue tega meninggalkan dan mencampakkan blog gue selama sebulan lebih. Bahkan buat bales komenpun telat. Maaf ya. Sebelumnya karena emang pulsa modem gue abis, dan tentu saja gue disibukkan dengan agenda KKN dan eerrr kuliah semester 6.

Sore ini gue cuma mau basa-basi doang. Belum ada cerita yang menarik. Mungkin besok setelah gue presentasi makul Sosiolinguistik. Dosen makul itu nggak killer, tapi rempong. Pertama kali masuk kelas gue, beliau sudah membuat peraturan, beberapa peraturan emang dibuat eksplisit. Nih beberapa kisah gue di kelas Sosling.


1. Minta izin dulu yaaa
Ketika temen gue (si A) terlambat masuk kelas, dia tidak langsung duduk, melainkan minta izin dulu kalo dia terlambat dan meminta maaf. Namun, ketika temen gue (si B) terlambat dan tidak meminta izin. Beliau mengatakan bahwa "sebaiknya Anda mencontoh temen Anda (si A)". Nah, eksplisit kan?

2. Aturan bikin makalah yang rempong. 
Makalah dibuat dalam waktu satu minggu dan tidak boleh menggunakan kutipan dari internet. Beliau mengancam akan memberikan nilai rendah apabila ada kelompok yg ketahuan ngambil dari internet. Beliau jg mengatakan bahwa beliau memiliki beberapa server untuk mendeteksi plagiarism dan temen-temen gue gak ada yang percaya. Tapi, tetep patuh kok mereka. Rempongnya bukan karena gak boleh pake internet, tapi baru kali ini ada dosen yang menyuruh mahasiswanya menggunakan kutipan di setiap kalimat dalam makalahnya. Beuh, terus tulisan hasil pemikiran gue ditaro dimana dong? Selain itu, makalah + ppt harus dikumpulkan via email satu hari sebelum makul itu berlangsung. Terakhir kali gue ngerjain makalah itu, temen-temen gue baru cabut dari kosan setelah jam 12 malem. Muke gile.

3. Aturan main presentasi
Setiap kelompok akan diundi untuk melakukan presentasi. Jadi, pas makul itu semua kelompok harus sudah siap semua, baik makalahnya maupun ppt-nya. Eh pas diundi, kebetulan yang maju kelompok kakak kelas yang ngulang, tentang penelitian. Karena kasihan, kami pun memutuskan bahwa itu hanya uji coba. Presentasinya emang buruk. Dosen bilang kalau presentasi jangan sekali2 bawa makalah, hanya catatan kecil. Beuh, bener2 nguji mental. Apalagi nanti akan dicecar dengan pertanyaan2 yang tak terduga. Iya, kelompok gue maju hari senin depan (4 Maret). Doain gue semoga lancar yaa ^^

4. Aturan lain
Dosen tidak menyukai mahasiswa yang lambat dan tidak peka terhadap sekitarnya.

#FYI aja sih yee, dosen gue ini cewek dan mirip banget sama temen sekelas gue, Entin. Iya, masih inget kan si Entin yang disini dan disini? Temen gue yang sama rempongnya. Tapi si Entin sekarang udah mendingan kok, gak pernah grepe-grepe gue lagi. haha serem ya 

Baiklah..sekian dulu postingan dari gue..

BYE!

Sunday, January 6, 2013

Get Well Soon My Dear (Lepil)

Selamat siaaaaaaaaaaang para pengupil dimana pun anda berada :D
Semangat ngupil yees!

Manusia memang tidak pernah luput dari sebuah kesalahan. Kesalahan ada karena kita tidak tau atau karna kecerobohan kita. Postingan gue kali ini emang rada serius. Gue belajar bagaimana menyikapi hidup supaya lebih bijaksana. Kesialan ini terjadi bertubi-tubi di semester 5. Wait, WHAT? kesialan? apakah gue percaya sebuah kesialan? kesialan dan keberuntungan sangat erat dengan nasib. Nasib? apa itu nasib?

Menurut KBBI nasib itu adalah sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir. Sesuatu yang telah ditentukan oleh Tuhan tentu tidak bisa dirubah-rubah oleh manusia, sudah menjadi keputusan mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Tapi, pemaknaannya dapat kita rubah. Bagi gue sih, takdir itu ibarat sebuah perahu yang terombang-ambing dalam lautan dan nasib adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengendalikan itu dan bisa mencapai daratan. 

Lu masih kagak ngarti?

Thursday, December 27, 2012

Happy Birthday?

Holaaaaaaa.....
selamat soreee...

Saatnya gue update blog yang lumayan gak keurus beberapa bulan terakhir ini. Gue update seperlunya, beda kayak bulan-bulan-bulan-bulan-bulan yang lalu (Nah, lho berarti bulan apa tuh).
Sebelumnya gue mau ngucapin banyak terima kasih buat temen-temen facebook gue dan sahabat-sahabat gue tercinta atas ucapan dan doanya tiga hari yang lalu.

Ada banyaaaaaaak banget sms dan wall ucapan selamat ulang tahun. Ah, ngemengin soal ulang tahun. Gue pun jadi punya sebuah hipotesis bahwasanya facebook adalah perantara memori otak manusia kelewat gahoel. Iya, temen-temen gue jadi inget ulang tahun gue karena adanya jejarsos begituan. Tapi gue cukup bersyukur ternyata masih banyak orang yang peduli sama gue. Tapi kecewanya adalah, mereka hanya mengucapkan hanya karena diingetin facebook, bukan dari ingatan mereka sendiri. Dan sekedar basa-basi bagi yang akrab banget. Yap, bukankah tidak semua teman facebook lu adalah teman lu di dunia nyata? Yaa, bukannya mau suudzon atau gimana, kenyataannya gue pun kadang demikian, sekedar basa-basi.

Tahun lalu, gue sengaja menyembunyikan tanggal ulang tahun gue, dan memang terbukti hanya segelintir orang yang inget. Gue rasa, orang seperti mereka lah yang benar-benar punya daya ingat yang cukup wow! hehe Ada sanggahan?

Wednesday, December 19, 2012

RSJ: dari nginep sampai hilang barang-barang

KOMUNITAS AKAR!!!
(Akar menghujam menuju 12, SEMANGAT!)
Begitu bunyi jargon yang selalu dielu-elu kan kami, komunitas akar. Komunitas akar adalah sebuah komunitas yang dibentuk sejak kami menginjak semester 3 (2011) oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2010 kelas K. Kami menamai komunitas akar, karena akar adalah bagian dari pohon yang paling penting. Ia yang menopang semua yang ada di pohon. Harapannya, kami dapat membentuk pondasi yang mengakar erat demi mencapai tujuan bersama. Kompak. Kurang lebih seperti itu. Hehe

Pada semester tiga kami telah mementaskan sebuah dramatisasi dan musikalisasi puisi berjudul "Jejak di Atas Aspal". Sebuah pementasan perdana yang membuat gue deg-deg-serr! haha gue tidak ikut main, gue hanya orang belakang yang memainkan laptop (baca: operator).

ini hasil design gue
Nah, di semester lima akhirnya kami dapat mementaskan pementasan kedua, yakni RSJ (Rumah Sakit Jiwa). RSJ adalah sebuah drama karya N. Riantiarno. Drama ini mengisahkan seorang dokter baru yang ingin merubah sistem penyembuhan di RSJ. Namun, karena dokter lama tidak menerima kehadirannya, akhirnya ia difitnah memperkosa seorang pasien dan dipecat dan bunuh diri. Tragis bukan? drama banget ya? hihi
ini juga hasil design gue

Gue sebagai apa? Operator lah, apalagi. Iya, gue sebagai Koord. PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi). Tapi, gue bangga meski gak maen. Entah kenapa.

Tuesday, November 13, 2012

Senja dibatas Rindumu



Sayang, apa kabarmu hari ini? Sore ini adalah kedua kalinya aku mencoba menghirup segarnya keceriaan taman dekat audit. Bukan karena aku sering berkunjung bersama mantan, tapi aku suka suasananya, jauh sebelum aku punya mantan disini. 

Sayang, aku begitu merindukanmu, sangat. Rasa rindu yang jauh lebih hebat dari sang mentari menunggu fajarnya di kala petang. Apakah rindu itu terbayar bila hanya kuingat dirimu? Sepertinya tidak. Ah, berbicara tentang ingatan aku jadi teringat sebuah album dalam ideasi pikiranku, tentu saja tentang kamu. Bila aku pulang nanti, kaset itu seolah terputarkan kembali. Ya, hanya sebuah kaset memori bajakan. Bukan asli. Aslinya sangat mahal, aku tak sanggup membelinya. Bukan karena aku tak punya uang, tapi aku tak sanggup membeli hatimu lagi untuk kembali melihatku. Itu harga yang sangat mahal bagiku. 

Sayang, tak apakan bila kupanggil demikian? Aku hanya mengenang. Ah, bahkan dulu kita jarang menggunakan kata itu. Kita lebih sering memanggil nama. Pernah suatu hari aku memintla satu nama favorit untuk kita, belo dan loved. Tapi penyebutan membuat kita kesulitan. Kamu tak mau aku panggil belo, padahal aku bacanya ‘bilo’ bukan ‘belo’. Konyol bukan? 

Hanya karena mengingatmu, hati ini terasa berbeda. Ada yang sesak. Tak terungkap dan rasanya begitu cettar membahana. #LHO? 

Kenapa kenangan harus ada? Kenangan itu sebenarnya aku yang menciptakan. Ia takkan ada bila tidak dipanggil atau terpanggil. Jadi, ketika aku tersakiti karena sebuah kenangan. Aku sama saja sedang menyakiti diri sendiri. Ah tidak, terkadang aku hanya menguji diri sendiri, sekuat apakah aku menerima kenyataan. Namun, berkali-kali aku mengujinya, berkali-kali pula aku terjerumus kesakitan yang sama. Bahkan bila sakit itu terjahit, jahitannya bukan sembuh malah semakin menganga, dan mungkin saja lebih dalam. 

Bila kau jatuh dan terluka lalu kau jatuh lagi di tempat luka yang sama. Bagaimana rasanya? Sakit bukan? Begitulah aku. Ketika aku sedang terpuruk karena berpisah denganmu lalu ternyata kamu telah bersamanya, rasa sakitnya di tempat yang sama, hatiku. 

Cinta selalu membuat wanita untuk mendramatisir. Benarkah itu? Seterluka itukah aku? Entahlah sayang, aku hanya ingin kau disini. Sekarang. 

Maaf, karena aku tak bisa membungkus senja kali ini seperti yang dilakukan seorang tokoh cerpen Seno Gumira. Lain kali, akan kutunjukkan langsung bagaimana potret senja bila bersamaku. Potret senja di sebuah pedesaan yang menghijau. Rumah sederhana dengan bukit yang berumput manila. Beberapa puluh meter dari rumah itu terdapat sebuah sekolah, disanalah tempatku mengajar. Sedangkan kamu? Kamu sibuk dengan usaha peternakan kita. Ah, sungguh mengharu biru bila mengingat sebuah cita-cita itu. Akankah kita menemukan gambar yang sama dengan cover facebookmu dalam hidup kita kelak? Hanya Tuhan yang tahu. 

Maka, izinkan aku disini untuk terus menunggu. Menunggu tanpa lelah. Menunggu datangnya kamu. Menunggu tanpa tangis. Dan menungguku kali ini seperti sebuah ketidakpastian. Tapi, aku harap ada keajaiban dari menungguku. 

Saturday, November 10, 2012

Doa Kala Senja Mencumbu Langit

sumber
Senja mengerti apa yang terjadi. Senja yang sama dengan perasaan yang berbeda. Aku melepasmu bukan berarti merelakanmu. Aku meninggalkanmu bukan berarti melupakanmu. Tidak sama sekali. Aku bahkan masih mematung, cengo. Apa yang sebenarnya kupikirkan dulu? Mengapa aku harus sok munafik? Aku bahkan masih memiliki rasa yang sama. 

Tapi, apa yang sebenarnya aku inginkan? Benarkah aku menginginkan hal yang dulu kita jalani bersama? Atau aku hanya merindukan sosok kita di masa itu? Sebuah lagu seolah menyadarkanku, lagu berlirik ‘bukannya aku takut kehilangan dirimu, tapi aku takut kehilangan cintamu’. Apakah aku hanya merasakah hal demikian? Aku takut kehilangan cinta dalam sosokmu. Ah persetan. Aku hanya tau bahwa aku pincang tanpa penopang. Disini, sekarang ini, aku hanya merasakan bahwa aku merindukanmu. Sangat. Itu saja! 

Hati selalu bergejolak. Menciptakan banyak tanya, aku bertanya tentang keadaanmu, bertanya tentang sejauh mana kau sangat mencintai kekasihmu, dan bertanya apakah ada namaku dalam hatimu? Aku harap, masih ada. Biar saja walau itu hanya secuil, aku hanya ingin eksistensiku diakui olehmu. 

Percayalah, rasa galau seperti ini selalu muncul layaknya api yang meletup-letup yang bahkan bisa membakar diriku sendiri ketika disembur oleh pikiran-pikiran melankolis sebagai bahan bakar minyaknya. Tidak hanya pikiran melankolis yang muncul, bahkan tak pelak rasa lebay muncul disana. 

Dulu, aku selalu berpikir. Jika aku mati, apakah kamu akan tau semua rahasia dalam sekotak hati yang hancur? Akankah kamu membaca blogku? Atau haruskah aku menitipkan sebuah amanat kepada sahabat-sahabatku? Apakah kamu akan menyesal? Aku harap ya. 

Tak jarang pikiran jahatku muncul. Kamu akan menyesal setelah tau bahwa orang yang sangat mencintaimu mati dalam keadaan membawa hati yang sangat hancur. Kamu akan menyesali semuanya, selamanya. Tapi pikiranku yang lain, selalu berjiwa sok bijaksana. Bijaksana dalam memahami kenyataan. Bijaksana dengan melapangkan hati. Ah, persetan dengan kemunafikan. Aku sudah bosan hidup dalam kemunafikan. Berjalan di atas aspal yang tidak sesuai dengan hatiku. Bosan aku tersenyum dalam hati yang patah. Jenuh aku berjingkrak riang di atas bara api kecemburuan. 

Tuhan, bila memang aku diciptakan untuk mencintainya. Apakah ia juga diciptakan untuk mencintaiku? Meski sekarang ia bersama kekasihnya, apakah mereka akan berjodoh? Tolong berikan aku kisi-kisinya, Tuhan. Aku sangat penasaran. Bertahun-tahun aku mengikatkan tali pada sebuah kesia-siaan. Berkali-kali hati yang hancur itu terobati, namun tidak pernah benar-benar utuh sempurna seperti lima tahun silam. 

Dan pada akhirnya, aku hanya bisa berdoa pada Tuhan. Aku memasrahkan semuanya pada Tuhan. Bila memang ia jodohku, tolong dekatkan. Tapi, jika memang ia bukan jodohku, tolong jauhkan bahkan cabut saja sampai akarnya pohon kenangan aku bersamanya bersama rasa cintaku padanya. Aku lelah, capek, enggan bila harus terus menghirup napas untuk menghidupi hati yang nyaris tak dapat utuh lagi.

Saturday, November 3, 2012

Penggalauan Hestek #AkuIngetBanget, #AkuTauBanget, dan #HarusnyaKamuTau.


Ketika seorang gadis mulai menggalau di pojok kamarnya. Ketika hati seorang gadis pincang karena tak ada pegangan. Ketika seorang gadis menanti apa yang telah tertelan waktu. Ketika seorang gadis membicarakan cinta yang berlari bersama detik-detik kehidupan. Ketika seorang gadis masih mengharapkan cinta pertamanya. Ketika seorang gadis mengenang apa yang disebut kenangan masa lalu. Ketika seorang gadis gagal menata hatinya. Ketika seorang gadis telah luput dari kesadaran logikanya. Ketika seorang gadis sedikitpun tidak memperhatikan jalan di depannya. Ketika seorang gadis terus menoleh ke belakang demi cinta pertamanya. Ketika seorang gadis tersungkur dalam keterpurukan belenggu kelam. Ketika seorang gadis hanya bisa bungkam melihat kenyataan. Ketika seorang gadis berada dalam pilihan perjuangkan atau tinggalkan. Ketika seorang gadis hidup bersama malam dan kegalauan. Ketika seorang gadis mulai menapaktilasi apa yang telah terjadi. Ketika seorang gadis menuliskan kronologi lima tahun yang lalu. Ketika seorang gadis berkata #AkuIngetBanget dan #AkuTauBanget dan #HarusnyaKamuTau.

Jangan berani meneruskan apabila anda tidak ingin galau, lebih baik close tab dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Sebelum tetesan air mata yang harus membayar semuanya.

Baiklah, saya akan segera memulainya . . .

Friday, November 2, 2012

Semester 5: Antara galau, latihan drama, dan #NovemberWish

WELCOME NOVEMBER!!
Mangga kalebet! Semoga hidup gue semakin galau lebih baik dan bermakna #amin

*ngulet* Ciat ciat ciat ciaaaaaaaaaat!!!
akhirnya gue bisa bangun pagi juga. Alhamdulillah. Tapi kan hari ini lo gak ada kuliah pit. Ah no problem. Bangun pagi kan gak harus karena kuliah pagi aja, tapi karena merindukan untuk bersujud kepada-Nya di waktu subuh. Jadi, selama ini lo gak pernah shalat pit? Minggu kemaren gue lagi gak shalat, eh kebablasan kebiasaan bangun siangnya sampe gue shalat -___-" Itulah buruknya gue!

Eh, tapi hikmah bangun pagi yang gue dapatkan adalah gue bisa shalat sebelum matahari terbit, nulis blog yang udah lamaaaaaaaaaaaaa banget gue cuekin dan inget mantan. *eeh mulai lagi*

Sepertinya udah bukan hal aneh lagi dengan isi blog gue yang isinya curhatin tentang gue yang sering bangun kesiangan. Nah, itulah kebiasaan buruk gue. Ah, tapi kan semuanya berawal dari niat sodara-sodara! Ketika dua hari terakhir kemaren gue kelewat shalat, sebelum gue tidur gue cuma berdoa tanpa memantapkan niat untuk bangun subuh. Naah, setelah semalem gue berdoa dan menambah doa untuk dibangunkan saat subuh, itu semua terkabul. Alhamdulillah yaa cettaaaar sekali. *eeh

Friday, September 14, 2012

Tiga S #SayaSokSibuk

KAMPRETOOOOOOOOSS!! 

Salam pembuka yang agak gimana gitu di kuping. Entah kenapa saya suka aja. 

Ehem…Sudah lama sekali yaaa saya tidak menulis lagi. Kangennya sih pake banget. Tapi, emang kemaren-kemaren dan bulan ini saya sibuk. Ciyeee sibuk. Suer! Saking sibuknya gue, gue belum say “welcome to September” dan “make a wish for September”. Penting? Iya dong, hidup kan tak bisa hidup tanpa harapan. Tul? 

Eniwei saya akan melaporkan beberapa hal dalam postingan kali ini. Pertama, postingan ini akan membahas review kegejean hidup saya. Kedua, saya ganti subjek karena ngikutin Keenan di Novel Perahu Kertas, hehe. Ketiga, postingan ini tanda bahwa saya nongol di blog lagi. Keempat, kalau di pembukaan udah gak berkenan baca, silahkan close tab, hehe. 

Sibuk. Kata yang saya mulai rasakan akhir-akhir ini? Mahasiswa memang dituntut banyak tugas, banyak belajar, banyak aktif, banyak online, banyak tidur, banyak makan. Tugas mulai bermunculan, kewirasahaan ada tugas untuk wawancara pengusaha yang omset perbulannya minimal 100 juta. WOW! Tugas kritik sastra adalah mengkritisi cerpen Kompas terbitan tanggal 9 September yang lalu. WIW! Tugas semantik adalah merangkum isi buku yang bahasanya pake bahasa Inggris. WEW! Tugas evaluasi pengajaran dan drama dan perencanaan pengajaran suruh nyari buku seabrek dan susah. WAW! Tugas PDD untuk acara pentas adalah desain pamlet, leaflet, spanduk, banner, sticker, pin, kaos, slide. WOWIWEWAW!!! 

Saya mengetik semuanya sambil ngemil upil saking banyaknya! Unbelievable betapa banyak. Lantas, apakah hanya itu? Tentu saja tidak, saya bahkan menjadi PDD di acara HIMA yang lain. Cukup menarik napas saja. Semoga ada jalan untuk memanage semuanya dan tidak tergoda lagi untuk memainkan game Mistery Case 2. Amin.
penampakan game paporit gue

 Dua hari ini saya dan teman-teman makan di angkringan. Bagi yang tidak mengenal angkringan, angkringan itu semacam warung makan beroda. Angkringan berjualan menggunakan gerobak, yang uniknya angkringan tidak memakai kompor apalagi gas, tapi memakai arang. Waah, sangat merakyat. Saya dan teman-teman merasa lega ketika makan lantas dilanjutkan dengan berbincang-bincang. Eeaaa kok kethok abot banget yo! Padahal neng kono mung guyon-guyon thok! Haha 

Kemaren kami memilih angkringan sebagai tempat makan sebagai korban kenistaan dompet yang kian menipis sehabis nonton dengan harga tiket yang sudah naik. Maklum, terakhir nonton itu pas The Raid tayang. Sehabis itu, sibuk lagi. Kemaren kami nonton Perahu Kertas dengan penonton yang setengah bioskop pun tak ada saking terlambatnya. Iya, itu faktor sibuk juga. Padahal saya baru seperempat baca novelnya dan sekarang pun belum selesai. Lagi-lagi karena sibuk. 

Eh Pit, lu sibuk beneran atau cuma mengkambinghitamkan si sibuk?

Wednesday, August 29, 2012

saya bertanya: CINTA


Apa itu cinta? Seperti apa bentuk cinta? Bagaimana ciri-ciri cinta? Kapan cinta itu dikatakan ada? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah segelintir tanya tentang cinta. Pertanyaan yang terkadang orang dewasa saja sulit menjawabnya. Apabila anda ditanya hal demikian, apa jawaban yang akan anda berikan? 

Indah ketika mersakannya? Nyaman ketika menatapnya? Memabukkan ketika bertemu dengannya? Atau justru menyakitkan ketika cinta itu hancur? 

Baiklah, sebelum melangkah lebih jauh, disini saya tidak ingin menggurui atau bernasihat. Tapi, saya hanya ingin berbagi apa yang saya pikirkan dan apa yang saya ketahui. Sehingga saya akan menjabarkan tentang CINTA. Bagi yang tidak berkenan, silahkan close tab. 

Arti cinta akan menjadi sangat sederhana dan menjadi sangat kompleks. Mengapa demikian? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Cinta akan begitu sederhana bagi anak kecil misalnya dan akan sangat kompleks ketika cinta mulai terkontaminasi dengan pemikiran-pemikiran orang dewasa yang juga kompleks. Arti cinta bagi orang jatuh cinta akan berbeda dengan orang yang baru patah hati. Setuju? Oke, pertanyaan pertama sudah terjawab. 

Orang yang bertanya bentuk cinta adalah orang yang aneh. Cinta itu sebuah rasa yang tentu saja tak terbentuk. Abstrak. Saking abstraknya cinta, maka definsi cinta jadi tak terbatas seperti yang telah saya tuturkan sebelumnya.