Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Saturday, May 10, 2014

CALON IMAM YANG BAIK

Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Setiap orang yang sudah memasuki kepala dua, atau bisa jadi saat menginjak 17 tahun, telah membayangkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai target, kapan target mulai bisa dicapai, dan yang paling penting niat untuk mencapai target.

"Jodoh di Tangan Tuhan"
Gue percaya banget, Tuhan sudah mengatur semuanya. Tuhan punya jalan supaya gue ketemu jodoh gue, imam gue. Tapi, kan gue juga kudu berusaha untuk menggapainya kan? Makanya, ada ungkapan "manusia yang bertindak, sedang Tuhan yang menentukan". Nah, usaha dulu, baru ada hasil.


Hey ladies, apa yang kalian pikirkan tentang judul tulisan gue? Seperti apa sih calon imam yang baik buat kalian?

Thursday, May 1, 2014

TIPS BANGUN PAGI

Selamat pagi!!

Pagi ini gue mau share tips bangun pagi versi gue. Sebenarnya ini berdasarkan pengalaman gue juga sih. Soalnya gue termasuk orang yang susah bangun pagi. Meski tidur lebih awal, terkadang gue tetep aja kesiangan. Oke, selamat membaca.

1. Pasang Alarm Lebih Banyak
Tips pertama ini memang klasik. Zaman sekarang siapa sih yang gak punya alarm? Alarm selalu ada di setiap hape, dari model hape zaman nokiatigatigalimapuluh sampe era smartphone pasti ada alarm. Nah, manfaatin itu. Gue sih sebagai orang yang susah bangun pagi, selalu pasang 5 alarm dengan rentang waktu 10 menit. Bisa aja sih pasang 1, terus di snoozing, terus bunyi lagi 10 menit kemudian. Tapi, pertanyaannya adalah “Bisa nggak bangun di alarm pertama?”. Tips ini sangat berlaku bagi mereka yang tinggal sendirian atau gak ada temen/sodara/pacar yang bisa diandalkan.

2. Jauhkan Alarm
Pasang alarm di jarak yang susah dijangkau ketika tidur juga bisa membantu bangun pagi. Kenapa gitu? Soalnya kalau pas alarm bunyi, kalian ada alasan untuk beranjak atau melek. Tapi, jangan kejauhan juga. Jangan sampe kalian tidur di kamar, alarm ditaruh di dapur. JANGAN. 

3. Jam Weaker Jumbo
Tips selanjutnya adalah dengan menggunakan jam weaker jumbo. Gue menyarankan ini karena berdasarkan pengalaman temen gue, dia langsung loncat begitu denger suara alarm yang dia pasang. Iya, ini kenyataan, suara deringannya memang bombastis. Dia sengaja beli itu karena sering kesiangan, tetapi semenjak kejadian dia bangun dan langsung kayak serangan jantung, dia kapok pakai alarm dari jamnya itu. Pada akhirnya beli cuma buat pajangan doang, deh. 

4. Dibangunin orang rumah
Tips ini gak berlaku bagi mereka yang tinggal sendirian, gak punya temen/sodara/pacar yang bisa diandalkan. Pengalaman gue pas zaman sekolah bahkan sampe kuliah (kalau lagi di rumah), setiap pagi dibangunin ibu. Pintu kamar digedor dan gak sekali dua kali gue kaget sampe jantung kerasa deg-degan banget. Gak cuma tu, ibu selalu nengokin ke kamar bahkan setelah gue keluar kamar untuk wudhu, pokoknya sampe gue pake mukena, terus shalat. 

5. Dibangunin orang yang gak serumah
Tips ini juga berlaku bagi orang yang punya temen/sodara/pacar yang bisa diandalkan. Selain itu, hape tidak dalam mode silent, karena akan sia-sia juga, apalagi kalau vibranya juga dimatiin. Sangat percuma. Pengalaman gue sih, dulu gue pernah dibangunin pacar (sekarang mantan) via telpon dan gue baru bangun ketika dia telpon untuk ke-39 kalinya. Waktu itu, hape gue gak dalam mode silent, vibranya juga aktif. Gue gak tau, itu karena gue yang kebo atau yang telpon cuma sekali “tuuut” langsung dimatiin atau gimana L Tapi, kalau sekarang ada yang nelpon pagi, gue langsung terbangun.

6. Jangan Begadang
Setiap kejadian pasti mengandung sebab dan akibat. Akibat bangun kesiangan pasti banyak, salah satunya yaa jangan begadang. Haha Idealnya, manusia itu membutuhkan tidur selama 6 jam. Kalau kalian tidurnya begadang, dan terbiasa tidur selama 5 atau 6 jam, otomatis waktu bangun juga akan menyesuaikan jumlah jam tersebut. Jadi, kalau emak gue sering bilang gue gak boleh tidur malem-malem, gue nurut. Gue tidurnya pagi, setelah shalat subuh. Kan yang penting bukan malem-malem. :|

7. Banyak Minum Sebelum Tidur
Tips ini jurus pamungkas bagi gue, banyak-banyaklah minum air putih sebelum tidur, soalnya ketika kalian banyak minum air sebelum tidur, pasti bangun karena kebelet pipis. Tapi, meksipun ini tips pamungkas tetep aja ada kemungkinan gak sesuai harapan. Misalnya saja, kebelet pipisya bukan pas pagi tapi tengah malem, syukur-syukur pas dua pertiga malam, bisa shalat tahajjud juga bagi yang muslim. Selain itu, bisa juga karena kalian yang saking malesnya ke kamar mandi, jadi pipis di kasur. Duh.

Tanpa tips-tips di atas, sebenernya kalian bisa bangun pagi, asal kalian punya NIAT. Iya, ketika niat dan tekad sudah bulat, pasti bisa bangun pagi. Karena seperti sudah terpasang dalam pikiran, kalau kalian harus bangun pagi. Gue harap tips-tips di atas bisa membantu kalian yang susah bangun pagi, khususnya orang yang susah move on dari kasur.

Sunday, December 29, 2013

Teman Baru itu Bernama: KK Reg. Jogja

Hallo Desemberkuuuh
Apa kabar?
Long time no see.
Do you miss me?
He'eh? Yes. ^^
*kenapa bahasanya jadi campuran?

Jadi, ceritanya begindang . . . 
Sekitar semester 3 atau sekitar bulan Maret 2012, gue ikutan komunitas blog bernama Kancut Keblenger. Kenapa gue bisa join? Ceritanya, gue kan sering blog walking di blog Alitt, gue iseng-iseng aja klik tab banner temen-temennya gitu. Nah, rata-rata mereka punya banner yang keren. Akhirnya gue klik salah satu, salah dua, atau salah lima dari semua banner. Kok, sebagian besar di blog mereka ada banner "kancut"nya ya? Yaudah, gue klik aja tu banner, akhirnya linknya masuk ke sebuah group. Group blogger. Close group. Widih, karena melihat blog-blog mereka pada bagus. Mereka kreatif, pinter bikin artwork, gue minder. Ah, siapalah gue. Oke, akhirnya gue putuskan untuk mengubah tampilan blog gue menjadi lebih menarik. Meski pada akhirnya biasa aja. Hmhmhm

Gue masih bertahan di Kancut Keblenger (selanjutnya akan disingkat menjadi KK) sampai sekarang. Awalnya asik, gue sering ikutan diskusi-diskusi gitu. Tapi semenjak ada beberapa peraturan tambahan dan gue mulai sibuk dengan tugas, gue jadi jarang nongol. Ngerasa beda aja, apalagi selalu ada tambahan member, lagi dan lagi. You know what? Sekarang member KK sudah mencapai 3000-an. WOW! BERAPA PIT?? TI-GA RI-BU-AN..
Dapet berapa tuh Pit kalau 3000-an?
Lha, mbok pikir ki lagi kulakan po?

Pada suatu hari di grup KK...

Tuesday, November 12, 2013

Nyeseknya Mahasiswa Tingkat Akhir

  
Pernah gak pada suatu pagi, di saat lu bangun tidur. Terasa nyesek banget? Bukan nyesek karena (maaf) suatu penyakit. Tapi lebih karena batin. Iya, temen gue (gue pun meng-amin-kan) merasakan hal yang serupa di kala bangun tidur. Bedanya, temen gue cuma kerasa nyesek setiap hari senin, dan gue hampir setiap hari.

TANYA KENAPA?

Setiap manusia diberikan waktu yang sama oleh Tuhan, 24 jam. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu yang sama tersebut yang akan menjadi pemenang. Waktu terasa terlewatkan begitu saja, sia-sia. 

Jujur, semester ini sebenarnya tidak terlalu banyak beban mata kuliah. Hanya 8 sks, 4 mata kuliah. Itulah enaknya jadi mahasiswa tingkat akhir. Namun, dibalik keringanan itu terdapat beban yang dipikul, terasa berat sekali. Tagihan skripsi.

Sampai tulisan ini diketik pun, belum sejengkal pun gue nemuin dosen pembimbing. Padahal, dosen pembimbing telah ditentukan sejak awal semester ganjil ini. Sudah lama, dan gue masih "diam di tempat". Sungguh alasan yang tidak bijak sekali bukan kalau gue bilang "gak ada waktu"?

Setelah nyesek pas bangun tidur, gue juga jadi nyesek kalau lihat foto orang tua, inget orang tua, dan hal-hal yang berhubungan dengan orang tua. Terasa dikejar-kejar karena utang. Emang bener sih, utang kewajiban. Toh, gue juga udah ambil skripsi dari semester 7 ini sih. Gue jadi super sensitif melebihi merek tespack.

Gue jadi inget kejadian sekitar 2 minggu yang lalu. Hari itu, akhir bulan, gue lupa tanggal berapa. Duit gue di ATM limit, di ambang batas sewajarnyalah, meski bisa dikatakan itu masih cukup. Tapi tetep aja hati gue gak tenang. Jadi, malam itu gue kode ke bapak gue. Gue sms pake salam yang sopan, nanya kabar. Terus laporan keuangan deh. Beberapa hari kemudian, gak ada respon. Ah, kode gue gak kebaca atau bapak gue yang lupa? Sampai akhirnya gue WA si teteh, nyuruh bapak baca kode gue. Sehabis isya, ternyata bapak langsung ngirim. Dasar pikun. Gue selalu lupa untuk sms bapak untuk bilang "terima kasih" atau karena gue anak yang gak tau terima kasih? Oh :( tidaaaaaaaak. 

Sebuah percakapan terselip di sela-sela telponan dengan bapak.
Bapak: "dek, gimana? udah mulai?"
gue: "hah? apa? oh, masih di judul."
Bapak: "masih dijudul aja dari dulu? kapan penelitiannya?"
gue: "eum, ade masih harus nyari referensinya dulu. cari teorinya gitu, pak."

Lihat! Apa yang bisa gue lakukan? Gue cuma bisa ngeles. Ini sungguh beban mental. Bagaimana tidak? Gue tau, secara gak langsung gue sedang dibandingkan dengan si teteh yang bulan Desember udah kelar, Januari sidang, Juli wisuda (gak kebagian kursi yang gelombang sebelumnya). Iya, harusnya gue emang lebih memerhatikan tentang hal ini. 

JADI, SELAMA INI LO NGAPAIN AJA DI WAKTU SENGGANG?

Jawaban absurd akan gue lontarkan. Gue nonton film dan drama korea. Daebak~ 
Waktu gue terbuang percuma selama berjam-jam. Kerjaan gue ya cuma nonton, makan, main, kuliah aja cuma 4 kali doang, pacaran, dan hal-hal yang gak berguna lainnya. Gue tau, gue sedang membangun habbit yang buruk. Maka, ketika mulai disinggung-singgung oleh dosen, gue mulai berpikir. Gue gak bisa kayak gini terus. Mahasiswa tingkat akhir memang banyak cobaannya. Dan yang paling tidak mengenakkan adalah boros. Maka, sekarang gue lagi memprogram hidup gue agar tidak boros. Harus pandai memilah dan menabung. Membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Okesip.

Dan sebenernya alasan kesensitifan gue selama ini, terletak pada itu. Beban skripsi. Susah memang untuk mengawali suatu hal semacam itu. Tapi, gue harus! Gue butuh dukungan. Bukan dukungan untuk tetap menunda, tapi dukungan untuk melangkah. Jangan mentang-mentang dosen pembimbing pernah ngasih nilai C ke gue, dan gue jadi diem di tempat. Ah, hal ini tak boleh dibiarkan. 

SEMANGAAAAAAAAAAT PIT!!!!
uyeeaaaaaaaaaaaaaaaaah~

Sunday, October 6, 2013

Ciyeeeee salah Orang ya? Malu Tuuuh~

Kyaaaaaaaaaaaaa 
yow yow yow, whats up yow?

Sudah lama sekali tidak menggunakan bahasa bebas lagi. Ini postingan selingan diantara jurnal-jurnal refleksi selama gue mengajar kemarin.

Pernah gak sih kalian salah orang? Kapan? Dimana? Siapa korbannya? Kenapa bisa salah orang? Bagimana ceritanya? Ciaelah adiksimba (5W + 1H).

Entah kenapa beberapa hari ini sering banget kejadian salah orang. Memang bukan gue pelakunya. Tetapi temen-temen gue dan gue pernah jadi salah satu orang yang jadi korban. Oke, karena gue menyukai sesuatu yang kronologi. Maka, gue akan menceritakan mulai dari hari yang paling awal dulu.

Wednesday, October 2, 2013

Mereka 'anteng' meski hanya 20 menit

KELAS 8C, TANGGAL 28 AGUSTUS 2013
Pertemuan keenam di kelas 8C diisi dengan materi baru. Sama halnya dengan kelas 8A pada hari senin, saya akan mengajar keterampilan berbicara, berwawancara. Kemarin, saya diberi masukan oleh guru pembimbing untuk menggunakan video untuk memberikan contoh berwawancara. Maka kemarin, saya mencari sebuah video wawancara di youtube dan mengunduhnya. Metode yang akan digunakan pada dasarnya sama saja, namun ada beberapa tambahan materi untuk kelas 8C.

Sebelum masuk di kelas 8C (jam pelajaran ke-6 dan 7), saya masuk 8A (jam pelajaran ke-5). Suasana yang berbeda selalu saya rasakan di kelas ‘super’ tersebut. Saya masuk kelas pada jam istirahat, karena harus mempersiapkan LCD terlebih dahulu. Saya tidak ingin masalah teknis akan mengurangi jam mengajar saya. Meskipun konsekuensinya perut saya meraung meminta diisi.

Pada bagain apersepsi, siswa mulai anteng, tumben sekali. Lalu, saya mengatakan pada mereka untuk tidak mencatat ketika saya sedang menjelaskan, karena nanti akan saya membagikan print-out materi pada mereka. Ya, saya sering sebal ketika saya menjelaskan, tetapi siswa sibuk dengan mencatat. Selain itu, memberikan print out materi merupakan hal penting untuk memenuhi jam mengajar yang efektif dan kondusif. Siswa mulai terdiam selama saya menjelaskan, dan hal tersebut terjadi untuk pertama kalinya. Saya merasa dihargai. Saya merasa bahagia yang tidak jelas meskipun hanya 20 menit.

Tiba saatnya pembagian kelompok, saya meminta siswa untuk berkelompok sebanyak 4 orang. Mereka protes karena jumlah siswa adalah 35 orang. Memang seharusnya dibagi 7 kelompok, tetapi guru pembimbing menyarankan 4 orang. Saya pikir juga hal tersebut akan efektif. Tetapi pada kenyataannya, siswa kelas 8C sulit sekali diatur. Ego mereka tinggi sekali. Sekitar 10 menit dihabiskan hanya untuk membagi kelompok. Pada dasarnya bisa saja membagi lebih cepat, yakni saya yang membagi sesuai urut absen. Tetapi, pastilah akan mendapat protes besar-besaran dari siswa. Di dalam kelas tersebut, ada sebuah gank yang terdiri atas 6 orang perempuan, mereka sulit sekali diatur. Mereka menspesialkan diri mereka, tidak ingin berbaur dengan siswa lain. Maka ketika harus berkelompok sebanyak 4 siswa, mereka memilih 3 orang saja, agar mereka bisa berpisah secara adil.  Akhirnya saya mengatakan pada siswa laki-laki yang belum mendapat kelompok, “karena siswa yang putri sulit diatur, saya meminta pengertian pada yang putra untuk segera bergabung. Oke, tidak apa-apa apabila harus berlima.” Saya merasa kalah dengan siswa. Disinilah kegalauan saya sering muncul, antara menuruti ego siswa atau sesuai dengan RPP tapi pembelajaran kurang kondusif.

Pada akhir pembelajaran, untuk pertama kalinya saya menggunakan pos komentar seperti pada mengajar mikro di kampus. Siswa senang sekali mendapat kertas seperti itu. Lantas beberapa menit kemudian mereka mengumpulkannya lagi kepada saya. Secara keseluruhan, mereka menuliskan bahwa hari ini menyenangkan, meski saya sedikit galak. Memang terkadang galak dan tegas itu beti, beda tipis.

Pelajaran yang dapat saya ambil hari ini tentang pembagian kelompok adalah mereka memilih sendiri kelompoknya, tetapi dengan sebuah aturan. Mungkin akan lebih baik dengan cara diundi nomor urut kelompok, meski konsekuensinya hal tersebut akan memakan waktu yang lebih lama.

Sunday, September 29, 2013

Karena LCD, saya dipermainkan

KELAS 8A, TANGGAL 26 AGUSTUS 2013

Hari senin kesekian yang saya jumpai selama belajar ‘mengajar’, dan saatnya untuk mengjar di kelas 8A pada jam pelajaran ke-6 dan 7. Hari ini mulai diberlakukan jadwal baru karena ada beberapa guru baru dan guru yang pindah ke sekolah lain. Materi yang akan saya berikan pada kelas 8A adalah mengenai wawancara. Sebelumnya saya telah mengkonsultasikan RPP dan silabus saya pada guru pembimbing. Beliau menyarankan banyak hal, sehingga langkah pembelajaran yang saya buat mengalami perubahan.

Entah kenapa hari itu saya sedang gugup sekali, saya telat meminjam LCD dan akhirnya memakai LCD yang baru saja dipakai oleh teman saya. Tapi satu yang terkendala, kabel sambungannya pendek. Ini akan menjadi masalah, karena stop kontak dalam ruangan kelas 8A cukup jauh dengan posisi LCD yang biasanya. Apabila posisi LCD diperpendek, sinar lampunya akan menyorot pada papan tulis yang berwarna hitam. Alhasil saya harus memutar otak, bagaimana caranya agar LCD tetap tersorot secara jelas tetapi dengan kabel sambungan yang pendek. Akhirnya, LCD yang semula menyorot ke papan tulis, saya putar 180 derajat. Ya, LCD tersorot ke tembok belakang. Seluruh siswa menghadap belakang. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Siswa putra yang di belakang memain-mainkan sorot lampunya menjadi sebuah bayangan yang jatuh pada slide materi saya. Anak-anak memang tidak ada matinya dalam hal keisengan. Beberapa kali saya peringatkan mereka, tapi mereka tetap saja tak menggubris saya. Beberapa orang meminta saya untuk ke belakang, namun apabila begitu saya tidak bisa memindah-mindahkan slide materi.

SAYA DIPERMAINKAN 

Hari itu, saya banyak mengetuk-ngetuk papan tulis dengan penghapus demi untuk menenangkan mereka. Pada saat itu, kebetulan saya memang tidak ditemani guru pembimbing, jadi kelas sangat tidak terkendali. Mereka masih saja belum bersahabat dengan saya. Tidak cukup dengan berbicara ramai, beberapa anak ada yang bermain bola kaki, mengusili teman yang lain, dan sering sekali diantara mereka yang sering izin ke kamar mandi. Satu pertanyaan yang terbesit, “apakah saya sedang berada dalam kelas anak TK nol besar?”.

Waktu saya terbuang sia-sia, mereka terlalu ramai. Guru pembimbing saya menyarankan bahwa ketika siswa ramai, akan lebih baik kita terdiam, melihat mereka dengan sorotan tajam. Namun, apabila saya diam, mereka justru akan lebih ramai, sama saja. Terlebih karena saya hanya seorang mahasiswa PPL, mereka jadi tidak memiliki rasa takut sedikit pun pada saya, padahal saya sudah sering mengancam mereka kalau mereka ribut, maka namanya akan saya laporkan pada guru pembimbing. Tapi tetap saja, tidak mempan. Hari itu, suara saya nyaris habis, tenggorokan saya sakit.

Apa rencana untuk hari esok? Apakah saya perlu membawa TOA? Apakah saya harus membalas mereka dengan kekejaman? Ah, tapi sungguh tidak bijaksana sekali.

Tuesday, September 17, 2013

Izinkan kumenangis

KELAS 8C, TANGGAL 27 JULI 2013
Hari ini saya kembali mengajar di 8C untuk yang kedua kalinya. Saya akan melanjutkan materi mengenai laporan. Berbeda dengan kelas 8A sebelumnya, saya akan membagi kelas 8C ke dalam sebuah kelompok. Satu kelompok terdiri atas 7 orang, jadi ada 5 kelompok besar. Dalam pemilihan kelompok, saya menggunakan sebuah undian nomor-nomor. Sedikit tidak adil, tetapi itu adalah cara efektif agar siswa dapat bersosialisasi dengan yang siswa lainnya.

Pelajaran dimulai, siswa masih ramai ketika saya mengucapkan salam Saya membagikan satu buah contoh laporan perjalanan dan LKS. Karena materi kali ini masih mendengarkan, saya meminta salah satu siswa di setiap kelompok untuk membacakan laporan perjalanan pada temannya, lalu mulai menuliskan tanggapan di sebuah kertas tebal dan kertas warna-warni berukuran kecil yang telah saya sediakan. Maksudnya, kertas kecil tersebut digunakan untuk isi tanggapan siswa, saya menginginkan siswa mengkreasikan hasil kerja kelompoknya. Saya ingin menanamkan pada siswa bahwa tidak setiap tugas kelompok itu membebani pikiran mereka, agar mereka bisa lebih kreatif.

Saya memberikan waktu 20 menit untuk mengerjakan. Selesai tidak selesai harap dikumpulkan, begitu bunyi pesan saya pada mereka. Tetapi, sepertinya waktu sedang tidak berpihak pada saya. Waktu yang disediakan hanyalah 60 menit, 30 menit untuk setiap satu jam pelajaran karena hari ini masih Ramadhan. Pemotongan waktu itu berpengaruh pada pembelajaran, saya kurang memperhitungkan waktu. Beberapa kelompok lama sekali mengerjakan tugasnya, mereka sangat protes dan bahkan ada beberapa yang memberikan tatapan sinisnya. Saya paham perasaan mereka, tapi walaubagaimanapun saya memberikan waktu yang sama pada setiap kelompok, saya tidak ingin pilih kasih. Makanya, tugasnya langsung saya ambil, selesai ataupun tidak, sesuai dengan kesepakatan.

Tahap selanjutnya setelah diskusi adalah mempresentasikannya di depan, lalu didiskusikan bersama. Rencana itupun gagal. Tepat ketika kelompok pertama maju, bel istirahat berbunyi. Saya putus asa karena ini merupakan penilaian kedua saya. Hal yang pertama muncul dalam pikiran saya adalah, bagaimana kabar nilai saya? Pikiran-pikiran negatif mulai bertebaran. Saya menatap wajah-wajah yang tidak bisa diajak kompromi di depan saya. Lalu, untuk refleksi saya bertanya sekuat yang saya bisa, “apa yang kalian dapatkan dari pelajaran hari ini kecuali ribut?” semua hening, saya mengulang pertanyaan yang sama dengan menahan isak, mencoba tegar. Beberapa menjawab, lalu saya memberitahu mereka alasan kenapa mereka tidak dapat menangkap isi laporan dengan baik. Mereka terlalu ramai, terlalu acuh dengan pelajaran.

Saya meninggalkan kelas dengan perasaan yang tidak karuan, menahan tangis. Padahal, apabila dibandingkan dengan kelas 8A, kelas ini jauh lebih baik. Saya pun menangis sesampainya di basecamp. Saya menangis bukan karena nilai saja, tetapi lebih karena kecewa karena menyimpan harapan terlalu besar pada kelas 8C. Saya pikir di kelas ini saya akan berhasil mengajar. Tapi ternyata saya salah, saya belum bisa sepenuhnya ‘memegang’ mereka. Jangankan untuk berlari, sekedar berjalan pun belum.

Laporan nyaris mencuri suaraku

KELAS 8C, TANGGAL 24 JULI 2013

Saya menarik napas panjang sekali sebelum masuk kelas. Ini kali kedua saya mengajar, kali ini saya akan mengajar di 8C. Materi yang sama dengan 8A kemarin, akan segera saya berikan. Saya telah menyiapkan suara untuk membacakan teks sebanyak dua kali. Semoga tidak terlalu haus, karena cuaca hari ini cukup terik dan cukup menyiksa juga dengan keadaan saya yang sedang berpuasa.Tetapi, saya tetap berusaha yang terbaik karena hari ini untuk pertama kalinya mengajar saya akan dinilai oleh guru pembimbing. Sesuai kesepakatan, guru pembimbing akan mengambil penilaian mengajar saya di kelas 8C.

Saya melangkahkan kaki perlahan, mencoba membuang rasa gugup dengan tersenyum, meletakkan kertas RPP dan bahan ajar, kemudian berdiri di depan kelas.  Saya menatap lamat-lamat ke hadapan siswa sebelum akhirnya saya mengucapkan salam dan menanyakan kabar mereka. Beberapa saat kemudian, guru pembimbing masuk kelas, suasana mendadak hening. Saya semakin gugup. Saya mengabsen siswa untuk sekedar mengetahui nama-nama siswa, dan juga agar lebih akrab.

Hari ini saya tidak menggunakan LCD, akhirnya saya hanya menuliskan garis besar materi di papan tulis, kemudian menjelaskan pada siswa. Beberapa siswa sangat serius dalam mencatat, saking seriusnya mereka tidak memerhatikan ketika saya menjelaskan. Duh, saya salah strategi. 

Setelah selesai menjelaskan, saya mulai menarik napas lagi. Inilah saatnya saya memperdengarkan sebuah laporan pada siswa. Dengan judul yang sama seperti kelas sebelumnya, saya mulai membaca, tapi dengan tempo yang lebih lambat karena banyak yang memprotes. Selesai membacakan, siswa mulai menjawab pertanyaan yang saya berikan. Setelah selesai, buku tulis mereka saya kumpulkan. Lalu, saya melakukan refleksi dengan bertanya tentang pelajaran hari itu. Sebelum terjawab, bel berbunyi, pelajaran berakhir, refleksi saya menggantung. Siswa tak lagi menghiraukan saya, mereka berhamburan keluar kelas meninggalkan saya yang terdiam di depan kelas selama beberapa detik. Cengo. 

Ini yang saya sayangkan, siswa semakin hari semakin tidak sopan saja kelakuannya. Dulu, ketika saya sekolah, saya dan teman-teman satu kelas saya tidak ada yang berani keluar kelas apabila seorang guru belum keluar kelas. Itu namanya tidak sopan apabila mendahului guru. Sepele, tapi penting.

Pertemuan Perdana

Assalamualaikuuuuuuuuuuum

Long time no see!
Selamat malam. Apa kabar hari ini? Ada yang tidak hadir? Ups, kebawa euforia mengajar. Hehe

Lama banget gak ngurusin blog. Biasanya gue berusaha untuk update satu bulan sekali, tapi ternyata keinginan hanyalah menjadi keinginan tanpa ada usaha. Halaah. Maklum, sekarang gue lagi praktik mengajar di sebuah SMP di kota Jogja. Gue mengajar kelas VIII. Konsekuensi mengajar kelas VIII adalah kita harus mengerti soal psikologi usia mereka yang berada di tengah-tengah jenjang SMP. Maksudnya begini, mereka merasa sok dewasa karena memiliki adik kelas, tapi belum terlalu memikirkan kedewasaan karena masih lama untuk menempuh waktu kelulusan.

Kali ini gue harus membuat jurnal refleksi. Apa itu jurnal refleksi? Itu seperti bagian dari evaluasi gue sebagai pengajar. So far, gue udah masuk kelas (baca: mengajar) sebanyak 23 peetemuan. Ada banyak banget kesan-kesan di dua kelas yang gue ampu. Karakter-karakter unik yang perlu ditaklukan dan diolah menjadi bahan yang berguna. *Apaseh. Oke, gue hari ini mau nge-share pengalaman pertama gue mengajar saja ya.


KELAS 8A, TANGGAL 22 JULI 2013

Friday, June 28, 2013

Aku Cinta Tugas Karena ALLAH

Kyaaaaaaaaaaa.. salam huba-huba upiler~
Long time no see 

Kangeen ish gue sama si blog, tapi sayangnya kangennya gue sekarang mah udah teralihkan sama mas (uhuk) pacar. uhuk~ 

Tugas bulan ini emang naudzubillah bisa menyita waktu gue. Tugas akhir dimana-mana. Iya, itu tugas udah kayak manusia php aja, ada dimana-mana. #eh

Awal bulan ini sih enak. Masih minggu tenang, lalu mulai deh ujian. Garagara semester ini gue ambil full sks, jadi tugasnya banyak dan berbobot semua. Iya, kali ini gue bakalan share masalah tugas gue dan penyelesaiannya.

Saturday, May 4, 2013

Hidup? Nikmati Sajalah

Bila bukan kita yang menikmati hidup kita sendiri, lantas siapa lagi? 

Beberapa hari terakhir menjadi hari yang cukup berat bagi gue. Gue adalah orang yang lumayan moody. Pagi ceria, siang cemberut, sore nangis, malam cengengesan. Iya, moody gue terkadang membawa pengaruh negatif untuk diri gue pribadi. 

Oke, semua berawal dari mata kuliah bernama “Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Itu adalah mata kuliah yang dapat menjembatani mahasiswa untuk lulus cepat di waktu yang tepat.  Dulu, mata kuliah tersebut diberikan untuk mahasiswa semester 7, namun kini pindah ke semester 6. Harapannya hanya satu, mahasiswa cepet lulus. Mungkin dosennya bosen dan risih juga melihat wajah-wajah mahasiswa semester tua. Ppfft~

Pertama kali kuliah, dosen memberikan brainstoarming dan pengenalan mata kuliah. Pertemuan kedua-ketiga, masih seputar teori. Pertemuan keempat-ketujuh teori plus ditagih judul untuk proposal skripsi. Jujur, saat itu gue masih buntu. Dari awal, gue pengen skripsi gue menghasilkan suatu produk media pembelajaran yang tidak membosankan. Bagaimana caranya agar siswa tetap fokus belajar tanpa menyepelekan pelajaran yang diberikan guru. Oke, gue pilih metode Research and Development (RnD). Gue pengen bikin games. Gue pengen buktiin bahwa anak bahasa macam gue bisa juga bikin games, bukan hanya anak TI atau TP. 

Tuesday, April 23, 2013

Kopdar KK Regional Jogja: Memorable moment

Jreng jreng jreeeeeeeeeeeeeng 
Selamat malam pemilik upil yang budiman.


Beberapa hari ini gue emang lagi good mood, terlebih weekend-nya. It's very memorable weekend.

Pagi itu gue bangun seperti biasa kesiangan karena malemnya gak bisa tidur (lagi). Beberapa malam ini gue emang sering insom. Sepertinya sejak tugas stilistik yang super duper menyita waktu itu deh. Ppfft! *skip*

Hari minggu, KK (komunitas kantjut ketje regional Djogdja) mengadakan kopdar. Tempatnya di Tamansari, dan menurut jadwal yang telah disepakati itu jam 10.00. Dasarnya gue yang gak bisa hidup tanpa onet. Sebelum berangkat (jam 09.25) gue masih sempet-sempetnya main onet dulu, meski cuma bertahan sampe level 5 doang.

Pas mau ganti baju, gue baru inget kalo kaos KK-nya belom disetrika. Ah, selalu saja lupa akan rutinitas. Kaos KK emang sengaja gak pernah gue londri, karena gue gak mau sesuatu yang dulu terjadi dengan jeans gue terjadi pada si kaos kancut.

Tentu saja gue datang terlambat, entah gue juga lupa telatnya berapa menit. Gimana gak terlambat kalau gue aja baru cuus jam 10, terus beli makanan, terus berhenti dulu buat nanya-nanya lokasi Tamansari plus telponin si Ika yang gak angkat telpon gue yang ternyata pacaran sama Juni Pas di parkiran, gue ketemu sama Mesa yang ternyata anak UNY juga. Tapi doi angkatan 2012. Iya, dia dibawah gue dua tahun, jurusan PLB. Gue bisa nemuin Mesa berkat kaos KK, ah untunglah warna merah lebih bisa memancing perhatian. Pantesan banteng demen. *eh

Gue masuk dengan berbayar Rp3000 perak, murah kan? Kapan lagi lo masuk wisata dengan harga semurah itu? Wisata di Jogja emang murah-murah kok. Makanya kalo pengen kopdar, ke Jogja aja. Cocok banget buat kantong pelajar dan mahasiswa. hehe

Gue dan Mesa muterin Tamansari bagian kolamnya, dan ternyata mereka kumpul di bangunan tinggi setelah lorong. Akhirya kami harus jalan cukup jauh. Tapi setelah ketemu sama anak KK yang lain. Eng ing eng... muka-mukanya emang asing semua. Iyalah. Namanya juga kopdar pertama, pasti sama orang yang gak dikenal.

Tuesday, March 12, 2013

Nyoook camping nyoook!

Semangat Siaaaaaaaaaaaang . . .
Siang yang indah dengan nuansa weekend. Weekend? iya, weekend gue berpindah gara-gara kegiatan padat kemarin. ciaelah.

Terakhir kali ngeblog, sepertinya gue menjanjikan bagaimana presentasi Sosiolinguistik gue.  Gue udah lupa rasanya gimana pas sebelum presentasi, karena memang udah seminggu lebih. Pada intinya gue cukup menguasai materi dan berhasil mengantongi nilai A-. Alhamdulillah deh yaa. Cukup!

Gue sekarang mau cerita tentang weekend gue yang tersita. Bulan ini gue mulai menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN gue dibagi dua, ada yg sekolah dan ada yg masyarakat. Kenapa demikian? Karena di sekolahlah tempatnya guru mengajar, sedangkan masyarakat sebagai bakti seorang mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya sekaligus menjalankan tri dharma perguruan tinggi nomer 3, pengabdian masyarakat. Sialnya KKN adalah kita harus melakukan apapun yang diperintahkan oleh tuan rumahnya.

Fine, sebelumnya gue perkenalkan dulu kalau gue KKN di SMP 14 Yogyakarta dengan 9 orang temen gue yang berbeda jurusan. Gue disana sama Isma, sebagai patner satu jurusan. Agenda pertama kami adalah nge-camp. Yeeaaaah! Awalnya sih seneng, tapi ternyata capek. Iyalah yaah! 

Saturday, November 3, 2012

Penggalauan Hestek #AkuIngetBanget, #AkuTauBanget, dan #HarusnyaKamuTau.


Ketika seorang gadis mulai menggalau di pojok kamarnya. Ketika hati seorang gadis pincang karena tak ada pegangan. Ketika seorang gadis menanti apa yang telah tertelan waktu. Ketika seorang gadis membicarakan cinta yang berlari bersama detik-detik kehidupan. Ketika seorang gadis masih mengharapkan cinta pertamanya. Ketika seorang gadis mengenang apa yang disebut kenangan masa lalu. Ketika seorang gadis gagal menata hatinya. Ketika seorang gadis telah luput dari kesadaran logikanya. Ketika seorang gadis sedikitpun tidak memperhatikan jalan di depannya. Ketika seorang gadis terus menoleh ke belakang demi cinta pertamanya. Ketika seorang gadis tersungkur dalam keterpurukan belenggu kelam. Ketika seorang gadis hanya bisa bungkam melihat kenyataan. Ketika seorang gadis berada dalam pilihan perjuangkan atau tinggalkan. Ketika seorang gadis hidup bersama malam dan kegalauan. Ketika seorang gadis mulai menapaktilasi apa yang telah terjadi. Ketika seorang gadis menuliskan kronologi lima tahun yang lalu. Ketika seorang gadis berkata #AkuIngetBanget dan #AkuTauBanget dan #HarusnyaKamuTau.

Jangan berani meneruskan apabila anda tidak ingin galau, lebih baik close tab dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Sebelum tetesan air mata yang harus membayar semuanya.

Baiklah, saya akan segera memulainya . . .

Wednesday, August 29, 2012

saya bertanya: CINTA


Apa itu cinta? Seperti apa bentuk cinta? Bagaimana ciri-ciri cinta? Kapan cinta itu dikatakan ada? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah segelintir tanya tentang cinta. Pertanyaan yang terkadang orang dewasa saja sulit menjawabnya. Apabila anda ditanya hal demikian, apa jawaban yang akan anda berikan? 

Indah ketika mersakannya? Nyaman ketika menatapnya? Memabukkan ketika bertemu dengannya? Atau justru menyakitkan ketika cinta itu hancur? 

Baiklah, sebelum melangkah lebih jauh, disini saya tidak ingin menggurui atau bernasihat. Tapi, saya hanya ingin berbagi apa yang saya pikirkan dan apa yang saya ketahui. Sehingga saya akan menjabarkan tentang CINTA. Bagi yang tidak berkenan, silahkan close tab. 

Arti cinta akan menjadi sangat sederhana dan menjadi sangat kompleks. Mengapa demikian? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Cinta akan begitu sederhana bagi anak kecil misalnya dan akan sangat kompleks ketika cinta mulai terkontaminasi dengan pemikiran-pemikiran orang dewasa yang juga kompleks. Arti cinta bagi orang jatuh cinta akan berbeda dengan orang yang baru patah hati. Setuju? Oke, pertanyaan pertama sudah terjawab. 

Orang yang bertanya bentuk cinta adalah orang yang aneh. Cinta itu sebuah rasa yang tentu saja tak terbentuk. Abstrak. Saking abstraknya cinta, maka definsi cinta jadi tak terbatas seperti yang telah saya tuturkan sebelumnya. 

Saturday, August 18, 2012

i just wanna say: FREEDOM of myself.

sumber
Postingan ini menutup hari ini, eh emang udah pindah tanggal juga deng. Tapi kejadian ini terjadi saat sebelum jam berganti tanggal. Tepat tanggal 17 Agustus, Indonesia merdeka. Betul? Begitu juga dengan gue. MERDEKA. Kata itu yang mewakili gue sekarang. Iya, gue single lagi. Bukan jomblo, bukan. Karena di facebook gak ada tuh status jomblo. 

Dunia gak berakhir. Pytagoras kita tetap sama. Hanya berbeda posisi. Bukan aku + kamu = kita tapi aku = kita - kamu. Disini gue ngucapin terima kasih. Terima kasih untuk semuanya selama dua bulan kurang empat hari. Terima kasih udah sabar sama semua sikap kekakanakan gue. Maaf juga karena gue selalu ngerepotin dan nyusahin. Maaf.

Mungkin memang bukan jodohnya :')


nb: sms yang buat ibu, gue udah baca.

Tuesday, July 31, 2012

ARTJOG '12

Postingan ini udah emang rada telat, tapi tetep mau gue posting sebagai penutupan bulan JULI. Good Bye Juli. 

ArtJog adalah singkatan dari Art Jogja yang merupakan sebuah event pameran tentang seni yang pastinya bermakna so deep. Event tersebut digelar selama berapa hari ya? gue lupa. Tapi bertempat di TBY (Taman Budaya Yogyakarta) dengan mengangkat tema "Looking East".

Penjelasan mengenai latar belakang pengangkatan tema tersebut terpampang jelas di ruang pertama. Ini penampakan gambarnya . . .
kalo gambarnya gak keliatan, silahkan di zoom in
Oya, saat gue kesana itu dua hari sebelum acaranya kelar, yakni hari jumat (27/7/2012). Hari itu gue diajakin si Zumi. Dia bilang dia udah kesana beberapa hari sebelumnya bersama sang pacar dan temennya. Tapi, karena masih pengen kesana, jadi doi ngajak gue. Jadilah kita kesana dengan penuh rasa narsis yang tinggi karena emang tujuan utamanya adalah poto-poto dengan berbagai macam background yang apik. Kereeen lhoo~ meskipun gue banyak yang gak ngerti maknanya apaan.

Nah, sekarang gue mau pamerin hasil jepretan gue dan zumi. FYI aja yee, tiap gue yang motoin pasti selalu bagus. Jawabannya ada dua, entah karena objek yang bagus dan guenya yang jago moto atau guenya gak bagus kalo difoto dan zumi bukan potograper yang baik.

Monday, July 30, 2012

Mantan calon cita-cita yang pernah dicita-citakan

Malam ini gue sedang membaca 5cm. Iya, kalian bisa bilang gue anak sastra, tapi ketinggalan bacaan bagus. Gue tipe orang yang selalu gagal menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus agar efektif. Makanya gue baru sempet beli setelah kuliah semester ini kelar. Lha semester-semester sebelumnya kemana aja Pit? Gue belum tertarik. Udah, itu aja. Gue malah lebih dulu punya dan baca novel 2 bang Donny (sok akrab) daripada 5cm yang notabene jauh lebih lama. Iya, kalian boleh bilang gue gak apdet. 

Gue baru selesai baca bab lima, tentang Ian yang ngelarin skripsinya dalam waktu dua bulan. Bab itulah yang baru bikin gue termotivasi. Semangat itu ada lagi. Gue yakin, bab selanjutnya akan lebih keren lagi. Gue gak sabar untuk itu. Tapi, setelah baca itu. Tiba-tiba gue teringat akan cita-cita, tujuan hidup, visi gue, dan tetek bengek tentang masa depan.

Kenapa pusing Pit? Bukannya lo udah masuk jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang jelas-jelas endingnya bakal ngajar?

Iya, gue tau. Tapi, ingatan gue sempet bernostalgila sebentar. Ingatan tentang cita-cita gue selama gue hidup yang sering ganti-ganti. Gue selalu mengganti cita-cita setiap gue melihat ada hal yang menarik dari entah film atau bacaan.

Wednesday, July 25, 2012

My First Line Art (maap masih amatiran)

Suatu hari gue lagi blogwalking dan setiap gue blogwalking gue selalu melihat artwork mereka. Gue ngiri. Gue selalu membatin 'itu gimana cara bikinnya?'. Gue adalah penyuka begituan, design-artwork-dtbk (dan tetek bengeknya). Tapi masalahnya gue kagak bisa Corel . Gue cuma tau soto-sop *ngelap iler* *astagfirullah, puasa*.

Eh akhirnya gue menemukan tutorial yang cukup mudah dimengerti oleh orang awam design macam gue! Nih gue dapet dari yang empunya ilmu disini.



Semalem gue coba-coba dan cukup berhasil bagi gue. Haha (nyenengin diri sendiri). Ini foto yang gue pake.

terakhir kali minta pacar buat dibikin semacam artwork, doi muntah berember-ember karena kelamaan mandangin foto ini -___-