Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label Sintaksis. Show all posts
Showing posts with label Sintaksis. Show all posts

Monday, June 18, 2012

FRASA

Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi dan bersifat nonpredikatif.

Tipe-tipe Frasa
1. Frasa Endosentrik, yaitu frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atua semua unsurnya. Unsurnya terdiri dari inti dan atribut, salah satu unsur hilang maka maknanya akan berubah. Menurut Verhaar, frasa endosentrik adalah frasa yang berdistribusi secara paralel dengan unsur pusatnya.
Contoh: adik saya, kucing putih, bangsa dan negara.

Macam-macam Frasa Endosentrik
a. Apostif
   Apostif adalah frasa yang unsur-unsurnya terdiri dari unsur pusat dan unsur aposisi (keterangan tambahan). Antar unsur pusat dan aposisi diberi tanda koma.
Contoh: mawar, bunga berduri dalam pot hitam.
b. Atributif
    Atributif adalah frasa yang terdiri dari inti dan atributif, namun tidak setara.
    Contoh: adik saya, kucing hitam
c. Koordinatif

Pengenalan Sintaksis

Sintaksis adalah ilmu bahasa yang mempelajari kata, frasa, klausa. Menurut Ramlan, ruang lingkup sintaksis hanya seluk beluk frasa, klausa, kalimat, wacana, sedangkan menurut Soetarno ruang lingkup sintaksis hanya frasa dan kalimat. Matthews juga berpendapat bahwa sintaksis adalah hubungan antar kata dalam unit kalimat (kata, frasa, klausa, kalimat).


Sintaksis berasal dari kata SUNTATTEIN.
sun = dengan
tattein = menempatkan
Jadi, secara istilah sintaksis adalah menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata/klausa/kalimat.


Alat-alat sintaksis
Alat-alat sintaksis adalah alat-alat bahasa untuk menghubungkan kata menjadi kelompok kata dengan struktur tertentu. Berikut ini adalah alat-alat sintaksis.

1. urutan kata, yaitu cara menyusun kata menjadi kalimat yang memiliki beberapa peluang.
Contoh: Ular kecil makan katak besar. Kalimat tersebut memiliki peluang untuk diubah urutan katanya.
2. bentuk kata, yaitu kata tunggal, kata kompleks, dan afiksasi.
Contoh: dia mencabut gigi
             dia mencabuti gigi
Kata mencabut dan mencabuti memiliki bentuk yang berbeda, sehingga menyebabkan perbedaan makna pada dua kalimat tersebut

3. intonasi, yaitu penekanan. Intonasi terdiri atas: 

4. Kata tugas, yaitu golongan kata yang memiliki bentuk bebas (tidak terikat dengan satuan lain) dan tidak memiliki makna leksikal, maknanya akan helas apabila digunakan dalam konstruksi sintaksis. Yang termasuk kata tugas adalah:  

Ciri kata tugas menurut Djoko Kentjono
1. Jumlahnya terbatas
2. Keanggotannya bersifat tertutup
3. Dapat dikuasai oleh pemakai bahasa dengan cara menghafal
4. Pada umumnya tidak dapat mengalami proses morfologis
5. Tidak memiliki makna leksikal
6. Dapat digunakan dalam wacana apapun