Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label Knowledge's share. Show all posts
Showing posts with label Knowledge's share. Show all posts

Saturday, May 10, 2014

CALON IMAM YANG BAIK

Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Setiap orang yang sudah memasuki kepala dua, atau bisa jadi saat menginjak 17 tahun, telah membayangkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai target, kapan target mulai bisa dicapai, dan yang paling penting niat untuk mencapai target.

"Jodoh di Tangan Tuhan"
Gue percaya banget, Tuhan sudah mengatur semuanya. Tuhan punya jalan supaya gue ketemu jodoh gue, imam gue. Tapi, kan gue juga kudu berusaha untuk menggapainya kan? Makanya, ada ungkapan "manusia yang bertindak, sedang Tuhan yang menentukan". Nah, usaha dulu, baru ada hasil.


Hey ladies, apa yang kalian pikirkan tentang judul tulisan gue? Seperti apa sih calon imam yang baik buat kalian?

Thursday, August 29, 2013

ANALISIS MAKRO DAN MIKRO DALAM IKLAN "THAI HEALTH"

ANALISIS MAKRO
TEMA IKLAN
Sesuai dengan benang merah instansinya (Thai Health Foundation), iklan “Thai Health” mengangkat sebuah tema tentang kesehatan layanan masyarakat. Tema tersebut tentu saja mencakup seluruh isi iklan yang ingin menunjukkan pada khalayak umum bahwa kebiasaan merokok adalah hal yang buruk, terlebih jika dilakukan oleh seorang anak kecil.

TOPIK IKLAN
Topik dalam iklan Thai Health adalah “Pola Hidup Merokok” sedangkan topikalisasinya adalah masyarakat yang merokok. Penggambaran masyarakat yang merokok ini berarti menunjukkan pola hidup masyarakat yang tak lepas dari rokok. Tidak hanya pria, tetapi juga wanita, sehingga penggambaran anak kecil yang juga ikutan merokok sebagai simbol bahwa rokok sangat mudah masuk ke dalam masyarakats sehingga menjadi sebuah pola hidup. Selain itu, masyarakat yang merokok juga bagian dari gaya hidup yang konsumtif, karena kandungan rokok (baca: nikotin dan TAR) yang membuat semacam ketergantungan atau kecanduan.

ANALISIS SUPERSTRUKTUR IKLAN
Struktur skematis atau superstruktur menggambarkan bentuk umum dari suatu teks. Struktur skematis pada umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yakni pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup dan sebagainya. Dengan kata lain, struktur skematik memberi tekanan pada bagian mana yang didahulukan dan bagian mana yang bisa dikemudiankan sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. 

Judul dalam iklan Thai Health ini adalah “Smoking Kid” atau anak kecil yang merokok. Secara garis besar iklan ini bersifat argumentatif karena berisi sebuah gagasan-gagasan yang akan menyadarkan penonton untuk tidak merokok. Selain itu, dalam iklan ini disampaikan pula bahwa tidak sepantasnya anak kecil merokok karena merokok dekat sekali dengan penyakit dan kematian.

Thursday, October 4, 2012

Reinkarnasi, Time Traveller, dan Takdir.

Beberapa hari terakhir ini gue tengah disibukkan dengan sebuah novel yang begitu menarik. Judul novel ini adalah Samsara, karya Zara Zettira ZR. Seorang penulis yang sudah terkenal bahkan sebelum gue lahir. Samsara adalah bahasa Sanskerta yang secara bahasa mempunyai artian sebagai berikut: “Sam” adalah kebersamaan dan “Sarati” adalah “yang mengalir”. Samsara mengandung pengertian sebagai lingkaran kehidupan yang berkesinambungan dan tidak pernah terputuskan. Tiada awal. Tiada akhir. Takdir, hidup, mati, dan jodoh adalah Samsara. Demikian yang tertulis dalam novel tersebut. 

Cover Novel SAMSARA
Sebenarnya isi novel adalah sebuah pelajaran hidup yang memiliki nilai filosofi hidup. Bagaimana seorang gadis bernama Asia atau Asya mencari keberadaan Tuhannya. Berbagai konflik ia hadapi hingga pertanyaan-pertanyaan muncul. Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan Asya tentang keberadaan Sang Maha Segalanya tidak langsung terjawab, tetapi membuahkan sebuah pertanyaan-pertanyaan baru yang kalau dituliskan mungkin akan sangat tebal. Hingga pada akhir cerita, Asya dapat menemukan jalan lurusnya, ia pun mengakui akan keberadaan Tuhannya, yaitu ALLAH. 

Lantas apa hubungannya dengan reinkarnasi? 

Wednesday, August 29, 2012

saya bertanya: CINTA


Apa itu cinta? Seperti apa bentuk cinta? Bagaimana ciri-ciri cinta? Kapan cinta itu dikatakan ada? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah segelintir tanya tentang cinta. Pertanyaan yang terkadang orang dewasa saja sulit menjawabnya. Apabila anda ditanya hal demikian, apa jawaban yang akan anda berikan? 

Indah ketika mersakannya? Nyaman ketika menatapnya? Memabukkan ketika bertemu dengannya? Atau justru menyakitkan ketika cinta itu hancur? 

Baiklah, sebelum melangkah lebih jauh, disini saya tidak ingin menggurui atau bernasihat. Tapi, saya hanya ingin berbagi apa yang saya pikirkan dan apa yang saya ketahui. Sehingga saya akan menjabarkan tentang CINTA. Bagi yang tidak berkenan, silahkan close tab. 

Arti cinta akan menjadi sangat sederhana dan menjadi sangat kompleks. Mengapa demikian? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Cinta akan begitu sederhana bagi anak kecil misalnya dan akan sangat kompleks ketika cinta mulai terkontaminasi dengan pemikiran-pemikiran orang dewasa yang juga kompleks. Arti cinta bagi orang jatuh cinta akan berbeda dengan orang yang baru patah hati. Setuju? Oke, pertanyaan pertama sudah terjawab. 

Orang yang bertanya bentuk cinta adalah orang yang aneh. Cinta itu sebuah rasa yang tentu saja tak terbentuk. Abstrak. Saking abstraknya cinta, maka definsi cinta jadi tak terbatas seperti yang telah saya tuturkan sebelumnya. 

Sunday, July 8, 2012

Analisis (sederhana) Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Judul Novel: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin 
Pengarang: Tere Liye 
Penerbit: Gramedia 
Tahun terbit: 2011 
Cetakan: ketiga 
Jumlah halaman: 264


A. Sinopsis
Tania kecil hidup bersama adik dan ibunya dalam rumah kardus di kawasan kumuh. Ayahnya meninggal, Tania putus sekolah dan akhirnya bekerja sebagai pengamen bersama adiknya di jalanan. Selama tiga tahun keluarga mereka hidup dalam kesusahan hingga pada akhirnya malaikat itu datang merubah nasib keluarga itu. Malaikat yang dikirim Tuhan melalui seorang lelaki berusia dua puluh lima tahunan yang Tania dan adiknya, Dede panggil Om Danar. Sejak kedatangan malaikat itu Tania dan Dede kembali bersekolah, bahkan Tania mampu mendapatkan beasiswa untuk meneruskan SMP dan SMA di Singapura dan itu berkat bantuan malaikat terebut.

Monday, June 18, 2012

FRASA

Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi dan bersifat nonpredikatif.

Tipe-tipe Frasa
1. Frasa Endosentrik, yaitu frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atua semua unsurnya. Unsurnya terdiri dari inti dan atribut, salah satu unsur hilang maka maknanya akan berubah. Menurut Verhaar, frasa endosentrik adalah frasa yang berdistribusi secara paralel dengan unsur pusatnya.
Contoh: adik saya, kucing putih, bangsa dan negara.

Macam-macam Frasa Endosentrik
a. Apostif
   Apostif adalah frasa yang unsur-unsurnya terdiri dari unsur pusat dan unsur aposisi (keterangan tambahan). Antar unsur pusat dan aposisi diberi tanda koma.
Contoh: mawar, bunga berduri dalam pot hitam.
b. Atributif
    Atributif adalah frasa yang terdiri dari inti dan atributif, namun tidak setara.
    Contoh: adik saya, kucing hitam
c. Koordinatif

Pengenalan Sintaksis

Sintaksis adalah ilmu bahasa yang mempelajari kata, frasa, klausa. Menurut Ramlan, ruang lingkup sintaksis hanya seluk beluk frasa, klausa, kalimat, wacana, sedangkan menurut Soetarno ruang lingkup sintaksis hanya frasa dan kalimat. Matthews juga berpendapat bahwa sintaksis adalah hubungan antar kata dalam unit kalimat (kata, frasa, klausa, kalimat).


Sintaksis berasal dari kata SUNTATTEIN.
sun = dengan
tattein = menempatkan
Jadi, secara istilah sintaksis adalah menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata/klausa/kalimat.


Alat-alat sintaksis
Alat-alat sintaksis adalah alat-alat bahasa untuk menghubungkan kata menjadi kelompok kata dengan struktur tertentu. Berikut ini adalah alat-alat sintaksis.

1. urutan kata, yaitu cara menyusun kata menjadi kalimat yang memiliki beberapa peluang.
Contoh: Ular kecil makan katak besar. Kalimat tersebut memiliki peluang untuk diubah urutan katanya.
2. bentuk kata, yaitu kata tunggal, kata kompleks, dan afiksasi.
Contoh: dia mencabut gigi
             dia mencabuti gigi
Kata mencabut dan mencabuti memiliki bentuk yang berbeda, sehingga menyebabkan perbedaan makna pada dua kalimat tersebut

3. intonasi, yaitu penekanan. Intonasi terdiri atas: 

4. Kata tugas, yaitu golongan kata yang memiliki bentuk bebas (tidak terikat dengan satuan lain) dan tidak memiliki makna leksikal, maknanya akan helas apabila digunakan dalam konstruksi sintaksis. Yang termasuk kata tugas adalah:  

Ciri kata tugas menurut Djoko Kentjono
1. Jumlahnya terbatas
2. Keanggotannya bersifat tertutup
3. Dapat dikuasai oleh pemakai bahasa dengan cara menghafal
4. Pada umumnya tidak dapat mengalami proses morfologis
5. Tidak memiliki makna leksikal
6. Dapat digunakan dalam wacana apapun

Monday, April 30, 2012

JOROK MANA HAYOOO!!!

Beberapa hari yang lalu, gue sempet debat sama temen gue gara-gara hal sepele. Berhubung gue demen banget sama ‘upil’ makanya gue terus menggunakan kata itu sebagai andalan gue. Sebelum menindaklanjuti masalah jorok-jorokan. Ada baiknya gue kasih pendahuluan dulu.

Kenapa harus upil?

Bagi kalian yang berpikir bahwa gue makhluk yang doyang ngupil di sembarang tempat dan waktu, harap segera membuang pikiran semacam itu. NGGAK! Gue masih ngupil pada tempatnya kok, gak di depan dosen juga. Gue masih tau etika! Haha ^o^

Sunday, April 29, 2012

Sajak-sajak Sepatu Tua

sumber gambar
Seorang maestro seni Indonesia, WS Rendra mengumpulkan 38 puisinya menjadi sebuah buku dengan judul Sajak-sajak Sepatu Tua yang bukunya diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada sekitar tahun70-an. Secara umum kumpulan puisi ini dengan jelas memberikan gambaran gamblang tentang dunia Rendra yang di Indonesia merupakan suatu dunia unik yang selalu menarik perhatian. Kumpulan puisi ini terbagi atas dua bagian dan satu kumpulan puisi berjudul Masmur Mawar, bagian pertama memuat sepuluh puisi, bagian kedua memuat tigabelas puisi, sedangkan kumpulan puisi Masmur Mawar memuat limabelas puisi. Masing-masing bagian memiliki benang merah yang berbeda. 

Friday, April 6, 2012

Analisis Drama 'PERSIMPANGAN'

R1
SINOPSIS DRAMA “PERSIMPANGAN”
Dalam sebuah kosmos waktu tak dikenal, timbullah kebingungan yang tidak terduga. Kebingungan tersebut guna menentukan arah tujuan. Pada persimpangan jalan yang dilalui banyak orang, terdapat sebuah tonggak layaknya papan nama jalan penunjuk dua arah yang berbeda, yakni: satu arah ke surga dan arah lain ke neraka.
Kebingungan bermula ketika datang satu orang yang nampak lelah dalam perjalanan panjang dan menemukan persimpangan tersebut. Karena begitu letih, dia pilih berhenti di tempat tersebut karena bingung memilih arah di persimpangan yang kesekian kalinya. Namun tidak beberapa kemudian ada dua orang yang juga tersesat di persimpangan tersebut karena tidak dapat menentukan arah tujuan berikutnya, yakni ke kanan atau ke kiri.
Kemudian disusul banyak orang yang lewat persimpangan tersebut dan mengalami hal yang sama yakni kebingungan yang luar biasa. Rombongan yang semula tampak berteman tiba-tiba bisa tampak menjadi musuh saat mereka harus memilih arah dan tujuan yang mengakibatkan perpecahan di antara mereka.
Pilihannya hanya duam yakni ke surga ataukah ke neraka. Masalahnya kemanakah arah itu? Kanan atau kiri? Pada akhirnya mereka hanya mendapatkan sebuah kebingungan dari setiap persimpangan yang ditemukan.

Friday, March 9, 2012

Teknik Membaca (ECOLA) dalam Membaca Novel


ECOLA (Extending Concept through Language Activities) dikembangkan oleh Smith-Burke (1982). Teknik ini mengintegrasikan 4 keterampilan bahasa, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Teknik ini berguna untuk memaknai dan mengawasi atau mengevaluasi pemahaman siswa. Dalam hal ini, teknik ECOLA akan diaplikasikan pada keterampilan membaca karya sastra, yakni novel. Novel yang akan dibahasa adalah Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye.


   A. Tahap-tahap teknik ECOLA
1. Menentukan Tujuan yang Komunikatif
Tahap pertama adalah sebelum membaca novel, diharuskan terlebih dahulu untuk

Tuesday, February 28, 2012

Bahasa Indonesia dalam Kumparan Media Elektronik

Oleh: Rospita Nur Fazriah
Sebaagai makhluk sosial, manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi dan saling berhubungan antaranggota. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa dan tidak ada bahasa tanpa masyarakat. Oleh karena itu, manusia mutlak memerlukan bahasa terlepas dari objek mana yang muncul terlebih dahul, masyarakat atau bahasa. Seiring perputaran waktu, perkembangan terus terjadi hingga ditemukan media elektronik sebagai penghubung komunikasi yang lebih luas. Dalam hal ini media elektronik yang dimaksud adalah televisi, radio, dan internet.
Tidak sedikit masyarakat yang langsung menyerap tanpa mengolah apa yang ia dapatkan dari media elektronik. Karena pada umumnya, masyarakat hanya mendengar, meniru, dan akhirnya menjadi kebiasaan. Salah satu teori struktural menyebutkan bahwa bahasa merupakan faktor kebiasaan (habit). Dengan berpandangan pada teori tersebut, tidak menutup kemungkinan bahasa yang sudah diatur sedemikian rupa akan mengalami perusakan oleh bahasa baru yang belum tentu baik dan benar untuk digunakan.
Hampir senada dengan teori struktural, Rogers dan Shoemaker mengungkapkan tentang teori komunikasi, yaitu teori jarum suntik. Dalam teori tersebut, komunikator disimbolkan sebagai pendorong suntikan dan pesan sebagai alat suntikan tersebut. Secara logika, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar karena jarum suntik atau pesan yang akan disampaikan bersentuhan langsung dengan penerima suntikan. Dampak inilah yang disadari atau tidak akan mempengaruhi pengetahuan awal (kognitif) masyarakat dan bukan tidak mungkin menjangkit psikomotor juga.
Sudah sewajarnya televisi menyuguhkan tayangan yang mengangkat mengenai hiburan, namun ternyata dampaknya pada masyarakat cukup besar. Hal ini disebabkan memori manusia dapat mengingat lebih kuat hal yang berkaitan dengan audio visual daripada hanya salah satunya saja. Hiburan dalam televisi, misalnya acara lawak hampir selalu menghadirkan bahasa baru di telinga masyarakat. Contohnya saja pada sebuah acara musik yang biasanya digandrungi remaja, seorang presenter-nya mengatakan kata rempong yang seharusnya adalah “repot”. Secara cepat masyarakat mampu memahami kata itu karena dengan melihat konteksnya. Setelah didengar kemudian ditiru, pastilah akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Terlebih yang sering menggunakan itu adalah sekelompok orang yang notabene telah dekat. Maka bahasa itu akan sering digunakan dan bahkan dianggap benar karena sesuai konteksnya. Sebenarnya kata rempong sendiri merupakan bahasa slang, yaitu bahasa yang besifat khusus atau rahasia dan biasa digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya banci.
Apabila melihat dari media elektronik yang paling populer dewasa ini (baca: internet) maka tidak akan telepas dari peranan jejaring sosial. Hampir seluruh remaja di Indonesia bisa dipastikan memiliki akun jejaring sosial, baik facebook maupun twitter, bahkan tidak menutup kemungkinan banyak juga yang memiliki lebih dari satu akun. Dengan demikian munculah teori remaja zaman sekarang, yaitu “no facebook/twitter no gaul”. Jadi tidak mengherankan apabila banyak remaja yang bahasanya tidak sesuai.
Sebagai contoh nyatanya adalah adanya istilah alay bagi kalangan orang yang menggunakan tulisan yang tidak seharusnya. Misalnya penggunaan angka yang digabungkan dengan huruf, contohnya kata yang seharusnya “akan” namun ditulis “4k4n”. Selain itu penggunaan huruf kecil yang digabung dengan huruf besar dalam satu kata dan bukan merupakan singkatan juga termasuk dalam kategori alay. Serta penggunaan huruf yang (dianggap) senada namun berbeda secara fisiknya, yaitu huruf “k” yang diganti dengan huruf “q” atau huruf “j” diganti dengan huruf “z”. Meskipun kini pengguna huruf alay sudah mulai mereda, namun hal tersebut merupakan perusakan bahasa secara besar-besaran. Fatalnya hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh remaja, namun anak-anak yang sudah menjamah dunia maya secara prematur.
Contoh lainnya adalah istilah dari slang twitter. Istilah itu diantaranya brb (be right back), mjb (mau join bareng), dan kepo (ingin tau urusan orang lain). Meskipun dapat dibaca secara jelas, namun isitlah tersebut membingungkan karena digunakan seenaknya tanpa ada persetujuan yang jelas. Seperti istilah asal yang digunakan oleh dua orang namun karena dibaca orang banyak sehingga menjadi meluas dan digunakan dalam berkomunikasi.
Bahasa seperti itulah yang terkadang lebih sering digunakan daripada kata yang sebenarnya. Karena dalam pandangan remaja, hal yang berbau trendy lebih banyak disukai. Satu hal yang menjadi pemicu remaja menirunya adalah melihat siapa yang mencetuskan/berbicara. Dan biasanya orang yang terkenal cenderung banyak ditiru daripada orang biasa.
Memang ironis sekali ketika melirik berbagai fenomena perusakan bahasa ternyata dilakukan oleh remaja yang notabene disebut sebagai generasi penerus bangsa. Namun fakta memang selalu lebih pahit. Itulah yang menjadi PR bersama bagi generasi yang telah insyaf atau bahkan tidak terpengaruh dari korban perusakan bahasa tersebut.
Sebagai mahasiswa bahasa Indonesia, sudah seharusnya mengangkat beban yang dipikul ibu pertiwi dalam bidang bahasa dengan membudayakan prinsip yang dicetuskan oleh Soeparno “yang benar adalah benar, yang salah adalah salah” dan jangan membenarkan karena hal tersebut sudah menjadi umum. Selain itu dengan menginjeksikan sadar budaya dalam berbahasa.

NB: makasih mas Ivan yang udah bantu aku cari judul yang bagus ^^b

Thursday, February 23, 2012

Gara-gara Korea 2

Annyeonghaseyo!

Ini postingan lanjutan dari yang sebelumnya. Dramkor dan efeknya terhadap gue udah dikupas sebelumnya. Kini gue mau bahas tentang efek Korea bagi gue dari hal yang lebih bermanfaat, yaitu GUE PENGEN BISA BAHASA KOREA. Tuuuh kan ada dampak positifnya juga kan? Sebelum gue liburan semester kemarin, gue sempet dapet video tentang belajar bahas korea dari temen gue, tapi ternyata gak lengkap. Yaudah deh, selain nonton dramkor, agenda gue semedi di kamar adalah download video buat belajar bahasa Korea dari mulai yang paling dasar sampai yang tinggi. Tapi sejujurnya gue baru LIHAT video dasarnya aja, yaitu bagian pengenalan huruf hangeul (korea).

Cukup menarik juga karena berbeda dengan bahasa Jepang dan huruf unik lainnya, Korea menuliskan tiga huruf dalam satu silabel. Jadi sedikit pengiritan tempat gitu kali yaa. Kalo satu silabel hanya terdiri dari dua huruf, pasti dikasih tanda "O" yang tak memiliki makna dan berfungsi untuk menyempurnakan silabel sehingga memiliki tiga huruf hangeul.

Thursday, October 6, 2011

Teks Deskripsi

Ini postingan ketiga gue pagi ini haha maklum aja gue lagi pengen-pengennya nge'blog karena gue kan moody (sok bangga) haha

Ini tugas diberikan dosen setelah gue disuruh membuat otobiografi yang termasuk ke dalam teks deskripsi sederhana. Sebelumnya gue perkenalkan dulu nama mata kuliah dari tugas ini, yaitu Menulis Faktual. Sepertinya ini nama mata kuliah satu-satunya di Indoensia, karena sebelum masuk semester 3 ini, gue coba surfing di gugel ternyata gak ada menulis faktual kecuali di web yang berhubungan dengan kampus gue. Jadi bangga juga haha .

Seperti yang telah diketahui bahwa deskripsi merupakan teks yang menggambarkan sesuatu hal (tempat, orang, suasana, dll) yang apabila membaca teks tersebut, pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan apa yang disampaikan teks tersebut. Gue suka cara mengajar dosen gue yang gak monoton, beliau sekarang salah satu dosen favorit gue setelah dosen Pengantar Kajian Sastra.

Saat itu dosen menyuruh kami (mahasiswanya) menulis tentang rumah idaman dalam waktu kurang lebih sepuluh menit. Lalu hasilnya itu diberikan secara acak kepada teman-teman yang lain, lalu temannya tersebut harus menggambarkan dalam kertas kosong rumah seperti apa yang ada dalam tulisan temannya.

Otobiografi

Otobiografi merupakan riwayat hidup pribadi yang ditulis oleh diri sendiri. Simpelnya itu menceritakan diri sendiri, sama halnya ketika menulis "about me" di jejaring sosial. Bedanya, otobiografi itu lebih panjang. Mungkin sebagian orang menganggap penulisan yang benar adalah Autobiografi, bukan otobiografi. Pada awalnya gue juga mengatakan autobiografi, tapi setelah penjelasan dosen yang menganalogikan dengan membandingkan kata yang benar antara "otomatis" atau "automatis", beliau (dosen gue) mengatakan bahwa hal itu pengaruh bahasa Inggris. Namun ketika gue lihat di KBBI, pada keyword otobiografi, gue malah disuruh lihat autobiografi. Yaah, bahasa Indoenesia terkadang memang tidak konsisten. Sekitar dua minggu yang lalu gue dapet tugas bikin otobiografi, dan ini hasil gue.

Wednesday, October 5, 2011

DRAMA

Drama merupakan pengalaman hidup manusia yang dipentaskan (di atas panggung) dihadapan orang banyak. Berdasarkan pengertian tersebut, karakteristik sebuah drama adalah:
  1. Terdapat pengalaman hidup manusia;
  2. Dipentaskan atau dipertunjukkan;
  3. Berbentuk dialog;
  4. Dihadapan orang banyak; dan
  5. Di atas panggung

Tuesday, October 4, 2011

HIKAYAT

Berdasarkan ensiklopedi sastra Indonesia (2004) hikayat diartikan sebagai jenis cerita melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang terutama para raja atau para orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktiannya, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.

Kata hikayat sendiri berasal dari kata kerja haka yang artinya menceritakan atau mengatakan sesuatu pada orang lain.
Ciri-ciri hikayat:
  1. Termasuk sastar lama (cerita kuno) berbentuk prosa
  2. Ditulis dalam bahasa dan struktur ejaan melayu
  3. Sebagian besar ceritanya berkisar dalam kehidupan istana (istana sentris)
  4. Unsur rekaan merupakan ciri yang menonjol
  5. Lazimnya hikayat mencakup bentuk prosa yang panjang
  6. Beruisi riwayat atau sejarah raja atau orang suci

Tuesday, June 14, 2011

Analisis Lirik Lagu 'RUBAH'

R1
RUBAH
Jaman berubah perilaku tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubahWajah berubah kok menjadi lebih susahManusia berubah berubah - rubah
Gandhi yang dicari yang ada komediRevolusi dinanti yang datang AzhariLembaga berdiri berselimut korupsiWibawa menjadi alat melindungi diri
Pendidikan adalah anak tiri yang kesepianAgama sebagai topeng yang menjijikkanKemiskinan merajalela yang kaya makin rakus sajaHukum dan kesehatan diperjual belikan
Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawurPemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang
Televisi sibuk mencari iklanSementara banyak yang tunggu giliranRakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosongDimana aku apa ditelan tsunami ?
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Revolusi dinanti yang datang Azhari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri


(Iwan Fals)
R3
1. PESAN LAGU ‘RUBAH’

Sunday, June 12, 2011

Analisis Lirik Lagu 'CENAT-CENUT'

1. PESAN LAGU ‘CENAT-CENUT’
Lagu cenat-cenut merupakan sebuah lagu parodi yang tidak memiliki tema yang tidak pasti. Karena secara eksplisit lagu ini menyebutkan bahwa lagu ini dibuat hanya untuk ‘lucu-lucuan’ dan lagu ini tercipta hanya untuk orang yang bibirnya dower saat melihat perempuan. Namun juga pada awal lirik lagu ini tidak ditemukan adanya keterkaitan dengan reff dan akhir lirik. Lagu ini hanya ingin memberikan sebuah hiburan melalui lirik-lirik yang disusun dengan kalimat yang jenaka.

Saturday, April 9, 2011

PENINGKATAN CITRA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


Bahasa Indonesia telah menunjukkan peran yang berarti dalam mempersatukan bangsa Indonesia. Pengakuan terhadap peran tersebut telah dikukuhkan dalam undang-undang dasar dan politik bahasa nasional.
Pengembangan bahasa Indonesia telah menghasilkan berbagai pedoman. Sementara itu, pembinaan terhadap pemakai bahasa telah dilakukan dengan berbagai cara.
Di lembaga pendidikan, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia belum memperoleh hasil yang memuaskan. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk peningkatkan citra pendidikan bahasa dan sastra Indonesia adalah (1) mengubah nama dari “Pelajaran Bahasa Indonesia” menjadi “Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia”, (2) memberdayakan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan menfokuskan pada aspek sosial, moral, penalaran, dan wawasan.