Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label seputar kampus. Show all posts
Showing posts with label seputar kampus. Show all posts

Tuesday, November 12, 2013

Nyeseknya Mahasiswa Tingkat Akhir

  
Pernah gak pada suatu pagi, di saat lu bangun tidur. Terasa nyesek banget? Bukan nyesek karena (maaf) suatu penyakit. Tapi lebih karena batin. Iya, temen gue (gue pun meng-amin-kan) merasakan hal yang serupa di kala bangun tidur. Bedanya, temen gue cuma kerasa nyesek setiap hari senin, dan gue hampir setiap hari.

TANYA KENAPA?

Setiap manusia diberikan waktu yang sama oleh Tuhan, 24 jam. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu yang sama tersebut yang akan menjadi pemenang. Waktu terasa terlewatkan begitu saja, sia-sia. 

Jujur, semester ini sebenarnya tidak terlalu banyak beban mata kuliah. Hanya 8 sks, 4 mata kuliah. Itulah enaknya jadi mahasiswa tingkat akhir. Namun, dibalik keringanan itu terdapat beban yang dipikul, terasa berat sekali. Tagihan skripsi.

Sampai tulisan ini diketik pun, belum sejengkal pun gue nemuin dosen pembimbing. Padahal, dosen pembimbing telah ditentukan sejak awal semester ganjil ini. Sudah lama, dan gue masih "diam di tempat". Sungguh alasan yang tidak bijak sekali bukan kalau gue bilang "gak ada waktu"?

Setelah nyesek pas bangun tidur, gue juga jadi nyesek kalau lihat foto orang tua, inget orang tua, dan hal-hal yang berhubungan dengan orang tua. Terasa dikejar-kejar karena utang. Emang bener sih, utang kewajiban. Toh, gue juga udah ambil skripsi dari semester 7 ini sih. Gue jadi super sensitif melebihi merek tespack.

Gue jadi inget kejadian sekitar 2 minggu yang lalu. Hari itu, akhir bulan, gue lupa tanggal berapa. Duit gue di ATM limit, di ambang batas sewajarnyalah, meski bisa dikatakan itu masih cukup. Tapi tetep aja hati gue gak tenang. Jadi, malam itu gue kode ke bapak gue. Gue sms pake salam yang sopan, nanya kabar. Terus laporan keuangan deh. Beberapa hari kemudian, gak ada respon. Ah, kode gue gak kebaca atau bapak gue yang lupa? Sampai akhirnya gue WA si teteh, nyuruh bapak baca kode gue. Sehabis isya, ternyata bapak langsung ngirim. Dasar pikun. Gue selalu lupa untuk sms bapak untuk bilang "terima kasih" atau karena gue anak yang gak tau terima kasih? Oh :( tidaaaaaaaak. 

Sebuah percakapan terselip di sela-sela telponan dengan bapak.
Bapak: "dek, gimana? udah mulai?"
gue: "hah? apa? oh, masih di judul."
Bapak: "masih dijudul aja dari dulu? kapan penelitiannya?"
gue: "eum, ade masih harus nyari referensinya dulu. cari teorinya gitu, pak."

Lihat! Apa yang bisa gue lakukan? Gue cuma bisa ngeles. Ini sungguh beban mental. Bagaimana tidak? Gue tau, secara gak langsung gue sedang dibandingkan dengan si teteh yang bulan Desember udah kelar, Januari sidang, Juli wisuda (gak kebagian kursi yang gelombang sebelumnya). Iya, harusnya gue emang lebih memerhatikan tentang hal ini. 

JADI, SELAMA INI LO NGAPAIN AJA DI WAKTU SENGGANG?

Jawaban absurd akan gue lontarkan. Gue nonton film dan drama korea. Daebak~ 
Waktu gue terbuang percuma selama berjam-jam. Kerjaan gue ya cuma nonton, makan, main, kuliah aja cuma 4 kali doang, pacaran, dan hal-hal yang gak berguna lainnya. Gue tau, gue sedang membangun habbit yang buruk. Maka, ketika mulai disinggung-singgung oleh dosen, gue mulai berpikir. Gue gak bisa kayak gini terus. Mahasiswa tingkat akhir memang banyak cobaannya. Dan yang paling tidak mengenakkan adalah boros. Maka, sekarang gue lagi memprogram hidup gue agar tidak boros. Harus pandai memilah dan menabung. Membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Okesip.

Dan sebenernya alasan kesensitifan gue selama ini, terletak pada itu. Beban skripsi. Susah memang untuk mengawali suatu hal semacam itu. Tapi, gue harus! Gue butuh dukungan. Bukan dukungan untuk tetap menunda, tapi dukungan untuk melangkah. Jangan mentang-mentang dosen pembimbing pernah ngasih nilai C ke gue, dan gue jadi diem di tempat. Ah, hal ini tak boleh dibiarkan. 

SEMANGAAAAAAAAAAT PIT!!!!
uyeeaaaaaaaaaaaaaaaaah~

Friday, June 28, 2013

Aku Cinta Tugas Karena ALLAH

Kyaaaaaaaaaaa.. salam huba-huba upiler~
Long time no see 

Kangeen ish gue sama si blog, tapi sayangnya kangennya gue sekarang mah udah teralihkan sama mas (uhuk) pacar. uhuk~ 

Tugas bulan ini emang naudzubillah bisa menyita waktu gue. Tugas akhir dimana-mana. Iya, itu tugas udah kayak manusia php aja, ada dimana-mana. #eh

Awal bulan ini sih enak. Masih minggu tenang, lalu mulai deh ujian. Garagara semester ini gue ambil full sks, jadi tugasnya banyak dan berbobot semua. Iya, kali ini gue bakalan share masalah tugas gue dan penyelesaiannya.

Saturday, May 4, 2013

Hidup? Nikmati Sajalah

Bila bukan kita yang menikmati hidup kita sendiri, lantas siapa lagi? 

Beberapa hari terakhir menjadi hari yang cukup berat bagi gue. Gue adalah orang yang lumayan moody. Pagi ceria, siang cemberut, sore nangis, malam cengengesan. Iya, moody gue terkadang membawa pengaruh negatif untuk diri gue pribadi. 

Oke, semua berawal dari mata kuliah bernama “Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Itu adalah mata kuliah yang dapat menjembatani mahasiswa untuk lulus cepat di waktu yang tepat.  Dulu, mata kuliah tersebut diberikan untuk mahasiswa semester 7, namun kini pindah ke semester 6. Harapannya hanya satu, mahasiswa cepet lulus. Mungkin dosennya bosen dan risih juga melihat wajah-wajah mahasiswa semester tua. Ppfft~

Pertama kali kuliah, dosen memberikan brainstoarming dan pengenalan mata kuliah. Pertemuan kedua-ketiga, masih seputar teori. Pertemuan keempat-ketujuh teori plus ditagih judul untuk proposal skripsi. Jujur, saat itu gue masih buntu. Dari awal, gue pengen skripsi gue menghasilkan suatu produk media pembelajaran yang tidak membosankan. Bagaimana caranya agar siswa tetap fokus belajar tanpa menyepelekan pelajaran yang diberikan guru. Oke, gue pilih metode Research and Development (RnD). Gue pengen bikin games. Gue pengen buktiin bahwa anak bahasa macam gue bisa juga bikin games, bukan hanya anak TI atau TP. 

Sunday, March 31, 2013

Aku Menemukan Versi Kecilmu

“Pit, nanti kumpul di perpustakaan ya. Kita mau rapat dengan OSIS.” Begitu ucap temanku, menyampaikan amanat sang ketua. 

Aku hanya mengangguk santai, perhatianku masih tertuju dengan koran hari ini di lobi sekolah. Dua menit kemudian, temanku menggamit tanganku agar aku bergegas. 

Kami memang memiliki basecamp di aula sekolah, namun untuk sementara kami sering berkeliaran di perpustakaan karena ada banyak sekali buku yang belum dilabel. Ya, kami jadi pustakawan dadakan. 

Setibanya di perpustakaan, aku langsung duduk bersama yang lain, tentu saja dengan para OSIS sekolah itu. Pandanganku masih sibuk menyapu rentetan buku yang belum juga sempat dirapikan. Sampai pada akhirnya sang ketua KKN berdeham tanda rapat akan segera dimulai dan agar semuanya fokus. 

Akupun mengalihkan pandanganku pada sesosok anak laki-laki hitam manis yang ternyata bernama (sebut saja) Ilham, ketua OSIS. Deeeg! Entah kenapa, aku melihatmu disosoknya. Iya, hitam manisnya sama. Hanya aja senyummu lebih manis dari dia. Kalian juga sama-sama memiliki jiwa pemimpin. Aah! Aku menghela nafas sejenak. Mengatur memoriku yang mendadak jadi flashback ke zaman SMP dan SMA. Juga masa dimana aku dan kamu sama dengan kita. Iya, ‘kita’ yang terlalu singkat. 

Lantas kenapa aku harus mengingatmu lagi? Padahal sebelumnya tidak sekalipun aku mengingatmu, karena ada dia. Ah siapa pula dia?

Wednesday, February 27, 2013

Aturan DOSEN

Assalamualaikum...
walaikumcalam...
eh masih kecil kok pinter ya? pasti susunya mahal.

Selamat sore untuk seluruh keluarga upil di dunia. uhuk uhuk
*bersihin sarang laba-laba di langit-langit blog*

Sepertinya gue emang bukan blogger yang baik, karena gue tega meninggalkan dan mencampakkan blog gue selama sebulan lebih. Bahkan buat bales komenpun telat. Maaf ya. Sebelumnya karena emang pulsa modem gue abis, dan tentu saja gue disibukkan dengan agenda KKN dan eerrr kuliah semester 6.

Sore ini gue cuma mau basa-basi doang. Belum ada cerita yang menarik. Mungkin besok setelah gue presentasi makul Sosiolinguistik. Dosen makul itu nggak killer, tapi rempong. Pertama kali masuk kelas gue, beliau sudah membuat peraturan, beberapa peraturan emang dibuat eksplisit. Nih beberapa kisah gue di kelas Sosling.


1. Minta izin dulu yaaa
Ketika temen gue (si A) terlambat masuk kelas, dia tidak langsung duduk, melainkan minta izin dulu kalo dia terlambat dan meminta maaf. Namun, ketika temen gue (si B) terlambat dan tidak meminta izin. Beliau mengatakan bahwa "sebaiknya Anda mencontoh temen Anda (si A)". Nah, eksplisit kan?

2. Aturan bikin makalah yang rempong. 
Makalah dibuat dalam waktu satu minggu dan tidak boleh menggunakan kutipan dari internet. Beliau mengancam akan memberikan nilai rendah apabila ada kelompok yg ketahuan ngambil dari internet. Beliau jg mengatakan bahwa beliau memiliki beberapa server untuk mendeteksi plagiarism dan temen-temen gue gak ada yang percaya. Tapi, tetep patuh kok mereka. Rempongnya bukan karena gak boleh pake internet, tapi baru kali ini ada dosen yang menyuruh mahasiswanya menggunakan kutipan di setiap kalimat dalam makalahnya. Beuh, terus tulisan hasil pemikiran gue ditaro dimana dong? Selain itu, makalah + ppt harus dikumpulkan via email satu hari sebelum makul itu berlangsung. Terakhir kali gue ngerjain makalah itu, temen-temen gue baru cabut dari kosan setelah jam 12 malem. Muke gile.

3. Aturan main presentasi
Setiap kelompok akan diundi untuk melakukan presentasi. Jadi, pas makul itu semua kelompok harus sudah siap semua, baik makalahnya maupun ppt-nya. Eh pas diundi, kebetulan yang maju kelompok kakak kelas yang ngulang, tentang penelitian. Karena kasihan, kami pun memutuskan bahwa itu hanya uji coba. Presentasinya emang buruk. Dosen bilang kalau presentasi jangan sekali2 bawa makalah, hanya catatan kecil. Beuh, bener2 nguji mental. Apalagi nanti akan dicecar dengan pertanyaan2 yang tak terduga. Iya, kelompok gue maju hari senin depan (4 Maret). Doain gue semoga lancar yaa ^^

4. Aturan lain
Dosen tidak menyukai mahasiswa yang lambat dan tidak peka terhadap sekitarnya.

#FYI aja sih yee, dosen gue ini cewek dan mirip banget sama temen sekelas gue, Entin. Iya, masih inget kan si Entin yang disini dan disini? Temen gue yang sama rempongnya. Tapi si Entin sekarang udah mendingan kok, gak pernah grepe-grepe gue lagi. haha serem ya 

Baiklah..sekian dulu postingan dari gue..

BYE!

Wednesday, December 19, 2012

RSJ: dari nginep sampai hilang barang-barang

KOMUNITAS AKAR!!!
(Akar menghujam menuju 12, SEMANGAT!)
Begitu bunyi jargon yang selalu dielu-elu kan kami, komunitas akar. Komunitas akar adalah sebuah komunitas yang dibentuk sejak kami menginjak semester 3 (2011) oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2010 kelas K. Kami menamai komunitas akar, karena akar adalah bagian dari pohon yang paling penting. Ia yang menopang semua yang ada di pohon. Harapannya, kami dapat membentuk pondasi yang mengakar erat demi mencapai tujuan bersama. Kompak. Kurang lebih seperti itu. Hehe

Pada semester tiga kami telah mementaskan sebuah dramatisasi dan musikalisasi puisi berjudul "Jejak di Atas Aspal". Sebuah pementasan perdana yang membuat gue deg-deg-serr! haha gue tidak ikut main, gue hanya orang belakang yang memainkan laptop (baca: operator).

ini hasil design gue
Nah, di semester lima akhirnya kami dapat mementaskan pementasan kedua, yakni RSJ (Rumah Sakit Jiwa). RSJ adalah sebuah drama karya N. Riantiarno. Drama ini mengisahkan seorang dokter baru yang ingin merubah sistem penyembuhan di RSJ. Namun, karena dokter lama tidak menerima kehadirannya, akhirnya ia difitnah memperkosa seorang pasien dan dipecat dan bunuh diri. Tragis bukan? drama banget ya? hihi
ini juga hasil design gue

Gue sebagai apa? Operator lah, apalagi. Iya, gue sebagai Koord. PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi). Tapi, gue bangga meski gak maen. Entah kenapa.

Friday, November 2, 2012

Mereka Menunggu Ketidakpastian


Kesan pertama ketika selesai membaca cerpen ini adalah, menarik. Bagi orang awam, cerpen ini merupakan cerpen anak-anak. Namun, setelah dibaca berulang-ulang, cerpen ini bukan cerpen anak. Pengarang hanya meminjam pandangan anak-anak dan ditaruh pada sudut pandang orang pertama, yakni aku. Contohnya saja saat pengarang ingin memberitahukan pada pembaca bahwa Jack seorang pesulap, pengarang tidak langsung menyebutkan Jack pengarang, tetapi melalui deskripsi yang seolah diutarakan oleh anak-anak. Apabila dilihat dari pemilihan judul, pengarang cukup memikat pembaca. Diksi yang dipilih adalah ‘sosok’ yang notabene belum tentu makhluk apa itu, meski kebanyakan yang dimaksud adalah manusia. 

Membaca cerpen ini seperti sedang bermain games teka-teki. Pembaca harus jeli dan peka terhadap setiap diksi yang digunakan pengarang, pemilihan kata yang dapat menjadi petunjuk-petunjuk. Petunjuk tersebut bisa jadi sebuah setting atau plot dan unsur intrinsik lainnya. Beberapa petunjuk yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah sebagai berikut: 

- Sepesang sosok bergerak ketika tak ada orang. (Sosok bukanlah manusia) 
- Tempat lembap dan penuh asap, botol minuman berjejer. (Sebuah bar di tempat kumuh) 
- “Aku tak siap dengan apa pun yang melibatkan cinta.” (Jack dan Leona memiliki hubungan khusus) 
- Jack menggunakan bahasa yang tak dikenali. (Bahasa yang tak biasa digunakan di daerah tersebut) 
- Mery kejang. (Mery memiliki penyakit) 
- Sepasang sosok ingin ke Amerika seperti Leona. (Setting tempat bukan di Amerika) 
- Mery kanak-kanak, tak pernah mengajak bicara, keheningan. (Mery bisu) 
- Suatu malam, Mery pergi. Kita melihat sosok berbaju putih dan bersayap menggandeng tangannya. (Mery meninggal, dibawa malaikat, semacam kepercayaan umat kristiani) 
- Berdiri di depan cermin, menatap diriku sendiri. (Tokoh aku cukup tahu diri) 
- Panggilan madam. (Sebutan untuk wanita di Eropa, khususnya Inggris) 

Dari sekian banyak petunjuk yang disebutkan, dapat diketahui unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen. Misalnya saja tokoh, setting, penokohan, dan lain-lain. Setting tempat lebih mendominasi isi cerpen dibandingkan setting waktu. Setelah melihat petunjuk, dapat disimpulkan bahwa settingnya di Eropa, Inggris. Hal tersebut didukung oleh adanya salju, musim dingin, bahasa yang asing, dan panggilan madam. Sedangkan setting waktunya didominasi saat malam hari. 

Apabila ditinjau dari segi alur, pengarang menggunakan alur campuran. Maju-mundur-maju. Saat alur mundur, pengarang begitu rapi membungkus ceritanya. Tahap demi tahap dilalui secara perlahan tapi pasti, sehingga pembaca tidak begitu kesulitan dalam memahami alurnya. 

Tokoh utama dalam cerpen adalah sepasang sosok yang ternyata dua buah boneka, yakni Barbie dan babi. Pengarang sengaja mensejajarkan mereka, entah karena kasta atau nama kedua sosoknya. Babi merupakan hewan ternak yang banyak terdapat di kawasan Eurasia (Eropa Asia). Babi juga salah satu mamalia omnivora yang lebih cerdas dibandingkan kucing dan anjing. Hal itu diaminkan dengan kalimat “Berhentilah menghindar. Hadapilah. Inilah hidup.” Pada kalimat tersebut tersirat sebuah sikap yang bijak, orang bijak biasanya cerdas, karena mereka mampu mengendalikan emosinya. 

Barbie adalah boneka berwujud perempuan cantik dan selalu menggunakan aksesoris untuk melegkapi penampilannya. Barbie dibuat disecantik mungkin sebagai representasi sosok perempuan yang sempurna. Dalam cerpen tersebut, Barbie lebih banyak mengeluh, bahkan hanya karena hal sepele seperti sepatu yang dianggap tabu oleh tokoh aku. Orang yang sering mengeluh adalah mereka yang kurang bisa menerima hidupnya, atau bisa dikatakan kurang bersyukur. 

Ketika menilik kata ‘menunggu’ pada judul, pembaca langsung memberikan tanda tanya. Siapakah yang mereka tunggu? Awalnya, dua sosok tersebut menunggu Mary yang dibawa malaikat bersayap. Lalu, ketika Jack telah membuat toko boneka, kedua sosok tersebut tetap menunggu. Barbie yang menunggu teman yang sepadan dan babi yang seumur hidupnya menunggu, entah siapa. 

Dalam hidup ini, biasanya seseorang akan merasa kehilangan ketika sesuatu yang biasanya ada menjadi tidak ada. Maka, ketika seseorang menunggu, ia menunggu sesuatu yang sama dengan sesuatu yang hilang tersebut. Begitulah, kedua sosok yang menunggu itu. Bahkan mereka pun menunggu ketika Jack meninggal. Mereka menunggu di etalase sambil menatap ke luar jendela. Meski kedua sosok itu seperti sedang menanti seseorang, namun disadari atau tidak kedua sosok itu hanya menuggu ketidakpastian.

Semester 5: Antara galau, latihan drama, dan #NovemberWish

WELCOME NOVEMBER!!
Mangga kalebet! Semoga hidup gue semakin galau lebih baik dan bermakna #amin

*ngulet* Ciat ciat ciat ciaaaaaaaaaat!!!
akhirnya gue bisa bangun pagi juga. Alhamdulillah. Tapi kan hari ini lo gak ada kuliah pit. Ah no problem. Bangun pagi kan gak harus karena kuliah pagi aja, tapi karena merindukan untuk bersujud kepada-Nya di waktu subuh. Jadi, selama ini lo gak pernah shalat pit? Minggu kemaren gue lagi gak shalat, eh kebablasan kebiasaan bangun siangnya sampe gue shalat -___-" Itulah buruknya gue!

Eh, tapi hikmah bangun pagi yang gue dapatkan adalah gue bisa shalat sebelum matahari terbit, nulis blog yang udah lamaaaaaaaaaaaaa banget gue cuekin dan inget mantan. *eeh mulai lagi*

Sepertinya udah bukan hal aneh lagi dengan isi blog gue yang isinya curhatin tentang gue yang sering bangun kesiangan. Nah, itulah kebiasaan buruk gue. Ah, tapi kan semuanya berawal dari niat sodara-sodara! Ketika dua hari terakhir kemaren gue kelewat shalat, sebelum gue tidur gue cuma berdoa tanpa memantapkan niat untuk bangun subuh. Naah, setelah semalem gue berdoa dan menambah doa untuk dibangunkan saat subuh, itu semua terkabul. Alhamdulillah yaa cettaaaar sekali. *eeh

Thursday, June 7, 2012

Review Talkshow Bang Dika

Saat gue ngetik ini gue dalam keadaan sesadar-sadarnya dan seinget-ingetnya bahwa besok adalah deadline pengumpulan draft SKRIPSI bab I dan II, dan gue belom kelar ngerjainnya. Iya, lo gak salah baca kok. Gue, mahasiswa semester 4 dengan ini mengakui sedang menjalani proses SKRIPSI (boongan). Maksudnya? Itu emang bukan skripsi beneran, hanya sekedar tugas mata kuliah membaca, tepatnya membaca sintopis. Tapi, berhubung gue lagi bae, gue males jelasin apa itu membaca sintopis. Lebih baik tanya mbah gugel aja. #okesip 

Eniweey, gue masih dalam euphoria talkshow bang Raditya Dika. Talkshow itu diadakan oleh BEM fakultas dan bekerjasama sama produk alat tulis gitu.

Terus gimana Pit? Seneng dong ketemu bang Dika?

Seneng upil lo gosong!

Kok gitu?

Monday, May 28, 2012

Dont Try At HOME, please!

Satu minggu yang sibuk. Saking sibuknya gak pernah maen kesini lagi. Maafin yaah blogku sayaang, kamu sampe kotor kayak gitu.

     

Setiap minggu dalam hidup gue diawali dengan senin. Ya, hari senin yang sebagian orang membencinya. Entah kenapa. Gue gak mau kepo ah. Haha #abaikanparagrafini

Senin yang lalu, gue masih inget banget betapa rempongnya gue. Hari itu gue bangun jam 06.50. gue kesiangan lagi, gak shalat lagi     maafin Pipit ya Allah. Tapi untungnya gue sempet mandi, datang ke kampus jam 07.10. kelas tinggal dikit banget orangnya. Kemana orang-orang? Ternyata ada isu bahwa perkuliahan diliburkan karna dies natalis kampus. Padahal itu hanya sebuah wacana, dosen mutung karena saat beliau masuk kelas, cuma ada 3 ekor mahasiswa. Oke, saat itu diberi tugas kelompok. Eniwey, sebelumnya gue tau kalo dosen makul kedua kosong. Maka hari itu gue capcus nyari kaos item. Iya, dari sekian kaos gue, yang berwarna item cuma baju sidu kelas pas SMA doang. Entah kenapa gue pengen banget ke Malioboro. Gue lirik jam tangan gue, 08.50! ternyata Malioboro masih sepi, belom buka.    #Sial gue kepagian.

Saturday, May 12, 2012

Kronolgis Minggu Kedua Mei

Wilujeng Wengi, Sugeng Dalu, Selamat Malam.*chibi chibi chibi*

Masih teringat jelas minggu yang lalu gue posting tentang si Entin yang ternyata nama samaran. Maaf yaa yang mau kenalan sama Entin, pasti kecewa.

Seminggu gue hanya sekedar singgah di blog untuk sekedar bales comment (kalo ada) dan blogwalking. Kemaren-kemaren gue masih males buat nulis, entahlah jangan tanya kenapa karena kutak tahu. Oke, itu lagu.

Sekarang gue akan menceritakan kronologis kisah gue selama lima hari kemaren dan hari ini.

SENIN


Pagi itu gue bangun jam setengah tujuh. Kesiangan lagi. Untung pas gak shalat, jadi gue aman dari dosa. Hal paling sering gue kesalkan setiap pagi terjadi, antri kamar mandi. #NasibAnakKost. Sampe di kampus, gue telat masuk kelas, dosen udah keburu cuap-cuap. Ternyata dosen hanya mengisi sampai pukul 08.00, beliau ada rapat. Biasalah beliau kan ketua jurusan, jadi sibuk rapat sana sini. Gue aman. Hari itu Entin sumringah banget dengan notebook barunya. Mata kuliah kedua masih lama, pukul 11.00. Tapi percuma juga, dosen masih ke Bangkok untuk acara seminar atau apa gitu. Lalu gue pulang dan gue lupa ngapain lagi.

Sunday, April 29, 2012

Sajak-sajak Sepatu Tua

sumber gambar
Seorang maestro seni Indonesia, WS Rendra mengumpulkan 38 puisinya menjadi sebuah buku dengan judul Sajak-sajak Sepatu Tua yang bukunya diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada sekitar tahun70-an. Secara umum kumpulan puisi ini dengan jelas memberikan gambaran gamblang tentang dunia Rendra yang di Indonesia merupakan suatu dunia unik yang selalu menarik perhatian. Kumpulan puisi ini terbagi atas dua bagian dan satu kumpulan puisi berjudul Masmur Mawar, bagian pertama memuat sepuluh puisi, bagian kedua memuat tigabelas puisi, sedangkan kumpulan puisi Masmur Mawar memuat limabelas puisi. Masing-masing bagian memiliki benang merah yang berbeda. 

Friday, April 6, 2012

Analisis Drama 'PERSIMPANGAN'

R1
SINOPSIS DRAMA “PERSIMPANGAN”
Dalam sebuah kosmos waktu tak dikenal, timbullah kebingungan yang tidak terduga. Kebingungan tersebut guna menentukan arah tujuan. Pada persimpangan jalan yang dilalui banyak orang, terdapat sebuah tonggak layaknya papan nama jalan penunjuk dua arah yang berbeda, yakni: satu arah ke surga dan arah lain ke neraka.
Kebingungan bermula ketika datang satu orang yang nampak lelah dalam perjalanan panjang dan menemukan persimpangan tersebut. Karena begitu letih, dia pilih berhenti di tempat tersebut karena bingung memilih arah di persimpangan yang kesekian kalinya. Namun tidak beberapa kemudian ada dua orang yang juga tersesat di persimpangan tersebut karena tidak dapat menentukan arah tujuan berikutnya, yakni ke kanan atau ke kiri.
Kemudian disusul banyak orang yang lewat persimpangan tersebut dan mengalami hal yang sama yakni kebingungan yang luar biasa. Rombongan yang semula tampak berteman tiba-tiba bisa tampak menjadi musuh saat mereka harus memilih arah dan tujuan yang mengakibatkan perpecahan di antara mereka.
Pilihannya hanya duam yakni ke surga ataukah ke neraka. Masalahnya kemanakah arah itu? Kanan atau kiri? Pada akhirnya mereka hanya mendapatkan sebuah kebingungan dari setiap persimpangan yang ditemukan.

Monday, March 5, 2012

Suara Mahasiswa untuk Dosennya

Peraturan pertama : DOSEN SELALU BENAR
Peraturan kedua : APABILA DOSEN SALAH, KEMBALI KE PERATURAN PERTAMA


Siapa yang tak pernah mendengar peraturan egois itu? Hampir semua yang memiliki kekuasaan tertinggi pastilah menerapkan peraturan pengekang itu.

Mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan ilmu dari dosen, dosen berkewajiban untuk menghargainya. Selama gue kuliah, ada hal-hal yang gak gue suka dari dosen. Ini dia kriteria dosen yang paling malesin sejagat kampus. JENG JENG...dosen masuk dan keluar seenaknya sendiri, dosen yang tidak menghargai perjuangan mahasiswa, dan dosen yang mengambil penilaian dari antah berantah. Oke kita bahas satu persatu. Here we go...

1. Dosen masuk dan keluar seenaknya
sumber
Ini adalah tipe dosen yang sering dijumpai dan itu membuat mahasiswa tidak menyukainya. Sebagai mahasiswa memang wajar ketika dosen gak masuk, pasti senang, gue gak munafik soal itu. Tapi, dosen gak ada pasti meninggalkan tugas. Itu yang gak seneng. Oiya, pas semester pertama ada dosen yang parahnya banget banget banget. Beliau kalau masuk itu bentaaaaaaaaar banget, seharusnya 100 menit, eh beliau masuk hanya sekitar lima belas menit sodara-sodara! gue ulang yaah biar dramatis..LIMA BELAS MENIT!!!!Udah gitu di tempat gue kan ada kelas besar dan kecil, satu kelas besar berisi sekitar 36-40 anak dan dua kelas besar digabung. Buseeet udah gak efektif, jarang masuk, sekalinya suruh bikin makalah, satu makalah dianggotakan oleh satu kelas kecil yang berisi 18 mahasiswa. HAHA dosen ajaib! Bagaimana mungkin beliau bisa dijadikan dosen pendidikan? APPLAUSE sodara-sodara! Soal nilai, kalau gak salah sih gue dan temen-temen banyak yang dapet A, tapi tetep aja gue berpikir bahwa itu sebagai rasa bersalahnya beliau sebagai dosen (mungkin).

Monday, February 27, 2012

Random banget

Tak jarang manusia selalu dihadapkan kepada ketidakpastian-ketidakpastian dalam hidup. Misalnya hari ini gue sedih banget dan besoknya gue semangat luar biasa, lalu gue sedih lagi tapi sebentar kemudian udah biasa aja, lalu datar. Sumpah random banget.

Alasan yang kurang logis adalah gue gak tau kenapa gue sedih. Rasanya tuh pengen nangis tanpa sebab. Apa karna lagu yang gue denger? Iya, setiap gue menyalakan laptop plus online atau plus ngerjain tugas gue pasti langsung nyetel lagu. Kuping dan tangan gue berasa gatel aja kalo gak pake headphone buat denger lagu. Lagu apa? Random juga. Tapi karena gue lagi kena demam korea, makanya lagunya Korea. Dan gue adalah salah satu penyuka lagu original soundtrack dari dramkor. Semua lagu ost yang gue suka gue play sekaligus. Sejujurnya gue gak ngerti itu lagu siapa yang nyanyi bahkan gue gak tau isi lagunya apa. Tapi setelah denger musik yang mendayu-dayu, apalagi kalo instrumen biola atau piano gitu. Udah deh perasaan janggal gue muncul. Sedih tanpa sebab.

Lalu semangat akan muncul ketika gue lagi ngerjain tugas. Gue akan serta merta sekuat tenaga mengerjakan tugas itu. Dengan mementingkan proses dan kurang perduli terhadap hasil gue kerjakan sebisa gue. Gue percaya pada kemampuan diri gue. Maka gue pun bisa. Biasanya gue memikirkan tentang masa depan. Tentang impian gue disamping pengen jadi guru yang bisa merubah peradaban. (ciaelah..keren kan? muehuehue..) Gue sering nempelin banyak blocknote di tembok supaya gue inget terus. Ngaruh banyakkah? nggak sih, tapi setidaknya gue ada langkah untuk menuju kesana.

Membangun motivasi itu terkadang memang sulit, apalagi dengan situasi yang tidak mendukung. Bangke banget kalo kita udah semangat buat ngerjain tugas, eh tiba-tiba ada temen yang main ke kosan. Itu akan sangat mengganggu mood belajar gue. Berhubung gue anaknya moody, jadi kalo udah gak mood ya udah males kesononya. Itulah sikap buruk gue yang belum bisa terenyahkan.


Oya, esai gue udah selesai kemaren sore. Mungkin besok akan gue posting, karena besok pagi baru dikumpul ke dosen. Gue sendiri kurang yakin kalo itu tulisan berupa esai, soalnya bahasa gue berasa sedikit berbau makalah atau penelitian. Balik lagi ke prinsip gue, proses itu lebih penting :)

Nih gue kasih sedikit bocorannya (haha sok penting banget deh gue)

(klik untuk membesar)

Thursday, February 23, 2012

Gara-gara Korea 2

Annyeonghaseyo!

Ini postingan lanjutan dari yang sebelumnya. Dramkor dan efeknya terhadap gue udah dikupas sebelumnya. Kini gue mau bahas tentang efek Korea bagi gue dari hal yang lebih bermanfaat, yaitu GUE PENGEN BISA BAHASA KOREA. Tuuuh kan ada dampak positifnya juga kan? Sebelum gue liburan semester kemarin, gue sempet dapet video tentang belajar bahas korea dari temen gue, tapi ternyata gak lengkap. Yaudah deh, selain nonton dramkor, agenda gue semedi di kamar adalah download video buat belajar bahasa Korea dari mulai yang paling dasar sampai yang tinggi. Tapi sejujurnya gue baru LIHAT video dasarnya aja, yaitu bagian pengenalan huruf hangeul (korea).

Cukup menarik juga karena berbeda dengan bahasa Jepang dan huruf unik lainnya, Korea menuliskan tiga huruf dalam satu silabel. Jadi sedikit pengiritan tempat gitu kali yaa. Kalo satu silabel hanya terdiri dari dua huruf, pasti dikasih tanda "O" yang tak memiliki makna dan berfungsi untuk menyempurnakan silabel sehingga memiliki tiga huruf hangeul.

Thursday, October 6, 2011

Teks Deskripsi

Ini postingan ketiga gue pagi ini haha maklum aja gue lagi pengen-pengennya nge'blog karena gue kan moody (sok bangga) haha

Ini tugas diberikan dosen setelah gue disuruh membuat otobiografi yang termasuk ke dalam teks deskripsi sederhana. Sebelumnya gue perkenalkan dulu nama mata kuliah dari tugas ini, yaitu Menulis Faktual. Sepertinya ini nama mata kuliah satu-satunya di Indoensia, karena sebelum masuk semester 3 ini, gue coba surfing di gugel ternyata gak ada menulis faktual kecuali di web yang berhubungan dengan kampus gue. Jadi bangga juga haha .

Seperti yang telah diketahui bahwa deskripsi merupakan teks yang menggambarkan sesuatu hal (tempat, orang, suasana, dll) yang apabila membaca teks tersebut, pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan apa yang disampaikan teks tersebut. Gue suka cara mengajar dosen gue yang gak monoton, beliau sekarang salah satu dosen favorit gue setelah dosen Pengantar Kajian Sastra.

Saat itu dosen menyuruh kami (mahasiswanya) menulis tentang rumah idaman dalam waktu kurang lebih sepuluh menit. Lalu hasilnya itu diberikan secara acak kepada teman-teman yang lain, lalu temannya tersebut harus menggambarkan dalam kertas kosong rumah seperti apa yang ada dalam tulisan temannya.

Otobiografi

Otobiografi merupakan riwayat hidup pribadi yang ditulis oleh diri sendiri. Simpelnya itu menceritakan diri sendiri, sama halnya ketika menulis "about me" di jejaring sosial. Bedanya, otobiografi itu lebih panjang. Mungkin sebagian orang menganggap penulisan yang benar adalah Autobiografi, bukan otobiografi. Pada awalnya gue juga mengatakan autobiografi, tapi setelah penjelasan dosen yang menganalogikan dengan membandingkan kata yang benar antara "otomatis" atau "automatis", beliau (dosen gue) mengatakan bahwa hal itu pengaruh bahasa Inggris. Namun ketika gue lihat di KBBI, pada keyword otobiografi, gue malah disuruh lihat autobiografi. Yaah, bahasa Indoenesia terkadang memang tidak konsisten. Sekitar dua minggu yang lalu gue dapet tugas bikin otobiografi, dan ini hasil gue.

Tuesday, June 14, 2011

Analisis Lirik Lagu 'RUBAH'

R1
RUBAH
Jaman berubah perilaku tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubahWajah berubah kok menjadi lebih susahManusia berubah berubah - rubah
Gandhi yang dicari yang ada komediRevolusi dinanti yang datang AzhariLembaga berdiri berselimut korupsiWibawa menjadi alat melindungi diri
Pendidikan adalah anak tiri yang kesepianAgama sebagai topeng yang menjijikkanKemiskinan merajalela yang kaya makin rakus sajaHukum dan kesehatan diperjual belikan
Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawurPemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang
Televisi sibuk mencari iklanSementara banyak yang tunggu giliranRakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosongDimana aku apa ditelan tsunami ?
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Revolusi dinanti yang datang Azhari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri


(Iwan Fals)
R3
1. PESAN LAGU ‘RUBAH’

Sunday, June 12, 2011

Analisis Lirik Lagu 'CENAT-CENUT'

1. PESAN LAGU ‘CENAT-CENUT’
Lagu cenat-cenut merupakan sebuah lagu parodi yang tidak memiliki tema yang tidak pasti. Karena secara eksplisit lagu ini menyebutkan bahwa lagu ini dibuat hanya untuk ‘lucu-lucuan’ dan lagu ini tercipta hanya untuk orang yang bibirnya dower saat melihat perempuan. Namun juga pada awal lirik lagu ini tidak ditemukan adanya keterkaitan dengan reff dan akhir lirik. Lagu ini hanya ingin memberikan sebuah hiburan melalui lirik-lirik yang disusun dengan kalimat yang jenaka.