Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software
Showing posts with label tugas kuliah. Show all posts
Showing posts with label tugas kuliah. Show all posts

Thursday, August 29, 2013

ANALISIS MAKRO DAN MIKRO DALAM IKLAN "THAI HEALTH"

ANALISIS MAKRO
TEMA IKLAN
Sesuai dengan benang merah instansinya (Thai Health Foundation), iklan “Thai Health” mengangkat sebuah tema tentang kesehatan layanan masyarakat. Tema tersebut tentu saja mencakup seluruh isi iklan yang ingin menunjukkan pada khalayak umum bahwa kebiasaan merokok adalah hal yang buruk, terlebih jika dilakukan oleh seorang anak kecil.

TOPIK IKLAN
Topik dalam iklan Thai Health adalah “Pola Hidup Merokok” sedangkan topikalisasinya adalah masyarakat yang merokok. Penggambaran masyarakat yang merokok ini berarti menunjukkan pola hidup masyarakat yang tak lepas dari rokok. Tidak hanya pria, tetapi juga wanita, sehingga penggambaran anak kecil yang juga ikutan merokok sebagai simbol bahwa rokok sangat mudah masuk ke dalam masyarakats sehingga menjadi sebuah pola hidup. Selain itu, masyarakat yang merokok juga bagian dari gaya hidup yang konsumtif, karena kandungan rokok (baca: nikotin dan TAR) yang membuat semacam ketergantungan atau kecanduan.

ANALISIS SUPERSTRUKTUR IKLAN
Struktur skematis atau superstruktur menggambarkan bentuk umum dari suatu teks. Struktur skematis pada umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yakni pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup dan sebagainya. Dengan kata lain, struktur skematik memberi tekanan pada bagian mana yang didahulukan dan bagian mana yang bisa dikemudiankan sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. 

Judul dalam iklan Thai Health ini adalah “Smoking Kid” atau anak kecil yang merokok. Secara garis besar iklan ini bersifat argumentatif karena berisi sebuah gagasan-gagasan yang akan menyadarkan penonton untuk tidak merokok. Selain itu, dalam iklan ini disampaikan pula bahwa tidak sepantasnya anak kecil merokok karena merokok dekat sekali dengan penyakit dan kematian.

Friday, June 28, 2013

Aku Cinta Tugas Karena ALLAH

Kyaaaaaaaaaaa.. salam huba-huba upiler~
Long time no see 

Kangeen ish gue sama si blog, tapi sayangnya kangennya gue sekarang mah udah teralihkan sama mas (uhuk) pacar. uhuk~ 

Tugas bulan ini emang naudzubillah bisa menyita waktu gue. Tugas akhir dimana-mana. Iya, itu tugas udah kayak manusia php aja, ada dimana-mana. #eh

Awal bulan ini sih enak. Masih minggu tenang, lalu mulai deh ujian. Garagara semester ini gue ambil full sks, jadi tugasnya banyak dan berbobot semua. Iya, kali ini gue bakalan share masalah tugas gue dan penyelesaiannya.

Wednesday, December 19, 2012

RSJ: dari nginep sampai hilang barang-barang

KOMUNITAS AKAR!!!
(Akar menghujam menuju 12, SEMANGAT!)
Begitu bunyi jargon yang selalu dielu-elu kan kami, komunitas akar. Komunitas akar adalah sebuah komunitas yang dibentuk sejak kami menginjak semester 3 (2011) oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2010 kelas K. Kami menamai komunitas akar, karena akar adalah bagian dari pohon yang paling penting. Ia yang menopang semua yang ada di pohon. Harapannya, kami dapat membentuk pondasi yang mengakar erat demi mencapai tujuan bersama. Kompak. Kurang lebih seperti itu. Hehe

Pada semester tiga kami telah mementaskan sebuah dramatisasi dan musikalisasi puisi berjudul "Jejak di Atas Aspal". Sebuah pementasan perdana yang membuat gue deg-deg-serr! haha gue tidak ikut main, gue hanya orang belakang yang memainkan laptop (baca: operator).

ini hasil design gue
Nah, di semester lima akhirnya kami dapat mementaskan pementasan kedua, yakni RSJ (Rumah Sakit Jiwa). RSJ adalah sebuah drama karya N. Riantiarno. Drama ini mengisahkan seorang dokter baru yang ingin merubah sistem penyembuhan di RSJ. Namun, karena dokter lama tidak menerima kehadirannya, akhirnya ia difitnah memperkosa seorang pasien dan dipecat dan bunuh diri. Tragis bukan? drama banget ya? hihi
ini juga hasil design gue

Gue sebagai apa? Operator lah, apalagi. Iya, gue sebagai Koord. PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi). Tapi, gue bangga meski gak maen. Entah kenapa.

Friday, November 2, 2012

Mereka Menunggu Ketidakpastian


Kesan pertama ketika selesai membaca cerpen ini adalah, menarik. Bagi orang awam, cerpen ini merupakan cerpen anak-anak. Namun, setelah dibaca berulang-ulang, cerpen ini bukan cerpen anak. Pengarang hanya meminjam pandangan anak-anak dan ditaruh pada sudut pandang orang pertama, yakni aku. Contohnya saja saat pengarang ingin memberitahukan pada pembaca bahwa Jack seorang pesulap, pengarang tidak langsung menyebutkan Jack pengarang, tetapi melalui deskripsi yang seolah diutarakan oleh anak-anak. Apabila dilihat dari pemilihan judul, pengarang cukup memikat pembaca. Diksi yang dipilih adalah ‘sosok’ yang notabene belum tentu makhluk apa itu, meski kebanyakan yang dimaksud adalah manusia. 

Membaca cerpen ini seperti sedang bermain games teka-teki. Pembaca harus jeli dan peka terhadap setiap diksi yang digunakan pengarang, pemilihan kata yang dapat menjadi petunjuk-petunjuk. Petunjuk tersebut bisa jadi sebuah setting atau plot dan unsur intrinsik lainnya. Beberapa petunjuk yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah sebagai berikut: 

- Sepesang sosok bergerak ketika tak ada orang. (Sosok bukanlah manusia) 
- Tempat lembap dan penuh asap, botol minuman berjejer. (Sebuah bar di tempat kumuh) 
- “Aku tak siap dengan apa pun yang melibatkan cinta.” (Jack dan Leona memiliki hubungan khusus) 
- Jack menggunakan bahasa yang tak dikenali. (Bahasa yang tak biasa digunakan di daerah tersebut) 
- Mery kejang. (Mery memiliki penyakit) 
- Sepasang sosok ingin ke Amerika seperti Leona. (Setting tempat bukan di Amerika) 
- Mery kanak-kanak, tak pernah mengajak bicara, keheningan. (Mery bisu) 
- Suatu malam, Mery pergi. Kita melihat sosok berbaju putih dan bersayap menggandeng tangannya. (Mery meninggal, dibawa malaikat, semacam kepercayaan umat kristiani) 
- Berdiri di depan cermin, menatap diriku sendiri. (Tokoh aku cukup tahu diri) 
- Panggilan madam. (Sebutan untuk wanita di Eropa, khususnya Inggris) 

Dari sekian banyak petunjuk yang disebutkan, dapat diketahui unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen. Misalnya saja tokoh, setting, penokohan, dan lain-lain. Setting tempat lebih mendominasi isi cerpen dibandingkan setting waktu. Setelah melihat petunjuk, dapat disimpulkan bahwa settingnya di Eropa, Inggris. Hal tersebut didukung oleh adanya salju, musim dingin, bahasa yang asing, dan panggilan madam. Sedangkan setting waktunya didominasi saat malam hari. 

Apabila ditinjau dari segi alur, pengarang menggunakan alur campuran. Maju-mundur-maju. Saat alur mundur, pengarang begitu rapi membungkus ceritanya. Tahap demi tahap dilalui secara perlahan tapi pasti, sehingga pembaca tidak begitu kesulitan dalam memahami alurnya. 

Tokoh utama dalam cerpen adalah sepasang sosok yang ternyata dua buah boneka, yakni Barbie dan babi. Pengarang sengaja mensejajarkan mereka, entah karena kasta atau nama kedua sosoknya. Babi merupakan hewan ternak yang banyak terdapat di kawasan Eurasia (Eropa Asia). Babi juga salah satu mamalia omnivora yang lebih cerdas dibandingkan kucing dan anjing. Hal itu diaminkan dengan kalimat “Berhentilah menghindar. Hadapilah. Inilah hidup.” Pada kalimat tersebut tersirat sebuah sikap yang bijak, orang bijak biasanya cerdas, karena mereka mampu mengendalikan emosinya. 

Barbie adalah boneka berwujud perempuan cantik dan selalu menggunakan aksesoris untuk melegkapi penampilannya. Barbie dibuat disecantik mungkin sebagai representasi sosok perempuan yang sempurna. Dalam cerpen tersebut, Barbie lebih banyak mengeluh, bahkan hanya karena hal sepele seperti sepatu yang dianggap tabu oleh tokoh aku. Orang yang sering mengeluh adalah mereka yang kurang bisa menerima hidupnya, atau bisa dikatakan kurang bersyukur. 

Ketika menilik kata ‘menunggu’ pada judul, pembaca langsung memberikan tanda tanya. Siapakah yang mereka tunggu? Awalnya, dua sosok tersebut menunggu Mary yang dibawa malaikat bersayap. Lalu, ketika Jack telah membuat toko boneka, kedua sosok tersebut tetap menunggu. Barbie yang menunggu teman yang sepadan dan babi yang seumur hidupnya menunggu, entah siapa. 

Dalam hidup ini, biasanya seseorang akan merasa kehilangan ketika sesuatu yang biasanya ada menjadi tidak ada. Maka, ketika seseorang menunggu, ia menunggu sesuatu yang sama dengan sesuatu yang hilang tersebut. Begitulah, kedua sosok yang menunggu itu. Bahkan mereka pun menunggu ketika Jack meninggal. Mereka menunggu di etalase sambil menatap ke luar jendela. Meski kedua sosok itu seperti sedang menanti seseorang, namun disadari atau tidak kedua sosok itu hanya menuggu ketidakpastian.

Tuesday, October 16, 2012

Rumah: Antara sadar dan tidak, antara ada dan tiada, antara nyata dan ilusi.

Cerpen Rumah karya Ahimsa Marga mengulas tentang dunia nyata dan ilusi yang diceritakan melalui tokoh May. May adalah seorang gadis yang senang tidur dan bermimpi hal-hal yang aneh. Pada awal cerpen, May menceritakan secara flashback bahwa ia bermimpi bertemu dengan bidadari dengan backsound gending asmarandana. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa gending asmarandana diidentikan dengan kebudayaan Jawa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa latar sosial cerpen ini adalah Jawa.

Dalam cerpen ini, May digambarkan sebagai gadis kecil yang memiliki jiwa sosial yang minim. Ia memiliki tetangga dan teman sebaya, tapi ia tak pernah mau keluar rumah. Hal tersebut digambarkan pada kalimat “Sepanjang bisa mengingat, rumahku selalu terbuka, tetapi tak ada anak yang bermain disitu. Mungkin karena aku juga tak pernah bermain ke rumah mereka. Ibuku tak pernah melarang, tetapi aku enggan. Pintu tak pernah dikunci tetapi kakiku tetahan di batas pagar.”

Pada suatu hari ia keluar rumah karena mendengar sebuah suara yang memanggil namanya. Sebuah suara yang membawanya berada di halaman rumah tetangga. Tentu saja tanpa ia sadari. Ketika pembaca yang kurang peka terhadap alur membaca cerpen ini, tentu akan merasa kesuliatan mengikuti perjalanannya. Antara dunia nyata dan ilusi begitu tipis. Apabila diasumsikan bahwa kejadian tersebut dalam mimpi May, hal itu mengartikan bahwa May pun sedang bermimpi bahwa ia tak pernah benar-benar pergi ke tetangganya. Seolah panggilannya sebelumnya tersebut hanyalah bisikan dari hati kecilnya yang ingin tapi enggan.
APA YANG SEBENARNYA MAY LAKUKAN?

Sunday, July 8, 2012

Analisis (sederhana) Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Judul Novel: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin 
Pengarang: Tere Liye 
Penerbit: Gramedia 
Tahun terbit: 2011 
Cetakan: ketiga 
Jumlah halaman: 264


A. Sinopsis
Tania kecil hidup bersama adik dan ibunya dalam rumah kardus di kawasan kumuh. Ayahnya meninggal, Tania putus sekolah dan akhirnya bekerja sebagai pengamen bersama adiknya di jalanan. Selama tiga tahun keluarga mereka hidup dalam kesusahan hingga pada akhirnya malaikat itu datang merubah nasib keluarga itu. Malaikat yang dikirim Tuhan melalui seorang lelaki berusia dua puluh lima tahunan yang Tania dan adiknya, Dede panggil Om Danar. Sejak kedatangan malaikat itu Tania dan Dede kembali bersekolah, bahkan Tania mampu mendapatkan beasiswa untuk meneruskan SMP dan SMA di Singapura dan itu berkat bantuan malaikat terebut.

Sunday, April 29, 2012

Sajak-sajak Sepatu Tua

sumber gambar
Seorang maestro seni Indonesia, WS Rendra mengumpulkan 38 puisinya menjadi sebuah buku dengan judul Sajak-sajak Sepatu Tua yang bukunya diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada sekitar tahun70-an. Secara umum kumpulan puisi ini dengan jelas memberikan gambaran gamblang tentang dunia Rendra yang di Indonesia merupakan suatu dunia unik yang selalu menarik perhatian. Kumpulan puisi ini terbagi atas dua bagian dan satu kumpulan puisi berjudul Masmur Mawar, bagian pertama memuat sepuluh puisi, bagian kedua memuat tigabelas puisi, sedangkan kumpulan puisi Masmur Mawar memuat limabelas puisi. Masing-masing bagian memiliki benang merah yang berbeda. 

Friday, April 6, 2012

Analisis Drama 'PERSIMPANGAN'

R1
SINOPSIS DRAMA “PERSIMPANGAN”
Dalam sebuah kosmos waktu tak dikenal, timbullah kebingungan yang tidak terduga. Kebingungan tersebut guna menentukan arah tujuan. Pada persimpangan jalan yang dilalui banyak orang, terdapat sebuah tonggak layaknya papan nama jalan penunjuk dua arah yang berbeda, yakni: satu arah ke surga dan arah lain ke neraka.
Kebingungan bermula ketika datang satu orang yang nampak lelah dalam perjalanan panjang dan menemukan persimpangan tersebut. Karena begitu letih, dia pilih berhenti di tempat tersebut karena bingung memilih arah di persimpangan yang kesekian kalinya. Namun tidak beberapa kemudian ada dua orang yang juga tersesat di persimpangan tersebut karena tidak dapat menentukan arah tujuan berikutnya, yakni ke kanan atau ke kiri.
Kemudian disusul banyak orang yang lewat persimpangan tersebut dan mengalami hal yang sama yakni kebingungan yang luar biasa. Rombongan yang semula tampak berteman tiba-tiba bisa tampak menjadi musuh saat mereka harus memilih arah dan tujuan yang mengakibatkan perpecahan di antara mereka.
Pilihannya hanya duam yakni ke surga ataukah ke neraka. Masalahnya kemanakah arah itu? Kanan atau kiri? Pada akhirnya mereka hanya mendapatkan sebuah kebingungan dari setiap persimpangan yang ditemukan.

Friday, March 9, 2012

Teknik Membaca (ECOLA) dalam Membaca Novel


ECOLA (Extending Concept through Language Activities) dikembangkan oleh Smith-Burke (1982). Teknik ini mengintegrasikan 4 keterampilan bahasa, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Teknik ini berguna untuk memaknai dan mengawasi atau mengevaluasi pemahaman siswa. Dalam hal ini, teknik ECOLA akan diaplikasikan pada keterampilan membaca karya sastra, yakni novel. Novel yang akan dibahasa adalah Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye.


   A. Tahap-tahap teknik ECOLA
1. Menentukan Tujuan yang Komunikatif
Tahap pertama adalah sebelum membaca novel, diharuskan terlebih dahulu untuk

Tuesday, February 28, 2012

Bahasa Indonesia dalam Kumparan Media Elektronik

Oleh: Rospita Nur Fazriah
Sebaagai makhluk sosial, manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi dan saling berhubungan antaranggota. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa dan tidak ada bahasa tanpa masyarakat. Oleh karena itu, manusia mutlak memerlukan bahasa terlepas dari objek mana yang muncul terlebih dahul, masyarakat atau bahasa. Seiring perputaran waktu, perkembangan terus terjadi hingga ditemukan media elektronik sebagai penghubung komunikasi yang lebih luas. Dalam hal ini media elektronik yang dimaksud adalah televisi, radio, dan internet.
Tidak sedikit masyarakat yang langsung menyerap tanpa mengolah apa yang ia dapatkan dari media elektronik. Karena pada umumnya, masyarakat hanya mendengar, meniru, dan akhirnya menjadi kebiasaan. Salah satu teori struktural menyebutkan bahwa bahasa merupakan faktor kebiasaan (habit). Dengan berpandangan pada teori tersebut, tidak menutup kemungkinan bahasa yang sudah diatur sedemikian rupa akan mengalami perusakan oleh bahasa baru yang belum tentu baik dan benar untuk digunakan.
Hampir senada dengan teori struktural, Rogers dan Shoemaker mengungkapkan tentang teori komunikasi, yaitu teori jarum suntik. Dalam teori tersebut, komunikator disimbolkan sebagai pendorong suntikan dan pesan sebagai alat suntikan tersebut. Secara logika, dampak yang ditimbulkan akan sangat besar karena jarum suntik atau pesan yang akan disampaikan bersentuhan langsung dengan penerima suntikan. Dampak inilah yang disadari atau tidak akan mempengaruhi pengetahuan awal (kognitif) masyarakat dan bukan tidak mungkin menjangkit psikomotor juga.
Sudah sewajarnya televisi menyuguhkan tayangan yang mengangkat mengenai hiburan, namun ternyata dampaknya pada masyarakat cukup besar. Hal ini disebabkan memori manusia dapat mengingat lebih kuat hal yang berkaitan dengan audio visual daripada hanya salah satunya saja. Hiburan dalam televisi, misalnya acara lawak hampir selalu menghadirkan bahasa baru di telinga masyarakat. Contohnya saja pada sebuah acara musik yang biasanya digandrungi remaja, seorang presenter-nya mengatakan kata rempong yang seharusnya adalah “repot”. Secara cepat masyarakat mampu memahami kata itu karena dengan melihat konteksnya. Setelah didengar kemudian ditiru, pastilah akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Terlebih yang sering menggunakan itu adalah sekelompok orang yang notabene telah dekat. Maka bahasa itu akan sering digunakan dan bahkan dianggap benar karena sesuai konteksnya. Sebenarnya kata rempong sendiri merupakan bahasa slang, yaitu bahasa yang besifat khusus atau rahasia dan biasa digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya banci.
Apabila melihat dari media elektronik yang paling populer dewasa ini (baca: internet) maka tidak akan telepas dari peranan jejaring sosial. Hampir seluruh remaja di Indonesia bisa dipastikan memiliki akun jejaring sosial, baik facebook maupun twitter, bahkan tidak menutup kemungkinan banyak juga yang memiliki lebih dari satu akun. Dengan demikian munculah teori remaja zaman sekarang, yaitu “no facebook/twitter no gaul”. Jadi tidak mengherankan apabila banyak remaja yang bahasanya tidak sesuai.
Sebagai contoh nyatanya adalah adanya istilah alay bagi kalangan orang yang menggunakan tulisan yang tidak seharusnya. Misalnya penggunaan angka yang digabungkan dengan huruf, contohnya kata yang seharusnya “akan” namun ditulis “4k4n”. Selain itu penggunaan huruf kecil yang digabung dengan huruf besar dalam satu kata dan bukan merupakan singkatan juga termasuk dalam kategori alay. Serta penggunaan huruf yang (dianggap) senada namun berbeda secara fisiknya, yaitu huruf “k” yang diganti dengan huruf “q” atau huruf “j” diganti dengan huruf “z”. Meskipun kini pengguna huruf alay sudah mulai mereda, namun hal tersebut merupakan perusakan bahasa secara besar-besaran. Fatalnya hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh remaja, namun anak-anak yang sudah menjamah dunia maya secara prematur.
Contoh lainnya adalah istilah dari slang twitter. Istilah itu diantaranya brb (be right back), mjb (mau join bareng), dan kepo (ingin tau urusan orang lain). Meskipun dapat dibaca secara jelas, namun isitlah tersebut membingungkan karena digunakan seenaknya tanpa ada persetujuan yang jelas. Seperti istilah asal yang digunakan oleh dua orang namun karena dibaca orang banyak sehingga menjadi meluas dan digunakan dalam berkomunikasi.
Bahasa seperti itulah yang terkadang lebih sering digunakan daripada kata yang sebenarnya. Karena dalam pandangan remaja, hal yang berbau trendy lebih banyak disukai. Satu hal yang menjadi pemicu remaja menirunya adalah melihat siapa yang mencetuskan/berbicara. Dan biasanya orang yang terkenal cenderung banyak ditiru daripada orang biasa.
Memang ironis sekali ketika melirik berbagai fenomena perusakan bahasa ternyata dilakukan oleh remaja yang notabene disebut sebagai generasi penerus bangsa. Namun fakta memang selalu lebih pahit. Itulah yang menjadi PR bersama bagi generasi yang telah insyaf atau bahkan tidak terpengaruh dari korban perusakan bahasa tersebut.
Sebagai mahasiswa bahasa Indonesia, sudah seharusnya mengangkat beban yang dipikul ibu pertiwi dalam bidang bahasa dengan membudayakan prinsip yang dicetuskan oleh Soeparno “yang benar adalah benar, yang salah adalah salah” dan jangan membenarkan karena hal tersebut sudah menjadi umum. Selain itu dengan menginjeksikan sadar budaya dalam berbahasa.

NB: makasih mas Ivan yang udah bantu aku cari judul yang bagus ^^b

Saturday, October 15, 2011

BERNYANYI dengan BILANGAN

dua belas dari dua puluh empat
mereka bernyanyi
dua dari tujuh
mereka merintih
tujuh dari tiga puluh
mereka nomaden
tak ada untaian kata terindah
ketika kala memeluk satu dari
tiga ratus enam puluh lima
penglihatan batin mereka keruh
namun terlalu keras untuk dihindari
mereka hanya bernyanyi untuk
seribu delapan ratus dua puluh lima

HELAI JIWA

Melihat sekelumit helai jiwa tak perawan
tanpa dosa
Salah! Dosa itu ada hanya sudah
membusuk dalam rumah alkohol
Pemberi Maaf masih melihatnya
namun ragu memberi
Helai jiwa meraung di depan surau
tetesan air itu tidak bisa menyucikannya
meski sampai merah
Maaf jatuh ketika yang membusuk
telah hilang dengan khidmat

Thursday, October 6, 2011

Teks Deskripsi

Ini postingan ketiga gue pagi ini haha maklum aja gue lagi pengen-pengennya nge'blog karena gue kan moody (sok bangga) haha

Ini tugas diberikan dosen setelah gue disuruh membuat otobiografi yang termasuk ke dalam teks deskripsi sederhana. Sebelumnya gue perkenalkan dulu nama mata kuliah dari tugas ini, yaitu Menulis Faktual. Sepertinya ini nama mata kuliah satu-satunya di Indoensia, karena sebelum masuk semester 3 ini, gue coba surfing di gugel ternyata gak ada menulis faktual kecuali di web yang berhubungan dengan kampus gue. Jadi bangga juga haha .

Seperti yang telah diketahui bahwa deskripsi merupakan teks yang menggambarkan sesuatu hal (tempat, orang, suasana, dll) yang apabila membaca teks tersebut, pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan apa yang disampaikan teks tersebut. Gue suka cara mengajar dosen gue yang gak monoton, beliau sekarang salah satu dosen favorit gue setelah dosen Pengantar Kajian Sastra.

Saat itu dosen menyuruh kami (mahasiswanya) menulis tentang rumah idaman dalam waktu kurang lebih sepuluh menit. Lalu hasilnya itu diberikan secara acak kepada teman-teman yang lain, lalu temannya tersebut harus menggambarkan dalam kertas kosong rumah seperti apa yang ada dalam tulisan temannya.

Otobiografi

Otobiografi merupakan riwayat hidup pribadi yang ditulis oleh diri sendiri. Simpelnya itu menceritakan diri sendiri, sama halnya ketika menulis "about me" di jejaring sosial. Bedanya, otobiografi itu lebih panjang. Mungkin sebagian orang menganggap penulisan yang benar adalah Autobiografi, bukan otobiografi. Pada awalnya gue juga mengatakan autobiografi, tapi setelah penjelasan dosen yang menganalogikan dengan membandingkan kata yang benar antara "otomatis" atau "automatis", beliau (dosen gue) mengatakan bahwa hal itu pengaruh bahasa Inggris. Namun ketika gue lihat di KBBI, pada keyword otobiografi, gue malah disuruh lihat autobiografi. Yaah, bahasa Indoenesia terkadang memang tidak konsisten. Sekitar dua minggu yang lalu gue dapet tugas bikin otobiografi, dan ini hasil gue.

Tuesday, June 14, 2011

Analisis Lirik Lagu 'RUBAH'

R1
RUBAH
Jaman berubah perilaku tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubahWajah berubah kok menjadi lebih susahManusia berubah berubah - rubah
Gandhi yang dicari yang ada komediRevolusi dinanti yang datang AzhariLembaga berdiri berselimut korupsiWibawa menjadi alat melindungi diri
Pendidikan adalah anak tiri yang kesepianAgama sebagai topeng yang menjijikkanKemiskinan merajalela yang kaya makin rakus sajaHukum dan kesehatan diperjual belikan
Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawurPemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang
Televisi sibuk mencari iklanSementara banyak yang tunggu giliranRakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosongDimana aku apa ditelan tsunami ?
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Revolusi dinanti yang datang Azhari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri


(Iwan Fals)
R3
1. PESAN LAGU ‘RUBAH’

Sunday, June 12, 2011

Analisis Lirik Lagu 'CENAT-CENUT'

1. PESAN LAGU ‘CENAT-CENUT’
Lagu cenat-cenut merupakan sebuah lagu parodi yang tidak memiliki tema yang tidak pasti. Karena secara eksplisit lagu ini menyebutkan bahwa lagu ini dibuat hanya untuk ‘lucu-lucuan’ dan lagu ini tercipta hanya untuk orang yang bibirnya dower saat melihat perempuan. Namun juga pada awal lirik lagu ini tidak ditemukan adanya keterkaitan dengan reff dan akhir lirik. Lagu ini hanya ingin memberikan sebuah hiburan melalui lirik-lirik yang disusun dengan kalimat yang jenaka.