Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Friday, April 16, 2010

TIGA TAHUN , takkan siasia

Tiga tahun sudah, gue lalui perjalanan ini. Senang, sedih, lelah, jenuh, benci, haru ,semua itu telah gue telan. Tapi, mereka yang selalu memberi gue semangat dalam menghadapi semua itu. Gue bisa tegar, juga karena mereka.
Canda tawa bersama kalian, haru biru kesedihan, akan menjadi sebuah memory terindah yang gue miliki.
Waaahh, melow banget kalo inget semua itu. Sekarang, emang waktunya untuk H2C alias ”Harap-harap Cemas”. Tapi bakal kerasa kangen banget kalau inget masa indah bersama kalian semua.


For The Big Family of DUBBLE-ID :

Inget selalu ya, “Become The Best Better than The Winner”.
Kenapa gue kasih motto kaya gitu? Karena menjadi yang terbaik itu susah, banyak perjuangannya dan akan merasa puas jika sesuatu yang terbaik itu tercapai. Tapi kalau pemenang bukan berarti dia itu terbaik. Menjadi pemenang kan bisa di curangi, bersikap gak sportif bahkan bisa juga sampe menghalalkan segala cara. (hahaha.. kolot banget sih gue). Gue pengen kita selalu menjadi yang terbaik!
Meski ada suara miring tentang kelas kita yang kurang kompak. Tapi, gue rasa kita itu kompak, kalau gak. Darimana kita dapet Juara I pas lomba kebersihan kelas kemaren? Pastinya karena usaha kita bersama. Gue sampe hilang kata-kata buat temen-temen gue itu.


For all My Best Friend :

Gue harus ngucapin banyak banget terima kasih buat kalian. Karena kalian selalu ada saat gue butuh. Entah itu Down, senang, sedih atau jenuh. Kegembiraan dan kejayusan kalian terpatri dalam hati gue. (Ciaelaaa, gaya lu v!eTz..)
Setiap gue terjebak dalam masalah apapun, solusi kalian lah yang paling ampuh dan gue terpercaya (kayak iklah obat nyamukk ye). Kalianlah orang yang mampu terima gue apa adanya dan menghargai setiap langkah gue.
Yang kalian harus tau, kalau gue disini SAYANG BANGET sama kalian.
=)


Oya, by the way. Gue juga mau minta maaf sama temen gue yang kini udah jauh banget. Maaf karena sikap gue yang katanya semena-mena dan suka nganiaya. Gue emang kayak gini sobb. Tapi nganiaya disini bukan penilaian negatif, sobb. Gue masih dalam tahap wajar kok (bukan mutilasi atau nyekik orang). Kalau lu gak bisa terima apa adanya gue juga, gak apa-apa kok. Toh, gue juga udah berusaha tuk jadi yang terbaik. Tapi, lu salah nilai gue juga. Orang yang ngaku gak punya perasaan juga ternyata bisa tersinggung.
Tadinya, gue berniat jadi orang pendiem. Tapi apa tanggapan dua sobat gue ?

Said : “Haaaahh? Gue gak yakin lu bisa jadi pendiem! GAK MUNGKIN !!!”












Said : “Seorang Ribbon Granger mau jadi anak pendiam? IMPOSSIBLE !! udahlah, jadi diri sendiri aja deh.”











Tuuuh kan, aneh kan. Gue udah coba buat jadi anak pendiem yang gak cuappcuapp or jail sama temen selama seharian. Tapi apa yang terjadi? Apa yang gue lakuin itu bukan lewat otak kecil, tapi lewat sumsum tulang belakang, alias secara refleks gue tetep cuappcuapp and jail.
Mungkin itu udah jadi hobi terpendam kali ya. Yang gak bisa gue rubah, mungkin hanya bisa dikurangi aja.

Yang pasti ...
Terima gue apa adanya, ya !
? ? ? ? ? ? ?

Sunday, April 4, 2010

Tugas Biologi

Latar Belakang Masalah
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan suatu tanaman.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan bewarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang baik yaitu ukurannya lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.

Friday, April 2, 2010

Lets To Positive Thinking

Semua orang bisa mengekspresikan bahasa. Menggabungkan huruf demi huruf menjadi suatu suku kata, lalu merangkainya menjadi sebuah kata, menjahitnya menjadi seuntai kalimat lalu berkembang menjadi klausa yang maknanya selalu menjadi sebuah misteri. Ya, hanya sebuah misteri. Karena terkadang hanya orang itu yang mengetahui makna dan maksud dari tulisannya.

Ketika seseorang mampu mengekspresikan semua itu, hatilah yang mulai berbicara dibawah otak sadar. Menyampaikan rangkaian indah melalui sumsum tulang belakang dan merefleksikan tangan sebagai media output.

Jangan pernah ragu untuk mengekspresikan apa yang dipikirkan, karena sesungguhnya apa yang dipikirkan akan menarik kemiripan pada pikiran tersebut. Lambat laun pikiran-pikiran itu akan mendominasi setiap sudut ruang berfikir kita. Frekuensi pikiran itu akan merubah channel otak kita dan jika kita ingin merubah channel itu, kita pun harus merubah frekuensi kita dengan pikiran-pikiran lain.

Energi yang terpancar dari ekspresi suatu pikiran cukup tinggi. Terbukti bahwa dengan memikirkan apa yang kita inginkan itu perlahan akan membuat keinginan itu tercapai. Namun ternyata hal ini juga berlaku untuk sebuah negasi. Bila kita memikirkan apa yang TIDAK kita inginkan, hal ini justru akan membuat kenegasian bertindak. Sisi negatif akan bermunculan dalam benak kita.

Maka hindarkanlah sebuah kenegasian dalam pikiran kita, buanglah jauh-jauh. Karena semakin kita memkirikannya, hal itu akan terus datang karena pikiran akan menarik sebuah persamaan. Mulai sekarang jangan pernah lagi untuk menghadirkan kata TIDAK INGIN dalam benak dan batin kita.

So, Lets to Positif Thinking !!

Telpon Misterius


Di malam yang dingin Syeril terdiam di sudut kamarnya, menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. Entah apa yang ia fikirkan. Namun tiba-tiba ia beranjak karena ponselnya berdering. Terlihat di layar ponsel itu Private Number.
“Hallo...” ucap Syeril pelan. Lalu ia menunggu jawaban dari sang penelpon. “Hallo, siapa ya ?” tambah Syeril dengan suara lebih keras. Lagi-lagi ia mendapat telpon dari orang iseng. Hampir satu minggu ia mendapat telpon itu setiap malam dan hampir pada waktu yang sama, yakni setelah ia makan malam. Syeril sedikit paranoid karena hal ini, namun ia juga penasaran siapa dalang dibalik semua itu.
Keesokan harinya lagi-lagi Syeril bengong di sekolah saat pelajaran berlangsung. Anehnya, tak ada satupun guru yang menegurnya kecuali Dira, sahabatnya.
“Wouy! Ngapain bengong? Pelajaran udah mulai dari tadi tuh!” Dira mengagetkan.
“Ups, gue bingung nih Dir,” jawab Syeril pelan.

Saturday, December 19, 2009

Just Dream


Pagi itu aku sangat gelisah, mondar-mandir di kamar sambil mengingat-ingat mimpi aneh tapi begitu nyata yang aku alami semalam. Berharap mimpi itu takkan hilang dalam memory-ku, aku pun menuliskan alur mimpi itu disehelai kertas kosong.
Saat di sekolah, aku bersikap tak seperti biasanya. Entahlah apa yang terjadi pada diriku, sampai-sampai aku lupa untuk menyisir rambut.
”Ris, kamu kenapa? Tumben banget lupa nyisir rambut kuntilanak kamu.” Tanya Lani, sahabatku.
Memang rambutku yang cukup panjang membuat predikat RaKun alias Rambut Kuntilanak menempel pada diriku. Tapi aku rasa itu lebih baik jika dibandingkan Mona yang diberi julukan RaMat alias Rambut Mati oleh anak sekelas. Karena menurut gosip, rambut Mona sejak SMP tak pernah tumbuh panjang, tetap sebahu.
”Hallooooo, kok malah bengong sih?” Imbuh Lani sambil memetik-metik jarinya didepan wajahku.

Saturday, December 12, 2009

Sesalku


Liburan kali ini Sissy dan Vera pergi ke rumah kak Vega, kakanya Vera yang berada di Puncak. Saat itu hujan turun dengan derasnya, Sissy dan Vera yang semula akan menikmati pemandangan yang indah, jadi batal dan Sissy sangat bad mood karena hal itu.
“Duuh.. kita mau ngapain nih? Hujannya tuh gede banget.” Gerutu Sissy.
“Ye... namanya juga hujan, datangnya dari Tuhan. Masa kita mau halang-halangin sih? Ngaco kamu!” Sahut Vera sambil menyeruput cappucinonya.
“Aku kan jadi gak bisa foto-foto dan lihat pemandangan indah disini.” Sissy memandang keluar jendela dengan tatapan nanar. Seolah tak bisa foto-foto saat pemandangan indah kayak gini akan menimbulkan bencana besar.
”Dasar kamu, banci kamera. Gak bisa lihat objek bagus dikit, langsung jepret.” Vera meletakkan cappucinonya di meja kecil. Lalu menarik selimut yang telah ia siapkan ke separuh tubuhnya.

Thursday, November 26, 2009

Kini

Waktu menelan semuanya
Menyisakan jiwa yang kosong
Sebuah jiwa yang hilang akan tujuan
Jiwa yang kehilangan arahnya
Tak tau akan berjalan atau terdiam
Awan kelam mulai menghampiri
Hujan menyapu semua lamunan
Senja tu
membawaku ke dalam kesepian
yang tak berujung
Namun kau hadir
membawa secercah cahaya
Cahaya yang mengusir gelap
Ombak kesepian
Perlahan surut
Gelombang kesunyianpun berhenti
Luka hati yang tertoreh
Kini kembali meletupkan kerinduan akan desir-desir aliran cinta
kau bawakan aku jarum dan bnang
Lalu Perlahan kau jahitkan setiap sudut hati yang terluka
kau sempurnakan puzzle-puzzle hatiku
Dan kau kumpulkan serpihan-serpihan hidup ku yang berhamburan
Menyusunnya dengan segenap kasih sayang
Aku tak lagi terasing dlm sepi
Kini