Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Tuesday, October 4, 2011

HIKAYAT

Berdasarkan ensiklopedi sastra Indonesia (2004) hikayat diartikan sebagai jenis cerita melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang terutama para raja atau para orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktiannya, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.

Kata hikayat sendiri berasal dari kata kerja haka yang artinya menceritakan atau mengatakan sesuatu pada orang lain.
Ciri-ciri hikayat:
  1. Termasuk sastar lama (cerita kuno) berbentuk prosa
  2. Ditulis dalam bahasa dan struktur ejaan melayu
  3. Sebagian besar ceritanya berkisar dalam kehidupan istana (istana sentris)
  4. Unsur rekaan merupakan ciri yang menonjol
  5. Lazimnya hikayat mencakup bentuk prosa yang panjang
  6. Beruisi riwayat atau sejarah raja atau orang suci

Keinginan yang Harus Terwujud

Posisi gue sekarang lagi di Limuny, tempat ng'netnya anak UNY. sorry soal singkatannya gue lupa. Lalu ketika gue sedang mencari bahan tugas Menulis Faktual tentang deskripsi dan gue nyari seluk beluk tentang daerah asal gue. Gue mulai telusuri objek wisata apa aja yang ada di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Ternyata cukup banyak juga dan banyak pula objek wisata yang belum gue "jamah" dan nikmati. Helloooo padahal gue lahir disana, sungguh ironis sekali, gue malu banget. Itulah sifat pengetahuan, semakin kita tahu semakin kita merasa kecil.

It's enough for intermezzo.

Setelah gue lihat sumber daya dan potensi yang ada di daerah gue, hati gue terketuk untuk mengabdi di tempat ini setelah nanti gue kerja. Nama daerah gue adalah Jasinga, menurut info yang gue tau dari almarhum Pak Maman (guru Sejarah SMP gue) nama Jasinga itu diambil dari nama raja pertama Tarumanegara, Jayasingawarman yang disingkat menjadi Jasinga. Setelah mengetahui tentang hal tersebut gue mulai bangga :)
Perlu diketahui juga bahwa sekarang gue tengah menempuh studi di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta dan gue masih semester 3. Mungkin udah gue jelasin nanti kenapa gue ngambil jurusan dan universitas itu di postingan tahun lalu. Kenyataan yang ada sekarang adalah bahwa gue seorang pendidik yang nantinya akan mengajar di sekolah atau bekerja di bidang pendidikan.

Gue tau potensi sumber daya manusia di daerah gue masih limit banget maka gue memutuskan untuk tetap mengabdi di Jasinga, meski sebenarnya itu akan menjadi opsi terakhir gue pada awalnya. Setau pengetahuan gue bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang ikhlas menjalani profesinya dalam keadaan apapun. Yah mungkin itu terlalu berlebih, tapi kan pastinya guru itu akan disegani. Bukan, bukan gue pengen disegani tapi gue lebih karna kepuasan gue dalam mendidik. Itu adalah hal yang mulia kan? Ikut mewujudkan cita-cita bangsa dalam mencerdaskan anak Indonesia (alinea IV Pembukaan UUD 1945).

Dengan mengucap bismillah gue putuskan untuk kembali ke Jasingan dan bekerja disana setelah gue lulus (S1). Untuk faktor eks seperti suami gue nanti (aamin ya Allah) kerja dimana, gue pasti ikut suami gue itu. Selain itu gue juga berkeinginan untuk mencicipi dunia luar negeri, karena itu gue sekarang lagi nyari beasiswa ke luar negeri untuk mempelajari bahasa lebih dalam. Kalau Allah berkehendak mungkin akan bisa :) tapi itu masih dalam bayangan gue.

Sunday, July 17, 2011

Kesalahan yang Tak Usah dipersalahakan

di dalam sebuah keputusan, pasti tersimpan konsekuensi sesuai kadarnya masing-masing. penyesalan selalu datang di akhir. kata-kata klasik yang terhujat saat melakukan hal yang terlambat. terkadang keputusan itu ditentukan diluar akal sehat kita, namun biasanya hanya orang terdesak yang memilih jalan tersebut. untuk beberapa hal pilihan selalu menghadirkan sebuah kebingungan yang di dalamnya tersimpan rayuan serta godaan. hanya orang-orang yang tak berfikir panjang yang akan salah memilih. setelah salah memilih, kita hanya bisa terdiam merenungi kesalahan kita dan hal itu SALAH. tidak seharusnya kesalahan itu dipersalahkan atau menyalahkan diri atas kesalahan yang tak salah.

banyak orang salah dan tak ingin belajar dari kesalahan tersebut, namun hanya sedikit orang yang mampu melihat hal positif dalam setiap kejadian. Allah tidak tidur, sahabat. Allah tahu apa yang dibutuhkan makhlukNya. rencana Allah jauh dan jauh lebih sempurna daripada rencana kita. kita hanya tinggal berusaha. apabila kita sudah lelah berusaha, istirahatlah sejenak lalu lanjutkan kembali karena Allah tak pernah menyukai orang yang berputus asa.

mulai detik ini, menit ini, jam ini, dan malam ini buang jauh-jauh fikiran negatif tentang sebuah kesalahan memilih atau menghujat Allah yang tidak-tidak. karna Allah senantiasa merangkul hambaNya yang selalu bersyuur akan segala keputusanNya. semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu bersyukur :)

ALHAMDULILLAH

sebuah titik

Ada saat dimana saya bingung melihat keadaan nyata yang terjadi. Dilema mungkin iya. Secara visual, Anda tampak masih seperti apa yang saya tahu. Sikap Anda sangat membuat saya terperosok ke dalam masa itu. Kenapa Anda melakukan hal ini? Hal yang membuat saya bingung karena secara tertulis pribadi Anda lenyap termakan angin. Pergi dalam sekejap.

Saya kembali menatap kenyataan. Senyum Anda masih mampu menyirami taman hati ini sehingga saya pun ikut tersenyum. Namun tiba-tiba sekali Anda menggantikan senyum saya dengan sayatan yang mereka namakan kecewa. Mungkin Anda takkan tega apabila Anda berada dalam posisi saya. Saya pun tidak membutuhkan belas kasihan Anda karena saya hanya membutuhkan kesadaran hati anda saja. Di sini saya selalu menganggap bahwa diri saya adalah teman sejati saya, karena hanya diri saya sendiri yang selalu setia menemani saya ketika saya sedang sendiri.

Titik.


Tuesday, June 14, 2011

Analisis Lirik Lagu 'RUBAH'

R1
RUBAH
Jaman berubah perilaku tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubahWajah berubah kok menjadi lebih susahManusia berubah berubah - rubah
Gandhi yang dicari yang ada komediRevolusi dinanti yang datang AzhariLembaga berdiri berselimut korupsiWibawa menjadi alat melindungi diri
Pendidikan adalah anak tiri yang kesepianAgama sebagai topeng yang menjijikkanKemiskinan merajalela yang kaya makin rakus sajaHukum dan kesehatan diperjual belikan
Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawurPemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang
Televisi sibuk mencari iklanSementara banyak yang tunggu giliranRakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosongDimana aku apa ditelan tsunami ?
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah
Revolusi dinanti yang datang Azhari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri


(Iwan Fals)
R3
1. PESAN LAGU ‘RUBAH’

Sunday, June 12, 2011

Analisis Lirik Lagu 'CENAT-CENUT'

1. PESAN LAGU ‘CENAT-CENUT’
Lagu cenat-cenut merupakan sebuah lagu parodi yang tidak memiliki tema yang tidak pasti. Karena secara eksplisit lagu ini menyebutkan bahwa lagu ini dibuat hanya untuk ‘lucu-lucuan’ dan lagu ini tercipta hanya untuk orang yang bibirnya dower saat melihat perempuan. Namun juga pada awal lirik lagu ini tidak ditemukan adanya keterkaitan dengan reff dan akhir lirik. Lagu ini hanya ingin memberikan sebuah hiburan melalui lirik-lirik yang disusun dengan kalimat yang jenaka.

Friday, May 27, 2011

Belajar dari Pengalaman

belajar itu gak mengenal batas ruang dan waktu, kita bisa memanfaatkan ruang dan waktu yang sempit sekalipun. belajar juga tak pernah memandang bulu, ras, dan materi. kata orang bijak, orang yang baik adalah orang yang bisa belajar dari pengalaman. belajar juga bisa dimana aja.
akhir-akhir ini gue lagi sering sharing sama tetangga kamar kos gue yang beda dua tingkat sama gue. gue suka ngobrol masalah apapun, dia orangnya enjoy buat diajak sharing. selalu punya kata² menarik buat gue simak (semoga orangnya gak baca ini..haha). mungkin karena sama² golongan darah B yang katanya bisa ngobrol lama² dengan orang yang dirasa cocok, jadi dalam beberapa sikap, kita sama.
gue gak akan muji dia lebih jauh, karna yang ingin gue tulis hanyalah sebuah pengalaman yang ia alami dan gue akan belajar dari itu. karna yang tua memang selalu bisa diandalkan dalam hal pengalaman, termasuk pengalaman kuliah dan ce-i-en-te-a. ketika gue protes kenapa dia doyan banget tidur, dengan santainya ia hanya berkata "kalo kamu bisa tidur, nangis, ketawa, senyum, marah, kesel, nikmatilah itu. karena mungkin esok kita gak akan bisa merasakannya." yang gue suka, dia terkadang memandang hidup simple apa adanya. meskipun pada kenyataannya hidup dia ribet banget. kenapa? karena dia tipe orang yang suka kenyamanan dan tempat tenang. karena disini gak ada suasana kaya gitu, dia berusaha menciptakannya meski sulit. dan terkadang keinginannya bkin gue geleng² kepala, heran.
sering banget gue ngeluh karena orang dewasa mungkin suka seenaknya, atau dosen yang gak pengertian, atau tentang orang yang banyak ngatur. mbak kos gue cuma bilang "kalo nanti kamu seumuran mereka, dewasa seperti itu, kamu juga akan merasakannya. semua itu kan ada waktunya Pit." dan gue berfikir, "iya juga sih". gak ada niat buat bales dendam sama orang yang lebih muda bila gue tua, hanya saja kita belajar bahwa di'gitu'in tuh gak enak. itulah gunanya belajar. meskipun gue sadar, bahwa mempelajari itu gak mudah.
namun setidaknya aku ada usaha untuk merubah apa yang jelek dalam hidup gue. terima kasih telah menjadi kakak yang baik, kakak yang bisa denger keluhan² gue yang seabrek. mungkinkah di kost baru gue nanti akan ada kakak yang bisa gue ajak sharing seperti itu??