Search Upil on This Blog
Thursday, October 6, 2011
Labil
Wednesday, October 5, 2011
Mahasiswa Ironis
DRAMA
- Terdapat pengalaman hidup manusia;
- Dipentaskan atau dipertunjukkan;
- Berbentuk dialog;
- Dihadapan orang banyak; dan
- Di atas panggung
Tuesday, October 4, 2011
HIKAYAT
- Termasuk sastar lama (cerita kuno) berbentuk prosa
- Ditulis dalam bahasa dan struktur ejaan melayu
- Sebagian besar ceritanya berkisar dalam kehidupan istana (istana sentris)
- Unsur rekaan merupakan ciri yang menonjol
- Lazimnya hikayat mencakup bentuk prosa yang panjang
- Beruisi riwayat atau sejarah raja atau orang suci
Keinginan yang Harus Terwujud
It's enough for intermezzo.
Setelah gue lihat sumber daya dan potensi yang ada di daerah gue, hati gue terketuk untuk mengabdi di tempat ini setelah nanti gue kerja. Nama daerah gue adalah Jasinga, menurut info yang gue tau dari almarhum Pak Maman (guru Sejarah SMP gue) nama Jasinga itu diambil dari nama raja pertama Tarumanegara, Jayasingawarman yang disingkat menjadi Jasinga. Setelah mengetahui tentang hal tersebut gue mulai bangga :)
Perlu diketahui juga bahwa sekarang gue tengah menempuh studi di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta dan gue masih semester 3. Mungkin udah gue jelasin nanti kenapa gue ngambil jurusan dan universitas itu di postingan tahun lalu. Kenyataan yang ada sekarang adalah bahwa gue seorang pendidik yang nantinya akan mengajar di sekolah atau bekerja di bidang pendidikan.
Gue tau potensi sumber daya manusia di daerah gue masih limit banget maka gue memutuskan untuk tetap mengabdi di Jasinga, meski sebenarnya itu akan menjadi opsi terakhir gue pada awalnya. Setau pengetahuan gue bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang ikhlas menjalani profesinya dalam keadaan apapun. Yah mungkin itu terlalu berlebih, tapi kan pastinya guru itu akan disegani. Bukan, bukan gue pengen disegani tapi gue lebih karna kepuasan gue dalam mendidik. Itu adalah hal yang mulia kan? Ikut mewujudkan cita-cita bangsa dalam mencerdaskan anak Indonesia (alinea IV Pembukaan UUD 1945).
Dengan mengucap bismillah gue putuskan untuk kembali ke Jasingan dan bekerja disana setelah gue lulus (S1). Untuk faktor eks seperti suami gue nanti (aamin ya Allah) kerja dimana, gue pasti ikut suami gue itu. Selain itu gue juga berkeinginan untuk mencicipi dunia luar negeri, karena itu gue sekarang lagi nyari beasiswa ke luar negeri untuk mempelajari bahasa lebih dalam. Kalau Allah berkehendak mungkin akan bisa :) tapi itu masih dalam bayangan gue.
Sunday, July 17, 2011
Kesalahan yang Tak Usah dipersalahakan
di dalam sebuah keputusan, pasti tersimpan konsekuensi sesuai kadarnya masing-masing. penyesalan selalu datang di akhir. kata-kata klasik yang terhujat saat melakukan hal yang terlambat. terkadang keputusan itu ditentukan diluar akal sehat kita, namun biasanya hanya orang terdesak yang memilih jalan tersebut. untuk beberapa hal pilihan selalu menghadirkan sebuah kebingungan yang di dalamnya tersimpan rayuan serta godaan. hanya orang-orang yang tak berfikir panjang yang akan salah memilih. setelah salah memilih, kita hanya bisa terdiam merenungi kesalahan kita dan hal itu SALAH. tidak seharusnya kesalahan itu dipersalahkan atau menyalahkan diri atas kesalahan yang tak salah.
banyak orang salah dan tak ingin belajar dari kesalahan tersebut, namun hanya sedikit orang yang mampu melihat hal positif dalam setiap kejadian. Allah tidak tidur, sahabat. Allah tahu apa yang dibutuhkan makhlukNya. rencana Allah jauh dan jauh lebih sempurna daripada rencana kita. kita hanya tinggal berusaha. apabila kita sudah lelah berusaha, istirahatlah sejenak lalu lanjutkan kembali karena Allah tak pernah menyukai orang yang berputus asa.
mulai detik ini, menit ini, jam ini, dan malam ini buang jauh-jauh fikiran negatif tentang sebuah kesalahan memilih atau menghujat Allah yang tidak-tidak. karna Allah senantiasa merangkul hambaNya yang selalu bersyuur akan segala keputusanNya. semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu bersyukur :)
ALHAMDULILLAH
sebuah titik
Saya kembali menatap kenyataan. Senyum Anda masih mampu menyirami taman hati ini sehingga saya pun ikut tersenyum. Namun tiba-tiba sekali Anda menggantikan senyum saya dengan sayatan yang mereka namakan kecewa. Mungkin Anda takkan tega apabila Anda berada dalam posisi saya. Saya pun tidak membutuhkan belas kasihan Anda karena saya hanya membutuhkan kesadaran hati anda saja. Di sini saya selalu menganggap bahwa diri saya adalah teman sejati saya, karena hanya diri saya sendiri yang selalu setia menemani saya ketika saya sedang sendiri.
Titik.
