Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Wednesday, July 25, 2012

My First Line Art (maap masih amatiran)

Suatu hari gue lagi blogwalking dan setiap gue blogwalking gue selalu melihat artwork mereka. Gue ngiri. Gue selalu membatin 'itu gimana cara bikinnya?'. Gue adalah penyuka begituan, design-artwork-dtbk (dan tetek bengeknya). Tapi masalahnya gue kagak bisa Corel . Gue cuma tau soto-sop *ngelap iler* *astagfirullah, puasa*.

Eh akhirnya gue menemukan tutorial yang cukup mudah dimengerti oleh orang awam design macam gue! Nih gue dapet dari yang empunya ilmu disini.



Semalem gue coba-coba dan cukup berhasil bagi gue. Haha (nyenengin diri sendiri). Ini foto yang gue pake.

terakhir kali minta pacar buat dibikin semacam artwork, doi muntah berember-ember karena kelamaan mandangin foto ini -___-

Sunday, July 15, 2012

My UNIQUE Family

Kyaaaaaaa sudah lama sekali gue gak bikin postingan. Seminggu yang lalu gue baru nyampe Jogja lagi. Sebelumnya gue balik ke Bogor selama sepuluh hari dan di sana gue gak bisa online karena modem yang ngajak ribut dan gak sempet karena gue sibuk belajar jadi wanita dewasa.  #OkeSkip

Ngomongin soal balik ke Bogor, gue pasti ketemu keluarga yang telah berabad-abad lima bulan gak ketemu. Homesicknya pake banget dikaret dua. Bagi gue, keluarga adalah segalanya. Rasa bahagia, sedih, terharu, kentut, ngupil, pasti pernah dialami bareng keluarga. Secara pribadi, gue bilang bahwa keluarga gue unik. Now, gue akan memperkenalkan mereka sama kalian. Here they are . . .

1. Bapak
Bapak yang murah senyum dengan kumis ramahnya :)

Sunday, July 8, 2012

Analisis (sederhana) Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Judul Novel: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin 
Pengarang: Tere Liye 
Penerbit: Gramedia 
Tahun terbit: 2011 
Cetakan: ketiga 
Jumlah halaman: 264


A. Sinopsis
Tania kecil hidup bersama adik dan ibunya dalam rumah kardus di kawasan kumuh. Ayahnya meninggal, Tania putus sekolah dan akhirnya bekerja sebagai pengamen bersama adiknya di jalanan. Selama tiga tahun keluarga mereka hidup dalam kesusahan hingga pada akhirnya malaikat itu datang merubah nasib keluarga itu. Malaikat yang dikirim Tuhan melalui seorang lelaki berusia dua puluh lima tahunan yang Tania dan adiknya, Dede panggil Om Danar. Sejak kedatangan malaikat itu Tania dan Dede kembali bersekolah, bahkan Tania mampu mendapatkan beasiswa untuk meneruskan SMP dan SMA di Singapura dan itu berkat bantuan malaikat terebut.

Saturday, July 7, 2012

Sajak Buka Pintu (2)

Ini sebuah kisah
Seseorang mengetuk pintu
Nada ketukan yang merdu
Bagai nyanyian burung di musim semi
Salam terlantunkan
Pintu terbuka
Sebuah senyum indah melengkung
tepat mengenai hati
Seseorang masuk dengan aura kebahagiaan
Sebuah cinta terangkai di antara mereka
Melalui pandangan yang menyejukkan
Antara seseorang yang mengetuk pintu
dengan seseorang yang membukakan pintu
Pintu selalu terbuka ...
kepada orang yang berhati lapang
kepada waktu yang terizinkan
kepada tempat yang sesuai




13 Juni 2012


Thursday, June 21, 2012

aku dan kamu sama dengan kita

"Kamu tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada kehidupanmu, detik ini, esok dan seterusnya"
Selamat pagiiiiii, ini postingan paling subuh yang pernah gue bikin selama menimang zupil sejak 2009. Hal itu dikarenakan, eumm...apa yaa? kasih tau gak yaaa? kasih gak yaaa?
AH kelamaan lu, gak asik!
Oke FINE. gue jawab, gue lagi seneng.
Seneng napa?
Gue udah punya pemilik hati sekarang.
Terus gue harus bilang WOW gak Pit. 
#PLAK 

Monday, June 18, 2012

FRASA

Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi dan bersifat nonpredikatif.

Tipe-tipe Frasa
1. Frasa Endosentrik, yaitu frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atua semua unsurnya. Unsurnya terdiri dari inti dan atribut, salah satu unsur hilang maka maknanya akan berubah. Menurut Verhaar, frasa endosentrik adalah frasa yang berdistribusi secara paralel dengan unsur pusatnya.
Contoh: adik saya, kucing putih, bangsa dan negara.

Macam-macam Frasa Endosentrik
a. Apostif
   Apostif adalah frasa yang unsur-unsurnya terdiri dari unsur pusat dan unsur aposisi (keterangan tambahan). Antar unsur pusat dan aposisi diberi tanda koma.
Contoh: mawar, bunga berduri dalam pot hitam.
b. Atributif
    Atributif adalah frasa yang terdiri dari inti dan atributif, namun tidak setara.
    Contoh: adik saya, kucing hitam
c. Koordinatif

Pengenalan Sintaksis

Sintaksis adalah ilmu bahasa yang mempelajari kata, frasa, klausa. Menurut Ramlan, ruang lingkup sintaksis hanya seluk beluk frasa, klausa, kalimat, wacana, sedangkan menurut Soetarno ruang lingkup sintaksis hanya frasa dan kalimat. Matthews juga berpendapat bahwa sintaksis adalah hubungan antar kata dalam unit kalimat (kata, frasa, klausa, kalimat).


Sintaksis berasal dari kata SUNTATTEIN.
sun = dengan
tattein = menempatkan
Jadi, secara istilah sintaksis adalah menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata/klausa/kalimat.


Alat-alat sintaksis
Alat-alat sintaksis adalah alat-alat bahasa untuk menghubungkan kata menjadi kelompok kata dengan struktur tertentu. Berikut ini adalah alat-alat sintaksis.

1. urutan kata, yaitu cara menyusun kata menjadi kalimat yang memiliki beberapa peluang.
Contoh: Ular kecil makan katak besar. Kalimat tersebut memiliki peluang untuk diubah urutan katanya.
2. bentuk kata, yaitu kata tunggal, kata kompleks, dan afiksasi.
Contoh: dia mencabut gigi
             dia mencabuti gigi
Kata mencabut dan mencabuti memiliki bentuk yang berbeda, sehingga menyebabkan perbedaan makna pada dua kalimat tersebut

3. intonasi, yaitu penekanan. Intonasi terdiri atas: 

4. Kata tugas, yaitu golongan kata yang memiliki bentuk bebas (tidak terikat dengan satuan lain) dan tidak memiliki makna leksikal, maknanya akan helas apabila digunakan dalam konstruksi sintaksis. Yang termasuk kata tugas adalah:  

Ciri kata tugas menurut Djoko Kentjono
1. Jumlahnya terbatas
2. Keanggotannya bersifat tertutup
3. Dapat dikuasai oleh pemakai bahasa dengan cara menghafal
4. Pada umumnya tidak dapat mengalami proses morfologis
5. Tidak memiliki makna leksikal
6. Dapat digunakan dalam wacana apapun