Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Saturday, November 3, 2012

Penggalauan Hestek #AkuIngetBanget, #AkuTauBanget, dan #HarusnyaKamuTau.


Ketika seorang gadis mulai menggalau di pojok kamarnya. Ketika hati seorang gadis pincang karena tak ada pegangan. Ketika seorang gadis menanti apa yang telah tertelan waktu. Ketika seorang gadis membicarakan cinta yang berlari bersama detik-detik kehidupan. Ketika seorang gadis masih mengharapkan cinta pertamanya. Ketika seorang gadis mengenang apa yang disebut kenangan masa lalu. Ketika seorang gadis gagal menata hatinya. Ketika seorang gadis telah luput dari kesadaran logikanya. Ketika seorang gadis sedikitpun tidak memperhatikan jalan di depannya. Ketika seorang gadis terus menoleh ke belakang demi cinta pertamanya. Ketika seorang gadis tersungkur dalam keterpurukan belenggu kelam. Ketika seorang gadis hanya bisa bungkam melihat kenyataan. Ketika seorang gadis berada dalam pilihan perjuangkan atau tinggalkan. Ketika seorang gadis hidup bersama malam dan kegalauan. Ketika seorang gadis mulai menapaktilasi apa yang telah terjadi. Ketika seorang gadis menuliskan kronologi lima tahun yang lalu. Ketika seorang gadis berkata #AkuIngetBanget dan #AkuTauBanget dan #HarusnyaKamuTau.

Jangan berani meneruskan apabila anda tidak ingin galau, lebih baik close tab dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Sebelum tetesan air mata yang harus membayar semuanya.

Baiklah, saya akan segera memulainya . . .

Friday, November 2, 2012

Mereka Menunggu Ketidakpastian


Kesan pertama ketika selesai membaca cerpen ini adalah, menarik. Bagi orang awam, cerpen ini merupakan cerpen anak-anak. Namun, setelah dibaca berulang-ulang, cerpen ini bukan cerpen anak. Pengarang hanya meminjam pandangan anak-anak dan ditaruh pada sudut pandang orang pertama, yakni aku. Contohnya saja saat pengarang ingin memberitahukan pada pembaca bahwa Jack seorang pesulap, pengarang tidak langsung menyebutkan Jack pengarang, tetapi melalui deskripsi yang seolah diutarakan oleh anak-anak. Apabila dilihat dari pemilihan judul, pengarang cukup memikat pembaca. Diksi yang dipilih adalah ‘sosok’ yang notabene belum tentu makhluk apa itu, meski kebanyakan yang dimaksud adalah manusia. 

Membaca cerpen ini seperti sedang bermain games teka-teki. Pembaca harus jeli dan peka terhadap setiap diksi yang digunakan pengarang, pemilihan kata yang dapat menjadi petunjuk-petunjuk. Petunjuk tersebut bisa jadi sebuah setting atau plot dan unsur intrinsik lainnya. Beberapa petunjuk yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah sebagai berikut: 

- Sepesang sosok bergerak ketika tak ada orang. (Sosok bukanlah manusia) 
- Tempat lembap dan penuh asap, botol minuman berjejer. (Sebuah bar di tempat kumuh) 
- “Aku tak siap dengan apa pun yang melibatkan cinta.” (Jack dan Leona memiliki hubungan khusus) 
- Jack menggunakan bahasa yang tak dikenali. (Bahasa yang tak biasa digunakan di daerah tersebut) 
- Mery kejang. (Mery memiliki penyakit) 
- Sepasang sosok ingin ke Amerika seperti Leona. (Setting tempat bukan di Amerika) 
- Mery kanak-kanak, tak pernah mengajak bicara, keheningan. (Mery bisu) 
- Suatu malam, Mery pergi. Kita melihat sosok berbaju putih dan bersayap menggandeng tangannya. (Mery meninggal, dibawa malaikat, semacam kepercayaan umat kristiani) 
- Berdiri di depan cermin, menatap diriku sendiri. (Tokoh aku cukup tahu diri) 
- Panggilan madam. (Sebutan untuk wanita di Eropa, khususnya Inggris) 

Dari sekian banyak petunjuk yang disebutkan, dapat diketahui unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen. Misalnya saja tokoh, setting, penokohan, dan lain-lain. Setting tempat lebih mendominasi isi cerpen dibandingkan setting waktu. Setelah melihat petunjuk, dapat disimpulkan bahwa settingnya di Eropa, Inggris. Hal tersebut didukung oleh adanya salju, musim dingin, bahasa yang asing, dan panggilan madam. Sedangkan setting waktunya didominasi saat malam hari. 

Apabila ditinjau dari segi alur, pengarang menggunakan alur campuran. Maju-mundur-maju. Saat alur mundur, pengarang begitu rapi membungkus ceritanya. Tahap demi tahap dilalui secara perlahan tapi pasti, sehingga pembaca tidak begitu kesulitan dalam memahami alurnya. 

Tokoh utama dalam cerpen adalah sepasang sosok yang ternyata dua buah boneka, yakni Barbie dan babi. Pengarang sengaja mensejajarkan mereka, entah karena kasta atau nama kedua sosoknya. Babi merupakan hewan ternak yang banyak terdapat di kawasan Eurasia (Eropa Asia). Babi juga salah satu mamalia omnivora yang lebih cerdas dibandingkan kucing dan anjing. Hal itu diaminkan dengan kalimat “Berhentilah menghindar. Hadapilah. Inilah hidup.” Pada kalimat tersebut tersirat sebuah sikap yang bijak, orang bijak biasanya cerdas, karena mereka mampu mengendalikan emosinya. 

Barbie adalah boneka berwujud perempuan cantik dan selalu menggunakan aksesoris untuk melegkapi penampilannya. Barbie dibuat disecantik mungkin sebagai representasi sosok perempuan yang sempurna. Dalam cerpen tersebut, Barbie lebih banyak mengeluh, bahkan hanya karena hal sepele seperti sepatu yang dianggap tabu oleh tokoh aku. Orang yang sering mengeluh adalah mereka yang kurang bisa menerima hidupnya, atau bisa dikatakan kurang bersyukur. 

Ketika menilik kata ‘menunggu’ pada judul, pembaca langsung memberikan tanda tanya. Siapakah yang mereka tunggu? Awalnya, dua sosok tersebut menunggu Mary yang dibawa malaikat bersayap. Lalu, ketika Jack telah membuat toko boneka, kedua sosok tersebut tetap menunggu. Barbie yang menunggu teman yang sepadan dan babi yang seumur hidupnya menunggu, entah siapa. 

Dalam hidup ini, biasanya seseorang akan merasa kehilangan ketika sesuatu yang biasanya ada menjadi tidak ada. Maka, ketika seseorang menunggu, ia menunggu sesuatu yang sama dengan sesuatu yang hilang tersebut. Begitulah, kedua sosok yang menunggu itu. Bahkan mereka pun menunggu ketika Jack meninggal. Mereka menunggu di etalase sambil menatap ke luar jendela. Meski kedua sosok itu seperti sedang menanti seseorang, namun disadari atau tidak kedua sosok itu hanya menuggu ketidakpastian.

Semester 5: Antara galau, latihan drama, dan #NovemberWish

WELCOME NOVEMBER!!
Mangga kalebet! Semoga hidup gue semakin galau lebih baik dan bermakna #amin

*ngulet* Ciat ciat ciat ciaaaaaaaaaat!!!
akhirnya gue bisa bangun pagi juga. Alhamdulillah. Tapi kan hari ini lo gak ada kuliah pit. Ah no problem. Bangun pagi kan gak harus karena kuliah pagi aja, tapi karena merindukan untuk bersujud kepada-Nya di waktu subuh. Jadi, selama ini lo gak pernah shalat pit? Minggu kemaren gue lagi gak shalat, eh kebablasan kebiasaan bangun siangnya sampe gue shalat -___-" Itulah buruknya gue!

Eh, tapi hikmah bangun pagi yang gue dapatkan adalah gue bisa shalat sebelum matahari terbit, nulis blog yang udah lamaaaaaaaaaaaaa banget gue cuekin dan inget mantan. *eeh mulai lagi*

Sepertinya udah bukan hal aneh lagi dengan isi blog gue yang isinya curhatin tentang gue yang sering bangun kesiangan. Nah, itulah kebiasaan buruk gue. Ah, tapi kan semuanya berawal dari niat sodara-sodara! Ketika dua hari terakhir kemaren gue kelewat shalat, sebelum gue tidur gue cuma berdoa tanpa memantapkan niat untuk bangun subuh. Naah, setelah semalem gue berdoa dan menambah doa untuk dibangunkan saat subuh, itu semua terkabul. Alhamdulillah yaa cettaaaar sekali. *eeh

Tuesday, October 16, 2012

Rumah: Antara sadar dan tidak, antara ada dan tiada, antara nyata dan ilusi.

Cerpen Rumah karya Ahimsa Marga mengulas tentang dunia nyata dan ilusi yang diceritakan melalui tokoh May. May adalah seorang gadis yang senang tidur dan bermimpi hal-hal yang aneh. Pada awal cerpen, May menceritakan secara flashback bahwa ia bermimpi bertemu dengan bidadari dengan backsound gending asmarandana. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa gending asmarandana diidentikan dengan kebudayaan Jawa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa latar sosial cerpen ini adalah Jawa.

Dalam cerpen ini, May digambarkan sebagai gadis kecil yang memiliki jiwa sosial yang minim. Ia memiliki tetangga dan teman sebaya, tapi ia tak pernah mau keluar rumah. Hal tersebut digambarkan pada kalimat “Sepanjang bisa mengingat, rumahku selalu terbuka, tetapi tak ada anak yang bermain disitu. Mungkin karena aku juga tak pernah bermain ke rumah mereka. Ibuku tak pernah melarang, tetapi aku enggan. Pintu tak pernah dikunci tetapi kakiku tetahan di batas pagar.”

Pada suatu hari ia keluar rumah karena mendengar sebuah suara yang memanggil namanya. Sebuah suara yang membawanya berada di halaman rumah tetangga. Tentu saja tanpa ia sadari. Ketika pembaca yang kurang peka terhadap alur membaca cerpen ini, tentu akan merasa kesuliatan mengikuti perjalanannya. Antara dunia nyata dan ilusi begitu tipis. Apabila diasumsikan bahwa kejadian tersebut dalam mimpi May, hal itu mengartikan bahwa May pun sedang bermimpi bahwa ia tak pernah benar-benar pergi ke tetangganya. Seolah panggilannya sebelumnya tersebut hanyalah bisikan dari hati kecilnya yang ingin tapi enggan.
APA YANG SEBENARNYA MAY LAKUKAN?

Thursday, October 4, 2012

Reinkarnasi, Time Traveller, dan Takdir.

Beberapa hari terakhir ini gue tengah disibukkan dengan sebuah novel yang begitu menarik. Judul novel ini adalah Samsara, karya Zara Zettira ZR. Seorang penulis yang sudah terkenal bahkan sebelum gue lahir. Samsara adalah bahasa Sanskerta yang secara bahasa mempunyai artian sebagai berikut: “Sam” adalah kebersamaan dan “Sarati” adalah “yang mengalir”. Samsara mengandung pengertian sebagai lingkaran kehidupan yang berkesinambungan dan tidak pernah terputuskan. Tiada awal. Tiada akhir. Takdir, hidup, mati, dan jodoh adalah Samsara. Demikian yang tertulis dalam novel tersebut. 

Cover Novel SAMSARA
Sebenarnya isi novel adalah sebuah pelajaran hidup yang memiliki nilai filosofi hidup. Bagaimana seorang gadis bernama Asia atau Asya mencari keberadaan Tuhannya. Berbagai konflik ia hadapi hingga pertanyaan-pertanyaan muncul. Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan Asya tentang keberadaan Sang Maha Segalanya tidak langsung terjawab, tetapi membuahkan sebuah pertanyaan-pertanyaan baru yang kalau dituliskan mungkin akan sangat tebal. Hingga pada akhir cerita, Asya dapat menemukan jalan lurusnya, ia pun mengakui akan keberadaan Tuhannya, yaitu ALLAH. 

Lantas apa hubungannya dengan reinkarnasi? 

Friday, September 14, 2012

Tiga S #SayaSokSibuk

KAMPRETOOOOOOOOSS!! 

Salam pembuka yang agak gimana gitu di kuping. Entah kenapa saya suka aja. 

Ehem…Sudah lama sekali yaaa saya tidak menulis lagi. Kangennya sih pake banget. Tapi, emang kemaren-kemaren dan bulan ini saya sibuk. Ciyeee sibuk. Suer! Saking sibuknya gue, gue belum say “welcome to September” dan “make a wish for September”. Penting? Iya dong, hidup kan tak bisa hidup tanpa harapan. Tul? 

Eniwei saya akan melaporkan beberapa hal dalam postingan kali ini. Pertama, postingan ini akan membahas review kegejean hidup saya. Kedua, saya ganti subjek karena ngikutin Keenan di Novel Perahu Kertas, hehe. Ketiga, postingan ini tanda bahwa saya nongol di blog lagi. Keempat, kalau di pembukaan udah gak berkenan baca, silahkan close tab, hehe. 

Sibuk. Kata yang saya mulai rasakan akhir-akhir ini? Mahasiswa memang dituntut banyak tugas, banyak belajar, banyak aktif, banyak online, banyak tidur, banyak makan. Tugas mulai bermunculan, kewirasahaan ada tugas untuk wawancara pengusaha yang omset perbulannya minimal 100 juta. WOW! Tugas kritik sastra adalah mengkritisi cerpen Kompas terbitan tanggal 9 September yang lalu. WIW! Tugas semantik adalah merangkum isi buku yang bahasanya pake bahasa Inggris. WEW! Tugas evaluasi pengajaran dan drama dan perencanaan pengajaran suruh nyari buku seabrek dan susah. WAW! Tugas PDD untuk acara pentas adalah desain pamlet, leaflet, spanduk, banner, sticker, pin, kaos, slide. WOWIWEWAW!!! 

Saya mengetik semuanya sambil ngemil upil saking banyaknya! Unbelievable betapa banyak. Lantas, apakah hanya itu? Tentu saja tidak, saya bahkan menjadi PDD di acara HIMA yang lain. Cukup menarik napas saja. Semoga ada jalan untuk memanage semuanya dan tidak tergoda lagi untuk memainkan game Mistery Case 2. Amin.
penampakan game paporit gue

 Dua hari ini saya dan teman-teman makan di angkringan. Bagi yang tidak mengenal angkringan, angkringan itu semacam warung makan beroda. Angkringan berjualan menggunakan gerobak, yang uniknya angkringan tidak memakai kompor apalagi gas, tapi memakai arang. Waah, sangat merakyat. Saya dan teman-teman merasa lega ketika makan lantas dilanjutkan dengan berbincang-bincang. Eeaaa kok kethok abot banget yo! Padahal neng kono mung guyon-guyon thok! Haha 

Kemaren kami memilih angkringan sebagai tempat makan sebagai korban kenistaan dompet yang kian menipis sehabis nonton dengan harga tiket yang sudah naik. Maklum, terakhir nonton itu pas The Raid tayang. Sehabis itu, sibuk lagi. Kemaren kami nonton Perahu Kertas dengan penonton yang setengah bioskop pun tak ada saking terlambatnya. Iya, itu faktor sibuk juga. Padahal saya baru seperempat baca novelnya dan sekarang pun belum selesai. Lagi-lagi karena sibuk. 

Eh Pit, lu sibuk beneran atau cuma mengkambinghitamkan si sibuk?

Wednesday, August 29, 2012

saya bertanya: CINTA


Apa itu cinta? Seperti apa bentuk cinta? Bagaimana ciri-ciri cinta? Kapan cinta itu dikatakan ada? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah segelintir tanya tentang cinta. Pertanyaan yang terkadang orang dewasa saja sulit menjawabnya. Apabila anda ditanya hal demikian, apa jawaban yang akan anda berikan? 

Indah ketika mersakannya? Nyaman ketika menatapnya? Memabukkan ketika bertemu dengannya? Atau justru menyakitkan ketika cinta itu hancur? 

Baiklah, sebelum melangkah lebih jauh, disini saya tidak ingin menggurui atau bernasihat. Tapi, saya hanya ingin berbagi apa yang saya pikirkan dan apa yang saya ketahui. Sehingga saya akan menjabarkan tentang CINTA. Bagi yang tidak berkenan, silahkan close tab. 

Arti cinta akan menjadi sangat sederhana dan menjadi sangat kompleks. Mengapa demikian? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Cinta akan begitu sederhana bagi anak kecil misalnya dan akan sangat kompleks ketika cinta mulai terkontaminasi dengan pemikiran-pemikiran orang dewasa yang juga kompleks. Arti cinta bagi orang jatuh cinta akan berbeda dengan orang yang baru patah hati. Setuju? Oke, pertanyaan pertama sudah terjawab. 

Orang yang bertanya bentuk cinta adalah orang yang aneh. Cinta itu sebuah rasa yang tentu saja tak terbentuk. Abstrak. Saking abstraknya cinta, maka definsi cinta jadi tak terbatas seperti yang telah saya tuturkan sebelumnya.