Pages

Search Upil on This Blog

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Wednesday, February 27, 2013

Aturan DOSEN

Assalamualaikum...
walaikumcalam...
eh masih kecil kok pinter ya? pasti susunya mahal.

Selamat sore untuk seluruh keluarga upil di dunia. uhuk uhuk
*bersihin sarang laba-laba di langit-langit blog*

Sepertinya gue emang bukan blogger yang baik, karena gue tega meninggalkan dan mencampakkan blog gue selama sebulan lebih. Bahkan buat bales komenpun telat. Maaf ya. Sebelumnya karena emang pulsa modem gue abis, dan tentu saja gue disibukkan dengan agenda KKN dan eerrr kuliah semester 6.

Sore ini gue cuma mau basa-basi doang. Belum ada cerita yang menarik. Mungkin besok setelah gue presentasi makul Sosiolinguistik. Dosen makul itu nggak killer, tapi rempong. Pertama kali masuk kelas gue, beliau sudah membuat peraturan, beberapa peraturan emang dibuat eksplisit. Nih beberapa kisah gue di kelas Sosling.


1. Minta izin dulu yaaa
Ketika temen gue (si A) terlambat masuk kelas, dia tidak langsung duduk, melainkan minta izin dulu kalo dia terlambat dan meminta maaf. Namun, ketika temen gue (si B) terlambat dan tidak meminta izin. Beliau mengatakan bahwa "sebaiknya Anda mencontoh temen Anda (si A)". Nah, eksplisit kan?

2. Aturan bikin makalah yang rempong. 
Makalah dibuat dalam waktu satu minggu dan tidak boleh menggunakan kutipan dari internet. Beliau mengancam akan memberikan nilai rendah apabila ada kelompok yg ketahuan ngambil dari internet. Beliau jg mengatakan bahwa beliau memiliki beberapa server untuk mendeteksi plagiarism dan temen-temen gue gak ada yang percaya. Tapi, tetep patuh kok mereka. Rempongnya bukan karena gak boleh pake internet, tapi baru kali ini ada dosen yang menyuruh mahasiswanya menggunakan kutipan di setiap kalimat dalam makalahnya. Beuh, terus tulisan hasil pemikiran gue ditaro dimana dong? Selain itu, makalah + ppt harus dikumpulkan via email satu hari sebelum makul itu berlangsung. Terakhir kali gue ngerjain makalah itu, temen-temen gue baru cabut dari kosan setelah jam 12 malem. Muke gile.

3. Aturan main presentasi
Setiap kelompok akan diundi untuk melakukan presentasi. Jadi, pas makul itu semua kelompok harus sudah siap semua, baik makalahnya maupun ppt-nya. Eh pas diundi, kebetulan yang maju kelompok kakak kelas yang ngulang, tentang penelitian. Karena kasihan, kami pun memutuskan bahwa itu hanya uji coba. Presentasinya emang buruk. Dosen bilang kalau presentasi jangan sekali2 bawa makalah, hanya catatan kecil. Beuh, bener2 nguji mental. Apalagi nanti akan dicecar dengan pertanyaan2 yang tak terduga. Iya, kelompok gue maju hari senin depan (4 Maret). Doain gue semoga lancar yaa ^^

4. Aturan lain
Dosen tidak menyukai mahasiswa yang lambat dan tidak peka terhadap sekitarnya.

#FYI aja sih yee, dosen gue ini cewek dan mirip banget sama temen sekelas gue, Entin. Iya, masih inget kan si Entin yang disini dan disini? Temen gue yang sama rempongnya. Tapi si Entin sekarang udah mendingan kok, gak pernah grepe-grepe gue lagi. haha serem ya 

Baiklah..sekian dulu postingan dari gue..

BYE!

Sunday, January 6, 2013

Get Well Soon My Dear (Lepil)

Selamat siaaaaaaaaaaang para pengupil dimana pun anda berada :D
Semangat ngupil yees!

Manusia memang tidak pernah luput dari sebuah kesalahan. Kesalahan ada karena kita tidak tau atau karna kecerobohan kita. Postingan gue kali ini emang rada serius. Gue belajar bagaimana menyikapi hidup supaya lebih bijaksana. Kesialan ini terjadi bertubi-tubi di semester 5. Wait, WHAT? kesialan? apakah gue percaya sebuah kesialan? kesialan dan keberuntungan sangat erat dengan nasib. Nasib? apa itu nasib?

Menurut KBBI nasib itu adalah sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir. Sesuatu yang telah ditentukan oleh Tuhan tentu tidak bisa dirubah-rubah oleh manusia, sudah menjadi keputusan mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Tapi, pemaknaannya dapat kita rubah. Bagi gue sih, takdir itu ibarat sebuah perahu yang terombang-ambing dalam lautan dan nasib adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengendalikan itu dan bisa mencapai daratan. 

Lu masih kagak ngarti?

Thursday, December 27, 2012

Happy Birthday?

Holaaaaaaa.....
selamat soreee...

Saatnya gue update blog yang lumayan gak keurus beberapa bulan terakhir ini. Gue update seperlunya, beda kayak bulan-bulan-bulan-bulan-bulan yang lalu (Nah, lho berarti bulan apa tuh).
Sebelumnya gue mau ngucapin banyak terima kasih buat temen-temen facebook gue dan sahabat-sahabat gue tercinta atas ucapan dan doanya tiga hari yang lalu.

Ada banyaaaaaaak banget sms dan wall ucapan selamat ulang tahun. Ah, ngemengin soal ulang tahun. Gue pun jadi punya sebuah hipotesis bahwasanya facebook adalah perantara memori otak manusia kelewat gahoel. Iya, temen-temen gue jadi inget ulang tahun gue karena adanya jejarsos begituan. Tapi gue cukup bersyukur ternyata masih banyak orang yang peduli sama gue. Tapi kecewanya adalah, mereka hanya mengucapkan hanya karena diingetin facebook, bukan dari ingatan mereka sendiri. Dan sekedar basa-basi bagi yang akrab banget. Yap, bukankah tidak semua teman facebook lu adalah teman lu di dunia nyata? Yaa, bukannya mau suudzon atau gimana, kenyataannya gue pun kadang demikian, sekedar basa-basi.

Tahun lalu, gue sengaja menyembunyikan tanggal ulang tahun gue, dan memang terbukti hanya segelintir orang yang inget. Gue rasa, orang seperti mereka lah yang benar-benar punya daya ingat yang cukup wow! hehe Ada sanggahan?

Wednesday, December 19, 2012

RSJ: dari nginep sampai hilang barang-barang

KOMUNITAS AKAR!!!
(Akar menghujam menuju 12, SEMANGAT!)
Begitu bunyi jargon yang selalu dielu-elu kan kami, komunitas akar. Komunitas akar adalah sebuah komunitas yang dibentuk sejak kami menginjak semester 3 (2011) oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2010 kelas K. Kami menamai komunitas akar, karena akar adalah bagian dari pohon yang paling penting. Ia yang menopang semua yang ada di pohon. Harapannya, kami dapat membentuk pondasi yang mengakar erat demi mencapai tujuan bersama. Kompak. Kurang lebih seperti itu. Hehe

Pada semester tiga kami telah mementaskan sebuah dramatisasi dan musikalisasi puisi berjudul "Jejak di Atas Aspal". Sebuah pementasan perdana yang membuat gue deg-deg-serr! haha gue tidak ikut main, gue hanya orang belakang yang memainkan laptop (baca: operator).

ini hasil design gue
Nah, di semester lima akhirnya kami dapat mementaskan pementasan kedua, yakni RSJ (Rumah Sakit Jiwa). RSJ adalah sebuah drama karya N. Riantiarno. Drama ini mengisahkan seorang dokter baru yang ingin merubah sistem penyembuhan di RSJ. Namun, karena dokter lama tidak menerima kehadirannya, akhirnya ia difitnah memperkosa seorang pasien dan dipecat dan bunuh diri. Tragis bukan? drama banget ya? hihi
ini juga hasil design gue

Gue sebagai apa? Operator lah, apalagi. Iya, gue sebagai Koord. PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi). Tapi, gue bangga meski gak maen. Entah kenapa.

Tuesday, November 13, 2012

Senja dibatas Rindumu



Sayang, apa kabarmu hari ini? Sore ini adalah kedua kalinya aku mencoba menghirup segarnya keceriaan taman dekat audit. Bukan karena aku sering berkunjung bersama mantan, tapi aku suka suasananya, jauh sebelum aku punya mantan disini. 

Sayang, aku begitu merindukanmu, sangat. Rasa rindu yang jauh lebih hebat dari sang mentari menunggu fajarnya di kala petang. Apakah rindu itu terbayar bila hanya kuingat dirimu? Sepertinya tidak. Ah, berbicara tentang ingatan aku jadi teringat sebuah album dalam ideasi pikiranku, tentu saja tentang kamu. Bila aku pulang nanti, kaset itu seolah terputarkan kembali. Ya, hanya sebuah kaset memori bajakan. Bukan asli. Aslinya sangat mahal, aku tak sanggup membelinya. Bukan karena aku tak punya uang, tapi aku tak sanggup membeli hatimu lagi untuk kembali melihatku. Itu harga yang sangat mahal bagiku. 

Sayang, tak apakan bila kupanggil demikian? Aku hanya mengenang. Ah, bahkan dulu kita jarang menggunakan kata itu. Kita lebih sering memanggil nama. Pernah suatu hari aku memintla satu nama favorit untuk kita, belo dan loved. Tapi penyebutan membuat kita kesulitan. Kamu tak mau aku panggil belo, padahal aku bacanya ‘bilo’ bukan ‘belo’. Konyol bukan? 

Hanya karena mengingatmu, hati ini terasa berbeda. Ada yang sesak. Tak terungkap dan rasanya begitu cettar membahana. #LHO? 

Kenapa kenangan harus ada? Kenangan itu sebenarnya aku yang menciptakan. Ia takkan ada bila tidak dipanggil atau terpanggil. Jadi, ketika aku tersakiti karena sebuah kenangan. Aku sama saja sedang menyakiti diri sendiri. Ah tidak, terkadang aku hanya menguji diri sendiri, sekuat apakah aku menerima kenyataan. Namun, berkali-kali aku mengujinya, berkali-kali pula aku terjerumus kesakitan yang sama. Bahkan bila sakit itu terjahit, jahitannya bukan sembuh malah semakin menganga, dan mungkin saja lebih dalam. 

Bila kau jatuh dan terluka lalu kau jatuh lagi di tempat luka yang sama. Bagaimana rasanya? Sakit bukan? Begitulah aku. Ketika aku sedang terpuruk karena berpisah denganmu lalu ternyata kamu telah bersamanya, rasa sakitnya di tempat yang sama, hatiku. 

Cinta selalu membuat wanita untuk mendramatisir. Benarkah itu? Seterluka itukah aku? Entahlah sayang, aku hanya ingin kau disini. Sekarang. 

Maaf, karena aku tak bisa membungkus senja kali ini seperti yang dilakukan seorang tokoh cerpen Seno Gumira. Lain kali, akan kutunjukkan langsung bagaimana potret senja bila bersamaku. Potret senja di sebuah pedesaan yang menghijau. Rumah sederhana dengan bukit yang berumput manila. Beberapa puluh meter dari rumah itu terdapat sebuah sekolah, disanalah tempatku mengajar. Sedangkan kamu? Kamu sibuk dengan usaha peternakan kita. Ah, sungguh mengharu biru bila mengingat sebuah cita-cita itu. Akankah kita menemukan gambar yang sama dengan cover facebookmu dalam hidup kita kelak? Hanya Tuhan yang tahu. 

Maka, izinkan aku disini untuk terus menunggu. Menunggu tanpa lelah. Menunggu datangnya kamu. Menunggu tanpa tangis. Dan menungguku kali ini seperti sebuah ketidakpastian. Tapi, aku harap ada keajaiban dari menungguku. 

Saturday, November 10, 2012

Doa Kala Senja Mencumbu Langit

sumber
Senja mengerti apa yang terjadi. Senja yang sama dengan perasaan yang berbeda. Aku melepasmu bukan berarti merelakanmu. Aku meninggalkanmu bukan berarti melupakanmu. Tidak sama sekali. Aku bahkan masih mematung, cengo. Apa yang sebenarnya kupikirkan dulu? Mengapa aku harus sok munafik? Aku bahkan masih memiliki rasa yang sama. 

Tapi, apa yang sebenarnya aku inginkan? Benarkah aku menginginkan hal yang dulu kita jalani bersama? Atau aku hanya merindukan sosok kita di masa itu? Sebuah lagu seolah menyadarkanku, lagu berlirik ‘bukannya aku takut kehilangan dirimu, tapi aku takut kehilangan cintamu’. Apakah aku hanya merasakah hal demikian? Aku takut kehilangan cinta dalam sosokmu. Ah persetan. Aku hanya tau bahwa aku pincang tanpa penopang. Disini, sekarang ini, aku hanya merasakan bahwa aku merindukanmu. Sangat. Itu saja! 

Hati selalu bergejolak. Menciptakan banyak tanya, aku bertanya tentang keadaanmu, bertanya tentang sejauh mana kau sangat mencintai kekasihmu, dan bertanya apakah ada namaku dalam hatimu? Aku harap, masih ada. Biar saja walau itu hanya secuil, aku hanya ingin eksistensiku diakui olehmu. 

Percayalah, rasa galau seperti ini selalu muncul layaknya api yang meletup-letup yang bahkan bisa membakar diriku sendiri ketika disembur oleh pikiran-pikiran melankolis sebagai bahan bakar minyaknya. Tidak hanya pikiran melankolis yang muncul, bahkan tak pelak rasa lebay muncul disana. 

Dulu, aku selalu berpikir. Jika aku mati, apakah kamu akan tau semua rahasia dalam sekotak hati yang hancur? Akankah kamu membaca blogku? Atau haruskah aku menitipkan sebuah amanat kepada sahabat-sahabatku? Apakah kamu akan menyesal? Aku harap ya. 

Tak jarang pikiran jahatku muncul. Kamu akan menyesal setelah tau bahwa orang yang sangat mencintaimu mati dalam keadaan membawa hati yang sangat hancur. Kamu akan menyesali semuanya, selamanya. Tapi pikiranku yang lain, selalu berjiwa sok bijaksana. Bijaksana dalam memahami kenyataan. Bijaksana dengan melapangkan hati. Ah, persetan dengan kemunafikan. Aku sudah bosan hidup dalam kemunafikan. Berjalan di atas aspal yang tidak sesuai dengan hatiku. Bosan aku tersenyum dalam hati yang patah. Jenuh aku berjingkrak riang di atas bara api kecemburuan. 

Tuhan, bila memang aku diciptakan untuk mencintainya. Apakah ia juga diciptakan untuk mencintaiku? Meski sekarang ia bersama kekasihnya, apakah mereka akan berjodoh? Tolong berikan aku kisi-kisinya, Tuhan. Aku sangat penasaran. Bertahun-tahun aku mengikatkan tali pada sebuah kesia-siaan. Berkali-kali hati yang hancur itu terobati, namun tidak pernah benar-benar utuh sempurna seperti lima tahun silam. 

Dan pada akhirnya, aku hanya bisa berdoa pada Tuhan. Aku memasrahkan semuanya pada Tuhan. Bila memang ia jodohku, tolong dekatkan. Tapi, jika memang ia bukan jodohku, tolong jauhkan bahkan cabut saja sampai akarnya pohon kenangan aku bersamanya bersama rasa cintaku padanya. Aku lelah, capek, enggan bila harus terus menghirup napas untuk menghidupi hati yang nyaris tak dapat utuh lagi.

Saturday, November 3, 2012

Penggalauan Hestek #AkuIngetBanget, #AkuTauBanget, dan #HarusnyaKamuTau.


Ketika seorang gadis mulai menggalau di pojok kamarnya. Ketika hati seorang gadis pincang karena tak ada pegangan. Ketika seorang gadis menanti apa yang telah tertelan waktu. Ketika seorang gadis membicarakan cinta yang berlari bersama detik-detik kehidupan. Ketika seorang gadis masih mengharapkan cinta pertamanya. Ketika seorang gadis mengenang apa yang disebut kenangan masa lalu. Ketika seorang gadis gagal menata hatinya. Ketika seorang gadis telah luput dari kesadaran logikanya. Ketika seorang gadis sedikitpun tidak memperhatikan jalan di depannya. Ketika seorang gadis terus menoleh ke belakang demi cinta pertamanya. Ketika seorang gadis tersungkur dalam keterpurukan belenggu kelam. Ketika seorang gadis hanya bisa bungkam melihat kenyataan. Ketika seorang gadis berada dalam pilihan perjuangkan atau tinggalkan. Ketika seorang gadis hidup bersama malam dan kegalauan. Ketika seorang gadis mulai menapaktilasi apa yang telah terjadi. Ketika seorang gadis menuliskan kronologi lima tahun yang lalu. Ketika seorang gadis berkata #AkuIngetBanget dan #AkuTauBanget dan #HarusnyaKamuTau.

Jangan berani meneruskan apabila anda tidak ingin galau, lebih baik close tab dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Sebelum tetesan air mata yang harus membayar semuanya.

Baiklah, saya akan segera memulainya . . .